PARIWISATA

OPINI

TRADISI

Latest Updates

Video Asusila Viral di Ambon: Ketika Pendidikan dan Hukum Gagal, Generasi Penerus Jadi Korban

11:10 PM

Kasus video asusila yang viral di Ambon bukan sekadar persoalan moral individu. Ini adalah alarm keras bahwa pendidikan karakter, penegakan hukum, dan literasi digital di daerah ini sedang tidak baik-baik saja. Lebih berbahaya lagi, konten semacam ini berpotensi merusak mental generasi muda yang seharusnya tumbuh cerdas, kreatif, dan berbudaya.

Video Asusila Viral di Ambon


Masalahnya bukan siapa pelakunya, melainkan apa dampaknya dan mengapa sistem membiarkannya berulang.


Viral Asusila: Ancaman Nyata bagi Mental Anak dan Remaja

Di era media sosial, video asusila bukan lagi konsumsi terbatas orang dewasa. Sekali viral, konten tersebut bisa:

  • muncul di ponsel anak sekolah,

  • beredar di grup WhatsApp keluarga,

  • dan dikonsumsi tanpa kontrol.

Paparan berulang terhadap konten seksual menyimpang dapat membentuk candu visual, mengaburkan batas normal–tidak normal, dan merusak cara generasi muda memandang relasi manusia. Ini bukan opini emosional, tetapi fakta psikologis yang sudah lama diperingatkan para ahli.

Jika dibiarkan, kita sedang mencetak generasi yang:

  • kehilangan orientasi nilai,

  • lebih mengenal sensasi daripada prestasi,

  • dan menukar kreativitas dengan konsumsi konten menyimpang.


Pendidikan Gagal Jadi Benteng Moral

Pendidikan hari ini terlalu sibuk mengejar nilai dan kelulusan, tetapi lupa membangun karakter, etika digital, dan kontrol diri. Anak-anak dibiarkan belajar tentang seks, relasi, dan tubuh manusia dari algoritma media sosial—bukan dari pendampingan orang tua, sekolah, dan lingkungan.

Ketika pendidikan gagal hadir secara utuh, maka jangan heran jika generasi muda lebih cepat meniru apa yang viral daripada memahami mana yang patut dan mana yang merusak.


Lemahnya Penegakan Hukum: Penyimpangan Jadi Hiburan

Lebih ironis lagi, penyebaran konten asusila sering kali tidak diikuti penegakan hukum yang tegas. Akibatnya:

  • pelaku tidak jera,

  • penyebar merasa aman,

  • penonton merasa wajar.

Hukum yang lemah mengirim pesan berbahaya:
selama viral, semua bisa dimaafkan.

Padahal hukum seharusnya berdiri sebagai pelindung masyarakat, terutama anak di bawah umur yang paling rentan terdampak secara mental dan psikologis.


Budaya Orang Maluku: Didikan Hilang, Penghakiman Merajalela

Orang Maluku dikenal dengan budaya didikan, rasa malu, dan hidup orang basudara. Sayangnya, nilai ini justru hilang saat kasus viral muncul. Yang terjadi bukan refleksi, melainkan hujatan massal.

Banyak orang dengan mudah mencaci pelaku di media sosial, seolah-olah mereka sendiri tanpa dosa, tanpa cela, dan tanpa kesalahan. Ini adalah kemunafikan sosial yang berbahaya.

Menghujat bukan mendidik.
Mempermalukan bukan menyelesaikan masalah.

Budaya Maluku tidak mengajarkan persekusi digital, melainkan tanggung jawab kolektif untuk membenahi.


Salah Arah: Mengutuk Pelaku, Mengabaikan Sistem

Fokus berlebihan pada pelaku justru membuat kita lupa pada akar masalah:

  • pendidikan karakter yang rapuh,

  • pengawasan digital yang lemah,

  • hukum yang tidak konsisten,

  • dan budaya viral yang haus sensasi.

Jika semua energi habis untuk menghujat, maka kasus serupa akan terus berulang, dan generasi penerus tetap menjadi korban diam-diam.


Kesimpulan: Ambon Harus Berhenti Menormalisasi Kerusakan

Video asusila viral bukan hiburan, bukan gosip, dan bukan bahan ejekan. Ini adalah ancaman serius bagi masa depan generasi Maluku. Jika pendidikan dan hukum terus gagal berjalan seiring, maka kecerdasan dan kreativitas anak-anak Ambon akan terkikis oleh candu penyimpangan digital.

Sudah waktunya masyarakat berhenti berpura-pura suci dan mulai bersikap dewasa:

  • mendidik, bukan menghakimi;

  • menegakkan hukum, bukan membiarkan;

  • melindungi generasi muda, bukan menormalisasi kerusakan.

Karena jika hari ini kita diam, besok yang rusak bukan hanya moral—tetapi masa depan Maluku itu sendiri.


#LiterasiAsusila
#PendidikanKarakter
#tahuribabunyi

8 Akibat UMK Ambon 2026 : Rp. 3.381.225

10:42 PM

Penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Ambon tahun 2026 sebesar Rp 3.381.225 kembali menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, kebijakan ini dianggap sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah angka ini benar-benar realistis dan berpihak pada kondisi riil masyarakat Ambon?

8 Akibat UMK Ambon 2026 : Rp. 3.381.225

Untuk melihatnya secara lebih jujur, UMK 2026 perlu dibedah melalui sisi kelebihan (plus) dan kekurangan (minus).


PLUS: Dampak Positif UMK Ambon 2026

  1. Perlindungan Upah Minimum Pekerja
    UMK memberikan batas aman agar pekerja tidak dibayar di bawah standar. Ini penting, terutama bagi pekerja sektor swasta dan buruh yang rentan terhadap eksploitasi upah.

  2. Menjaga Daya Beli di Tengah Kenaikan Harga
    Dengan harga kebutuhan pokok yang terus naik, UMK 2026 setidaknya membantu menahan penurunan daya beli masyarakat pekerja di Kota Ambon.

  3. Mendorong Produktivitas dan Loyalitas Pekerja
    Upah yang lebih layak dapat meningkatkan semangat kerja, mengurangi tingkat keluar-masuk tenaga kerja, serta mendorong stabilitas dunia usaha.

  4. Menjadi Acuan Resmi Dunia Kerja
    UMK memberi kepastian hukum bagi pekerja dan pengusaha, sehingga hubungan industrial memiliki standar yang jelas.


MINUS: Dampak Negatif dan Catatan Kritis

  1. Belum Sejalan dengan Biaya Hidup Nyata di Kota Ambon
    Rp 3.381.225 masih terasa pas-pasan, terutama bagi pekerja yang sudah berkeluarga. Biaya kontrakan, transportasi, dan kebutuhan pendidikan sering kali tidak sebanding dengan angka UMK.

  2. Beban Berat bagi UMKM dan Usaha Kecil
    Tidak semua pelaku usaha memiliki kemampuan finansial yang sama. Kenaikan UMK berpotensi menekan UMKM, bahkan memicu pengurangan tenaga kerja secara diam-diam.

  3. Risiko Pelanggaran dan Upah di Bawah Meja
    Dalam praktiknya, sebagian perusahaan bisa saja menyiasati aturan dengan sistem kontrak, jam kerja tidak penuh, atau pembayaran di bawah UMK tanpa perlindungan jelas.

  4. UMK Jadi Formalitas, Bukan Kesejahteraan
    Jika pengawasan lemah, UMK hanya menjadi angka di atas kertas. Banyak pekerja tetap menerima upah di bawah standar tanpa keberanian melapor.


Catatan Kritis

Penetapan UMK Ambon 2026 seharusnya tidak berhenti pada pengumuman angka. Yang lebih penting adalah pengawasan, penegakan aturan, dan keberpihakan nyata kepada kondisi lapangan.

Tanpa pengawasan ketat, UMK justru berisiko:

  • membebani usaha kecil

  • mendorong praktik kerja informal

  • dan gagal meningkatkan kesejahteraan pekerja


Kesimpulan

UMK Ambon 2026 sebesar Rp 3.381.225 memiliki niat baik, tetapi belum sepenuhnya menjawab persoalan struktural ketenagakerjaan di Kota Ambon. Kebijakan ini berada di titik tengah: tidak cukup tinggi untuk menjamin hidup layak, namun cukup berat bagi sebagian pelaku usaha.

Jika pemerintah ingin UMK benar-benar berdampak, maka:

  • data biaya hidup harus lebih realistis

  • pengawasan harus tegas

  • dan UMKM perlu didampingi, bukan dibiarkan berjuang sendiri

UMK bukan sekadar angka tahunan, melainkan cermin keberpihakan negara terhadap pekerja dan masa depan ekonomi daerah.



#Ambon
#UMK
#tahuribabunyi

3 Jenis Sambal Wajib Ala Orang Ambon

11:03 AM

 

Bagi orang Ambon, makan ikan tanpa sambal rasanya belum lengkap. Sambal bukan sekadar pelengkap, tapi penentu nikmatnya ikan bakar, ikan goreng, atau ikan kuah kuning. Namun di balik rasa pedas dan segar, kebersihan bahan dan cara pengolahan tetap harus diperhatikan agar sambal aman dan menyehatkan.

Berikut tiga jenis sambal favorit orang Ambon yang paling pas dinikmati bersama hasil perikanan.

3 Jenis Sambal Wajib Ala Orang Ambon
3 Jenis Sambal Wajib Ala Orang Ambon

1. Sambal Oles Pedas: Pedas Mantap, Wajib Higienis

Sambal oles pedas biasanya dibuat dari cabai merah atau cabai rawit yang dihaluskan, lalu ditumis hingga matang.

Cara Pengolahan yang Benar

Cabai dicuci bersih di air mengalir untuk menghilangkan debu, tanah, dan sisa pestisida. Setelah itu bisa direndam sebentar dalam air matang sebelum diolah.

Cabai kemudian dihaluskan dan ditumis dengan sedikit minyak hingga benar-benar matang. Proses pemasakan ini penting untuk:

  • Membunuh bakteri

  • Mengurangi iritasi lambung

  • Membuat sambal lebih tahan lama

Tambahkan garam secukupnya dan sedikit minyak panas agar sambal lebih awet dan aromanya keluar.

Sambal oles pedas sangat cocok untuk ikan bakar atau ikan goreng panas, khas makan orang Ambon yang sederhana tapi menggugah selera.


2. Sambal Cincang Mangga: Segar, Asam, dan Menyeimbangkan Ikan

Sambal cincang mangga memberikan rasa segar dan asam yang sangat cocok untuk ikan laut, terutama ikan bakar atau ikan asap.

Perhatian pada Kebersihan Bahan

Mangga muda harus dicuci bersih sebelum dikupas. Pastikan pisau dan talenan bersih agar tidak tercemar bakteri.

Mangga dicincang halus, lalu dicampur dengan:

  • Cabai rawit cincang

  • Bawang merah

  • Garam secukupnya

Sambal ini tidak dimasak, sehingga kebersihan bahan dan alat menjadi sangat penting. Gunakan air matang saat mencuci dan olah sambal sesaat sebelum disajikan agar tetap segar dan aman.

Sambal cincang mangga membantu mengurangi rasa amis ikan dan menambah nafsu makan.


3. Sambal Dabu-Dabu: Ikon Sambal Segar Orang Ambon

Sambal dabu-dabu adalah sambal khas yang paling dikenal. Dibuat dari bahan segar dan disiram minyak panas.

Cara Aman dan Sehat Membuat Dabu-Dabu

Bahan utama seperti:

  • Cabai

  • Bawang merah

  • Tomat
    harus dicuci bersih dan ditiriskan.

Semua bahan diiris, lalu dibumbui dengan garam. Terakhir, siram dengan minyak panas secukupnya untuk:

  • Membunuh kuman pada bahan mentah

  • Mengeluarkan aroma

  • Membuat sambal lebih aman dikonsumsi

Dabu-dabu sangat cocok untuk ikan bakar segar hasil laut Ambon, menciptakan rasa pedas, segar, dan gurih alami.


Sambal, Higienitas, dan Kesadaran Kesehatan

Bahan sambal seperti cabai, tomat, dan bawang sering berasal dari kebun dengan penggunaan pupuk dan pestisida. Karena itu:

  • Cuci bahan di air mengalir

  • Gunakan alat dapur bersih

  • Konsumsi sambal segar, jangan disimpan terlalu lama

Kesadaran kecil ini penting agar makanan laut yang sehat tidak berubah menjadi sumber masalah kesehatan.


Penutup

Sambal oles pedas, sambal cincang mangga, dan sambal dabu-dabu adalah kombinasi sempurna untuk menikmati makanan perikanan ala orang Ambon. Dengan pengolahan yang higienis dan benar, sambal bukan hanya menambah nikmat, tapi juga menjaga kesehatan keluarga.

Makan ikan segar, sambal bersih, dan nikmati cita rasa Ambon yang sesungguhnya 🌶️🐟🌊



#sambal
#kulinernusantara
#tahuribabunyi



Resep Cah Kangkung Bunga Pepaya

11:02 AM

Cah kangkung bunga pepaya adalah salah satu menu sayur yang sudah sangat akrab di meja makan orang Ambon. Perpaduan rasa segar kangkung dan khas pahit bunga pepaya bukan hanya lezat, tapi juga kaya manfaat bagi kesehatan jika diolah dengan cara yang benar.

Di tengah kondisi banyaknya kebun sayur yang berasal dari bibit toko tani dan penggunaan pestisida, cara pengolahan yang tepat menjadi kunci agar sayur tetap aman dikonsumsi dan menyehatkan.

cah kangkung bunga pepaya
Cah Kangkung Bunga Pepaya

Sebelum dimasak, kangkung harus dicuci bersih di air mengalir. Pastikan tidak ada tanah, pasir, atau sisa pestisida yang menempel pada batang dan daun.

Setelah dicuci, kangkung direbus dalam air mendidih selama ±30 detik saja. Proses ini bertujuan untuk:

  • Mengurangi sisa bahan kimia

  • Membunuh bakteri

  • Tetap menjaga tekstur dan nutrisi kangkung

Angkat lalu tiriskan, jangan direbus terlalu lama agar tidak lembek.


Langkah Awal: Pembersihan yang Benar

Sebelum dimasak, kangkung harus dicuci bersih di air mengalir. Pastikan tidak ada tanah, pasir, atau sisa pestisida yang menempel pada batang dan daun.

Setelah dicuci, kangkung direbus dalam air mendidih selama ±30 detik saja. Proses ini bertujuan untuk:

  • Mengurangi sisa bahan kimia

  • Membunuh bakteri

  • Tetap menjaga tekstur dan nutrisi kangkung

Angkat lalu tiriskan, jangan direbus terlalu lama agar tidak lembek.

Mengolah Bunga Pepaya agar Tidak Pahit dan Aman

Bunga pepaya dikenal memiliki rasa pahit dan getah alami. Untuk itu, proses perebusannya tidak boleh asal.

Bunga pepaya direbus sekitar 15 menit hingga empuk. Setelah itu, bunga pepaya diperas dengan kuat sampai getahnya benar-benar keluar. Langkah ini penting untuk:

  • Mengurangi rasa pahit berlebih

  • Membuang getah dan sisa zat yang bisa mengganggu pencernaan

  • Membuat bunga pepaya lebih aman dan nyaman dikonsumsi

Setelah diperas, bilas kembali dengan air bersih.

Proses Menumis: Sederhana tapi Sehat

Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bawang putih hingga harum. Masukkan bunga pepaya dan kangkung, aduk rata.

Bumbui dengan:

  • Garam secukupnya

  • Saos tiram secukupnya

Tumis sebentar saja hingga semua bahan tercampur dan panas merata. Tidak perlu terlalu lama agar vitamin tetap terjaga.

Pentingnya Higienitas dan Kesadaran Kesehatan

Saat ini, banyak sayur berasal dari bibit toko tani yang dalam prosesnya tidak lepas dari:

  • Pupuk kimia

  • Penyemprotan pestisida

  • Zat pengawet tanaman

Karena itu, mencuci bersih, merebus, dan mengolah dengan benar bukan hanya soal rasa, tapi soal kesehatan jangka panjang. Kebiasaan kecil di dapur bisa berdampak besar bagi tubuh.

Penutup

Cah kangkung bunga pepaya bukan sekadar menu sayur, tapi bagian dari identitas kuliner orang Ambon. Dengan cara pengolahan yang benar, higienis, dan sadar kesehatan, menu sederhana ini bisa menjadi sumber nutrisi yang aman dan menyehatkan untuk keluarga.

Masak dengan benar, makan dengan tenang, dan tetap jaga tradisi sehat di dapur Ambon 💚🌿



#CahKangkungBungaPepaya
#sayur
#kuliner
#tahuribabunyi

 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes