Showing posts with label TRADISI. Show all posts
Showing posts with label TRADISI. Show all posts

Ritual Patoba dan Eksistensi Identitas Perempuan Buton di Huamual

2:41 PM

Di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman, sebuah tradisi agung tetap berdiri kokoh sebagai benteng moral dan identitas. Masyarakat keturunan Buton yang telah lama menetap di tanah rantau khususnya Maluku, kembali membuktikan kesetiaan mereka pada leluhur melalui penyelenggaraan Patoba, sebuah ritus transisi sakral bagi gadis remaja (Kabuabua) menuju gerbang kedewasaan (Kalambe).

Meskipun telah lama merantau dan beradaptasi dengan lingkungan baru, masyarakat Buton tidak sedikit pun melupakan akar budaya mereka. Patoba tetap dijunjung tinggi sebagai proses "pengeraman" jiwa dan raga untuk melahirkan sosok perempuan yang paripurna.

Hartati mengenakan baju adat Perempuan Buton di Dusun Batu Lubang - Huamual


Memahami Esensi: Bakurung, Pingitan, dan Patoba

Meskipun sering dianggap sama dalam cakupan umum, terdapat kedalaman makna yang berbeda dalam setiap tahapannya yang dijalankan secara konsisten di tanah rantau:

 * Bakurung: Merupakan proses fisik di mana sang gadis "mengurung diri" di dalam ruangan khusus untuk membatasi interaksi dengan dunia luar.

 * Pingitan: Istilah nasional yang merujuk pada masa isolasi sebelum seorang perempuan memikul tanggung jawab sosial yang lebih besar.

 * Patoba: Puncak spiritual dari ritual ini, yakni prosesi penyucian batin dan pemberian wejangan (nasihat) oleh sesepuh adat mengenai adab, kehormatan, kemandirian serta religius. 


Laku Prihatin dalam Kamar Suci

Sesuai dengan pakem adat, masa kurungan ini bukanlah waktu yang singkat. Tergantung pada kesiapan keluarga dan tuntunan adat, seorang gadis diwajibkan berdiam diri selama kurun waktu tertentu: 3 hari 3 malam, 7 hari, hingga yang paling sakral, 40 hari 40 malam.

Selama masa ini, sang gadis dilarang keluar kamar dan hanya fokus pada perawatan diri menggunakan racikan rahasia alam:

 * Lulur Kunyit dan Beras: Campuran beras tumbuk dan kunyit segar dioleskan ke seluruh tubuh. Kunyit melambangkan kemurnian, sementara beras adalah simbol kemakmuran dan kesuburan.

 * Daun Pemerah (Henna): Penggunaan daun pemerah atau henna pada kuku bukan sekadar hiasan, melainkan simbol visual bahwa sang gadis telah "berbunga" dan siap menyongsong fase hidup baru.


Puncak Perayaan: Lahirnya Sang Cahaya

Saat masa pingitan berakhir, suasana sunyi di tanah rantau berganti menjadi gemuruh sukacita. Keluarga besar menyambut sang Kalambe yang tampil "pangling" dengan aura kecantikan yang keluar dan bersinar terang—hasil dari refleksi diri dan doa selama di dalam kurungan.

Dalam balutan busana adat daerah leluhur yang megah, sang Kalambe menari dengan gemulai. Meski sebagian keluarga di tanah rantau telah memodifikasi iringan tari dengan musik modern, esensi kesakralannya tetap terjaga. Senyum bahagia terpancar dari wajah sang gadis yang kini telah resmi menyandang status sebagai perempuan dewasa yang bermartabat.

Sabrina dan Wa Suji - Dusun Batu Lubang | Huamual


Pesan Moral di Tanah Rantau

Pelaksanaan Patoba menegaskan bahwa meskipun terpisah jarak yang jauh dari tanah asal, masyarakat Buton tidak pernah kehilangan jati diri. Patoba tetap menjadi mekanisme kontrol sosial sekaligus penghormatan tertinggi terhadap martabat perempuan.

Bakurung adalah proses 'menanam' benih kebaikan. Saat ia keluar kamar, ia bukan lagi anak-anak. Auranya bersinar, wajahnya cerah, dan ia siap menjadi perempuan Buton yang menjunjung tinggi moralitas di mana pun kakinya berpijak.



#DiasporaOrangButon
#Patoba
#tahuribabunyi

Pengukuhan Raja Hina Alane 2020

6:00 PM

Hiruk - pikuk pela gandong menghiasi negeri Allang dalam proses pengukuhan Raja yang baru yaitu  Bapak Oktavianus Edward Patty. Para undangan atau yang mewakili seperti Wagub Barnabas Orno dan Bupati Malteng Abua Tuasikal terlihat antusias menyaksikan momen manis tersebut.

Hina Allane

Acara yang berlangsung dari pagi subuh hingga siang pukul 13:00 ini memberikan makna tersendiri bagi dinamika orang basudara khususnya antara negeri Allang dan para negeri pela gandong seperti Larike dan negeri - negeri Jazirah lainnya. 

Kain gandong yang terbentang terlihat melingkari para petinggi negeri, berjalan mengiringi raja yang baru ke dalam rumah raja yang dilanjutkan dengan arak - arakan di beberapa ruas jalan negeri Allang.

Hina Allane

Pasukan Alifuru Cakalele  yang mengawal prosesi ini sebelumnya bermalam di atas gunung hingga mulai turun gunung pada pukul 05:00 subuh. Cakalele yang diperlihatkan pasukan piawai ini memberikan kesan akan kuatnya orang Maluku dalam seni berperang.

Hina Allane

Tak lupa tim musik tifa totobuang selalu siap sedia dalam memainkan musik tradisional mengiringi arak - arakan dan tari - tarian.

Hina Allane

Hina Allane

Panas terik, pandemi, dan beberapa agenda molor tidak menjadi halangan bagi masyarakat untuk tetap mengikuti acara hingga selesai. 



#tahuribabunyi
#pelantikanraja
#HinaAllane

Euforia Baris Empang Baguala

2:38 PM
Baris - berbaris tidak hanya sebatas pendidikan formal sekolah atau institusi tertentu. Kegiatan yang menguras kedisiplinan, kekompakan dan kreatifitas ini telah menjadi tradisi berbagai daerah. Khusus di Maluku, baris non formal sangat populer baik itu gerak jalan indah layaknya serdadu atau baris empang yang sering dikombinasikan dengan tarian unik.

Euforia Baris Empang
Menjelang 7 september HUT Kota Ambon, kita akan menyaksikan berbagai macam mata lomba diadakan di tiap kecamatan sebagai wujud dari program festival tahunan. Seperti pada Kec. Teluk Ambon Baguala, lomba baris empang diadakan dengan garis start di negeri Waitatiri hingga garis finish di pintu masuk pantai Natsepa.

Euforia baris empang yang telah menjadi tradisi ini semakin menyita perhatian masyarakat daerah setempat karena aksi setiap pesertanya yang unik dan kreatif. ada yang membuat kostum bertemakan budaya, ada yang membuat koreografi tarian daerah, ada barisan yang terdiri dari anak kecil dan masih banyak lagi.

Baris Empang
Baris Empang
Baris Empang
Baris Empang
Baris Empang
Baris Empang
Baris Empang

Tidak tanggung- tanggung, peserta lomba baris empang tahun ini sampai membuat baju/kostum khusus mulai dari pakaian adat hingga kaos sablon bertemakan Alifuru Maluku, ini membuktikan bahwa masih ada anak cucu yang mencintai adat dan budaya. 

Semoga kreatifitas anak muda Maluku seperti ini akan terus terpelihara dan diwariskan pada generasi penerus agar nama Maluku selalu dikenal baik oleh dunia.



credit foto : Rey Malona Alifuru (facebook)

#tahuribabunyi 

5 Tahyul Di Maluku Yang Sebenarnya Logis

6:00 AM
Selain kental dengan budaya dan hal - hal mistis, ternyata orang Maluku juga memiliki beberapa tahyul yang masih dipercayai hingga sekarang ini. Ada tahyul yang hanya ada di Maluku dan ada juga yang mirip dengan tahyul daerah lain. Berikut ini adalah beberapa tahyul yang masih dipercayai yang sebenarnya memiliki penjelasan secara logis ;

mitos atau fakta di maluku

1. untuk anak - anak : jangan keluar rumah jika sedang hujan panas

tahyul yang paling populer di Maluku ini sering diajarkan pada anak - anak untuk tidak bermain atau keluar rumah saat hujan panas (hujan rintik tetapi cuaca cerah) karena akan diculik nenek luhu, hilang di jalan ataupun diculik tete momo (karakter hantu orang tua). tapi sebenarnya ini adalah upaya agar anak tidak sakit demam karena pada saat cuaca panas, pori - pori tubuh cenderung terbuka termasuk di bagian kepala untuk proses penguapan dari dalam tubuh, oleh karena itu jika kemasukan banyak air melalui pori - pori tersebut maka kemungkinan besar tubuh akan terserang penyakit karena antibody yang lemah. Hal ini mirip ketika sedang berkeringat tetapi tidak boleh langsung mandi.

2. binatang - binatang raksasa yang dianggap keramat

banyak sekali hal yang berbau keramat dalam kehidupan orang Maluku khususnya dalam hal memperlakukan binatang - binatang tertentu misalnya ada ular atau buaya tembaga raksasa yang merupakan wujud nenek moyang beberapa Mata Rumah (Marga) sehingga ditakuti, begitupun dengan gurita, paus dan kura - kura raksasa yang konon sering mengamuk menciptakan ombak besar di beberapa lautan Maluku. Sudah bukan rahasia lagi kalau di laut - laut terdalam Maluku hidup binatang - binatang raksasa. Anehnya masyarakat sering mengganggap binatang - binatang tersebut sebagai representasi dari kekuatan supranatural.

3. tidak boleh menyapu rumah di malam hari

ketika seseorang menyapu rumah di malam hari, hal tersebut dianggap seperti membuang rejeki atau ketika sedang menyapu tepat di pintu rumah bagian depan yang berarti menantang roh jahat. Sebenarnya hal semacam ini hanyalah upaya untuk tidak menebarkan debu mengingat malam hari itu orang - orang sudah tidur supaya tidak bernafas dalam keadaan banyak debu beterbangan.

4. jangan kawaja pada orang hamil, nanti mata bilolo

serius, banyak sekali orang yang mempercayai tahyul karena takut mata akan bilolo. Mata bilolo sendiri adalah sejenis penyakit mata yang mengeluarkan banyak lendir akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan berprotein tinggi sehingga pada masanya, banyak sekali orang yang terserang penyakit ini. Bayangkan, setiap pagi, siang dan malam, hampir semua orang Maluku mengkonsumsi ikan karena sudah menjadi makanan pokok. Lalu apa hubungannya dengan jangan kawaja (pelit) dengan orang hamil ? tentu saja itu hanya anjuran yang sebenarnya baik agar orang hamil yang sedang mengidam dapat memenuhi keinginannya. 

5. taruh piring di atas kepala kalau tasangko tulang ikan

masih ingat dengan kebiasaan ini ? Masa jika ada tulang ikan tersendak di tenggorokan harus langsung letakan piring makanan di atas kepala ? hal ini kadang berkhasiat tapi kadang juga sia - sia. Dari semua tahyul orang Maluku, mungkin ini yang paling tidak masuk akal atau mungkin saja hanya cara bercanda orang dewasa pada anak - anak. Belum ada penjelasan yang cukup logis untuk menjelaskan hal ini selain hanya mengalihkan kepanikan orang yang tersendak agar tidak panik dan dengan sendirinya tulang ikan akan keluar atau masuk ke lambung.

- - -
Sekalipun jaman sudah sangat moderen, masyarakat masih mengikuti beberapa tahyul bahkan tidak sedikit yang fanatik dengan tahyul - tahyul tersebut padahal tradisi yang semestinya dipelihara jutru dilanggar. Oleh karena itu ada baiknya jika kita pandai - pandai menilai antara tahyul, mitos, legenda atau bahkan sejarah negri kita sendiri.



#tahuribabunyi

8 Hal Mistis Yang Benar - Benar Eksis Di Maluku

6:00 AM
Setiap suku/ daerah pasti memiliki tradisi dan budayanya masing - masing. Seperti halnya di Maluku, hal - hal unik berbau mistis maupun supranatural ternyata masih eksis hingga sekarang padahal jaman sudah sangat moderen. Terlepas dari perkembangan jaman tersebut, ada baiknya kita mengetahui delapan hal supranatural yang dimiliki orang Maluku di bawah ini ;

tradisi pukul sapu
image source : http://shadowness.com/file/item9/253073/image_t6.jpg

#1 manusia terbang Suku Naulu

Dunia luar memahami kalau manusia hanya bisa terbang menggunakan bantuan teknologi, tapi di Maluku khususnya di Pulau Seram terdapat suku Naulu yang memang bisa terbang. Suku ini sering dikenal dengan penduduk asli Pulau Seram, memiliki ketrampilan berburu, bertani, berperang dll. Ciri - ciri mereka adalah berpakaian merah - merah begitupun dengan kain penutup kepala, tetapi ada juga yang menggunakan kain kepala berwarna biru yang tinggal jauh di atas gunung. Konon Naulu yang berpenutup kepala biru ini memiliki kekuatan supranatural yang sangat tinggi, mereka juga jarang sekali menampakan diri pada penduduk - penduduk biasa. Mengenai terbang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain merupakan hal biasa bagi orang Naulu.

#2 pakatang

pakatang atau sejenis jimat dapat berupa batu, kain, akar - akar tanaman dll sering digunakan orang Maluku jaman dahulu untuk membantu proses bekerja dan termasuk dalam kategori barang - barang adat (pusaka adat). Khasiat pakatang paling populer adalah kebal atau tidak mempan dengan senjata tajam, sering diterapkan orang Maluku dalam berperang. Seiring perkembangan jaman, orang - orang mulai memilih hidup modern dan mulai meniggalkan barang - barang tersebut, tapi ada saja orang - orang jahat dan iseng yang menyalahgunakan barang - barang ini untuk kepentingan diri sendiri seperti memikat perempuan, membantu usaha laris manis, hingga bentrok bakupukul dengan orang lain. Sangat miris.

#3 wujud leluhur tiap mata rumah

Percaya atau tidak, setiap mata rumah (marga) orang maluku memiliki nenek moyang masing - masing yang kadang menginterfensi dunia nyata dengaan wujud - wujud tertetntu seperti bebek, buaya, ular tembaga, manusia tua dll dan hanya orang Maluku terpilih yang bisa mengenali nenek moyang mereka serta mampu membedakan mana roh jahat dan mana roh baik dalam wujud - wujud tersebut.

#4 suanggi

Hal ini merupakan 100% praktek ilmu hitam karena suanggi sebenarnya adalah manusia yang melakukan ritual pada iblis. Suanggi akan melakukan tarian khusus di bawah bulan purnama hingga pada proses pelepasan kepala dari tubuh kemudian mencari bayi atau anak - anak untuk dimakan bagian tubuh mereka. Biasanya suanggi ada di daerah - daerah perkampungan seperti di pedalaman pulau Yamdena, Seram, Tual dll akan tetapi pada tahun 2013-2014 disiarkan banyak media mengenai kasus suanggi yang muncul secara terang - terangan di siang hari di Ambon. Hal ini berarti eksistensi mereka masih tetap ada sekalipun jaman sudah sangat modern

#5 pataheri/ potong kepala

Tradisi yang satu ini sangat menjadi momok bagi anak laki - laki sulung karena jika sedang musim orang potong kepala, setiap anak laki - laki wajib mengamankan diri di dalam rumah di atas jam 5 sore. Mengapa potong kepala ? orang Maluku paham ada tingkatan ilmu supranatural dimana salah satu tahap memperolehnya adalah dengan syarat kepala anak laki - laki yang berumur tertentu dan masih perjaka. Tradisi pataheri ini diyakini masih dijalankan beberapa suku minoritas di beberapa pedalaman Maluku.

#6 botol manci

Botol manci merupakan sosok supranatural yang katanya hanya ada di Maluku. Ciri - ciranya seperti orang kerdil menggunakan topi dan sangat menyukai bola (pimpong, kasti, volly dll) dan sering bergerombolan, berbicara dengan manusia seperti biasa - biasa saja dan karena memang tidak menakutkan tetapi sebagian orang percaya ada botol manci ada yang sangat jahat yang tidak bisa diajak kompromi. Konon botol manci merupakan bangsa makhluk halus kerdil yang memiliki daerah kekuasaan yang menjadi tempat tinggal mereka, tidak sedikit juga yang bersahabat akrab dengan manusia.

#7 khasiat pakaian tenun lengkap

Oleh karena produksi kain tenun paling banyak dilakukan oleh orang Maluku Tenggara maka hanya sedikit orang yang memahami jika seseorang sedang sakit, cukup menggunakan kain tenun (yang asli) menutupi seluruh badannya kemudian tidur, dan pada saat bangun, orang tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Percaya atau tidak, hal ini benar - benar terjadi.

#8 Bahasa Tanah hanya diketahui orang - orang tertentu

Bahasa Tanah atau bahasa asli orang Alifuru ini tidak untuk dipelajari secara detail atau dipublikasikan karena ini sangat amat rahasia dan hanya orang - orang tertentu yang bisa berbahasa tanah dengan benar, anehnya bahasa ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang. Dengan kata lain, seseorang hanya akan bisa berbahasa tanah jika ia layak untuk menerima warisan tersebut.


Ada tradisi yang harus tetap dijaga, ada pula tradisi yang sebaiknya ditinggalkan karena bagaimanapun manusia semestinya hidup dengan nilai - nilai kemanusiaan. Khusus untuk hal tradisi yang bersifat warisan turun temurun sebaiknya tetap dijaga baik - baik karena kita tidak boleh menghancurkan pagar jika tidak tau mengapa pagar tersebut dibangun.



#TahuriBabunyi

Belang: Arumbae Dari Banda Naira

6:00 AM
Program Mangente Ambon terbukti memberikan dampak baik bagi perkembangan sektor pariwisata di Maluku walaupun hanya Kota Ambon yang menjadi ikonnya. Festival Arumbae Manggurebe misalnya yang telah hadir bertahun - tahun sebagai simbol peringatan akan perjuangan para pendahulu mengusir para penjajah. 

festival Belang
festival Belang
source image http://panduanwisata.id/files/2015/11/festival-gogopixlibrary.jpg

Perahu kora - kora kahas Maluku tersebut ternyata tidak hanya dimiliki masyarakat Ambon dan Seram tetapi juga ada di Banda Naira yang dikenal dengan nama Belang. 

Banda Naira berada di bagian tenggara berjarak 132 km dari pulau Ambon. 

Sejarahnya pun sama persis. Belang digunakan untuk kendaraan laut, upacara adat dan penyambutan tamu, mengusir para penjajah dari bagian laut, kemudian digunakan dalam  salah satu cabang festival budaya Banda Naira yaitu festival Belang Manggurebe.

Belang hanya dinaiki 30 - 40 orang yang berkekuatan fisik di atas rata - rata untuk mendayung. Hanya dengan didayung, Belang tercatat dalam sejarah pernah menempuh jarak hingga Skandinavia. Mirip dengan perahu - perahu bangsa Eropa yang memiliki dekorasi kepala dan ekor binatang di bagian depan dan belakang Belang. Umumnya berkepala kuda dan naga dengan ekor yang melengkung naik.

Festival Belang sendiri diadakan setiap bulan november tiap tahunnya. Pesertanya juga dari Negri - Negri sekitaran Banda Naira seperti Lontor dan Selamong (biasanya sekitar 8 Negri yang mengikuti lomba ini).

Karena identik dengan festival Arumbae Manggurebe, tradisi yang tetap terjaga selama ratusan tahun ini membuktikan bahwa orang Maluku memiliki banyak kekayaan alam yang menjadi alasan kuat terciptanya jalur perdagangan dan penjajahan.



#TahuriBabunyi

Berkenalan Dengan Duan Lolat

3:35 PM
Budaya orang Maluku yang paling kental dan paling dikenal adalah budaya Pela Gandong. Budaya unik tersebut bahakan hanya ada satu di dunia yaitu di Maluku sendiri, wajar saja kalau istilah Pela Gandong menjadi sangat mengikat dengan orang Maluku. Kenyataannya, budaya tersebut hanyalah satu dari ratusan budaya orang Maluku yang tersebar dari utara Halmahera samapai Maluku paling Selatan (baca: Maluku Selatan Bukan Separatis) dan menjadi kearifan lokal yang terus menerus mengalami pengikisan mobilisasi modern.

bumi duan lolat
Angelica Batfufu & Logo MTB
image source : lelemuku.com

Bagaimana dengan adat Duan Lolat ?
Sebagian besar dari kita pasti tidak begitu familiar dengan dua kata tersebut. Berbeda dengan orang Tanimbar (Maluku Tenggara Barat), Duan Lolat merupakan hukum adat terutama dalam sistem kehidupan. Bukan berarti di Tanimbar tidak ada hukum Pela Gandong, justru Pela Gandong adalah bagian dari hierarki kearifan lokal yang terpusat pada Duan Lolat.

kepulauan Tanimbar
Kepulauan Tanimbar
Duan Lolat bisa berarti banyak hal dengan makna yang sama yaitu interaksi antara dua pihak dan yang paling utama adalah Duan Agung yaitu Tuhan dan Lolat yaitu manusia. Bermula dari sang pencipta dan manusia, hukum adat ini mulai berregenerasi menjadi hukum - hukum adat lainnya seperti :
  1. Duan sebagai pemberi dan Lolat sebagai penerima
  2. Duan sebagai ayah dan lolat sebagai ibu
  3. Duan sebagai kakak dan lolat sebagai adik
  4. Duan sebagai lelaki dan Lolat sebagai perempuan
  5. Duan sebagai matahari dan lolat sebagai bulan
  6. Duan sebagai yang berkuasa dan lolat sebagai yang dikuasai
  7. Duan sebagai tuan dan lolat sebagai hamba, dll. 

Aturan - aturan tersebut bersifat turun temurun dan mengikat masyarakat Tanimbar sekalipun tidak tertulis ataupun bersifat dokumentasi, sekalipun ada kelas - kelas atau golongan (stratifikasi sosial). 

Dalam implementasinya, hak dan kewajiban Duan dan Lolat tetap teratur sehingga tidak ada indikasi dominasi golongan, dari setiap perspektif tetap ada koridornya sehingga hukum ini mampu mengatur individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, masyarakat dan pemerintah dll. Sungguh sangat unik. 

Hukum ini juga mampu berperan sebagai resolusi konflik antar individu maupun kelompok, musyawarah dilakukan, kesepakatan diambil dan gantirugi diterapkan. Begitupun dalam sistem perkawinan dan tatacara pengantin baru, pembagian warisan setiap anggota keluarga, hal - hal yang bersifat siklus manusia dll. Itulah alasan kuat mengapa orang Tanimbar dikenal dengan idealisme yang tinggi.

Akan tetapi, budaya yang indah ini perlahan mulai mengalami pergeseran mobilisasi modern hingga migrasi besar - besaran, tanah adat dijual ke pihak luar untuk kekayaan oknum tertentu, hutan - hutan adat dieksploitasi, hingga yang terburuk adalah orang Tanimbar asli yang asing di tanah mereka sendiri. 

Tentu pemerintah daerah punya peran penting dalam menanggapi ancaman tersebut sehingga identitas kearifan lokal Duan Lolat tetap terjaga dan tetap menjadi pagar orang Tanimbar itu sendiri.



#tahuribabunyi

Pameran Produk Maluku - Lapangan Merdeka

5:55 PM

Salam bae basudara...

Hari ini merupakan hari ke-3 dari program pameran produk - produk daerah Maluku yang bertempat di Lapangan Merdeka - Ambon. 

Tepatnya di lapangan basket sekitar patung Pattimura, berjajar stand/ pos - pos dari masing - masing daerah di Maluku yang berisikan produk - produk unggulan masing - masing daerah, ada batik ambon dari Maluku Tengah, ada makanan khas dari Ambon, ada pakaian adat masing - masing daerah, ada hiasan burung kasuari dari Dobo, Kain Tenun ikat dari Tanimbar dll.

Program Klasis dari sejumlah Jemaat di Maluku ini diselenggarakan hingga akhir bulan januari. Selain bertujuan mempromosikan produk - produk daerah, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun minta putra putri daerah untuk tetap melestarikan hasil - hasil daerah yang ada di Maluku. Kain Tenun Ikat misalnya, yang berasal dari Kep. Tanimbar.

tenun ikat tanimbar

tenun ikat tanimbar

tenun ikat tanimbar

tenun ikat tanimbar

tenun ikat tanimbar

tenun ikat tanimbar
Produk Unggulan Kep. Tanimbar
Sejumlah Kain Tenun Ikat yang dipamerkan ini benar - benar asli dibuat di negri - negri di Tanimbar baik utara maupun selatan. dijual dengan harga yang bervariasi tergantung dingkat kesulitan tenunan.
menurut Ibu Pendeta Keliduan, kepala Stand ini, telah dilaksanakan tarian adat Tanimbar pada pembukaan pameran tersebut, kabarnya pada penutupan di akhir bulan juga akan ada pementasan.

Bangga melihat banyak produk Maluku yang dipamerkan yang mempunyai nilai kebudayaan yang masih sangat kental. semoga kita sebagai generasi penerus bisa menjaga dan melestarikan setiap budaya Maluku yang indah dan manis ini. 



#tahuribabunyi

Katreji di Kota Pahlawan

10:16 PM
penari katreji

Sebuah tarian tradisional yang dibawakan dengan perpaduan pakaian bahkan musik adat merupakan salah satu cara terbaik untuk tetap mempertahankan budaya daerah. 

Katreji meruakan tarian akulturasi dari daerah Maluku dan bangsa Portugis. tarian ini dimainkan oleh pasangan muda - mudi yang mengikuti komando dari sang pemimpin tarian (komando dalam bahasa portugis). Setiap komando gerakan yang dikatakan akan mengubah koreografi tarian sehingga adanya variasi gerakan, misalnya transisi dari kurung ayam, dansa ola - ola maupun lemon nipis sedangkan untuk kostumnya sendiri juga bervariasi, untuk pria, biasanya menggunakan bajua adat, jas, sabuk merah dan celana putih dan perempuan menggunakan kain kebaya dengan dalaman cole atau yang sesuai.

Tarian ini sendiri sering ditampilkan dalam acara pesta pernikahan hingga event - event perayuaan budaya.

Foto - foto berikut merupakan sebagian dari komunitas anak - anak Maluku di Surabaya (PPKM) yang dipesan untuk mengisi acara pernikahaan Keluarga Errol Lekatompessy yang bertempat di Restoran Tristar - Surabaya.

penari katreji
gerrard & agi

penari katreji
rey & julia

penari katreji
vanno & rani

dave & dennis

penari katreji - pentas pada event wedding @Surabya



#tahuribabunyi

Tarian Maluku Di Bulan Seni Budaya 2015

3:53 PM
Tarian Maluku

Minggu, 23 Mei 2015 merupakan saat dimana event penutupan Bulan Seni Budaya (BSB) diselenggarakan dan bertempat di Grand City Mall - Surabaya. Event yang difasilitasi Oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) U.K. Petra ini menjadi ajang dimana putra - putri daerah memperkenalkan budaya masing - masing daerah dalam hal busana adat dan  tarian gemulai yang diiringi alunan musik.

Dari Maluku Sendiri diperkenalkan 3 tarian daerah yaitu ;

Tari Tifa/ Tanempar
Oleh Sanggar Lelbutir
terdiri dari mahasiswa rantauan asal Saumlaki - Maluku Tenggara Barat


Tari Katreji
Oleh Persekutuan Pemuda Kristen Maluku (PPKM)
terdiri dari mahasiswa rantauan asal Ambon - Maluku


Tari Lenso (kolaborasi tarian daerah Maluku, Toraja, Kalimantan)
Oleh Persekutuan Pemuda Kristen Maluku (PPKM)
terdiri dari mahasiswa rantauan asal Ambon - Maluku


Tari Tifa Tanempar - Sanggar Lelbutir

Tari Katreji - PPKM

Budaya Maluku

Budaya Maluku

Budaya Maluku

Budaya Maluku

Budaya Maluku
Dengan Panitia

Banyak anak rantau asal Maluku yang berada di Surabaya (khususnya mahasiswa) yang menempuh perkuliahan di universitas yang berbeda - beda, akan tetapi budaya Pela Gandong tetap menjadi pemersatu orang Maluku.



#tahuribabunyi

Ikalesang Ia Rumai Ea

8:00 AM
Tentunya kita tidak asing lagi dengan istilah 'kalesang' tapi bagaimana dengan judul di atas ?. Kalimat yang menggunakan bahasa asli dari Maluku ini mempunyai arti 'saling peduli dang saling mengasihi' yang merupakan realisasi dari kehidupan orang Maluku dalam kesehariannya. terbukti dari tradisi terkait yaitu 'Pela Gandong', 'laeng lia laeng' dan 'laeng sayang laeng', 'potong di kuku, rasa di daging', 'ale rasa, beta rasa', 'satu hati, satu jantong', 'sayang dilale' dll. semuanya dapat dirangkum dengan kalimat bahasa tanah 'Ikalesang Ia Rumai Ea' karena memiliki satu makna yang mirip.

Panas Pela Lemdesar Timur dan Sifnana
( Panas Pela Lemdesar Timur dan Sifnana 2012 )
Bukan kebetulan bahwa tradisi yang banyak di Maluku memiliki makna yang sama karena begitulah kehidupan orang Maluku hingga sekarang dan semoga akan tetap terus terjaga. Lantas, realisasi seperti apa yang ada dalam makna 'Ikalesang Ia Rumai Ea' ?

Tentu saja berkisar dari artinya. Orang Maluku juga mengalami jaman tidak ada uang yang dikenal dengan 'Barter' misal orang desa pesisir pantai yang melakukan barter dengan desa  bagian pegunungan, hal ini saja merupakan realisasi sederhana dari makna kalimat tersebut.

Di jaman modern sekarang ini, 'Ikalesang Ia Rumai Ea' sering diimplementasikan dengan cara tolong menolong antara sesama yang sangat erat dengan kekeluargaan (tetap sama dengan jaman dulu) seperti menegur/menasehati teman layaknya adik/saudara serta sangat mendalam. Segala hal yang mengacu pada kepedulian, dilakukan orang Maluku secara mendalam sehingga terjalin hubungan kekeluargaan yang sangat kental. Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh sesama umur, tetapi juga semua kalangan mulai dari anak - anak, muda - mudi, orang tua hingga oma opa. hal ini dikenal dengan istilah 'sayang dilale' yang juga mempunyai makna yang sama dengan tradisi Maluku lainnya.

Semua tradisi tersebut diturunkan melalui nasehat, lagu, tarian, permainan, ornamen dll agar tradisi manis ini tetap terjaga.


#tahuribabunyi

Baku Kele di Perantauan

8:30 AM
Salam Manis voor basudara samua dari anana rantau di Surabaya yang tergabung dalam komunitas Persekutuan Pemuda Kristen Maluku (PPKM)

Balom sampe 5tahun dari pertama kali join di komunitas ini, tapi rasanya banyak skali pengalaman manis yang bata dapa ketika ada dalam lingkaran ini. Tahun ini, ada pelajaran bagus dan unik yaitu kegiatan syukuran Paskah dengan tema Baku Kele.

Baku Kele Bukan saja terjadi di daerah to, katong jua mesti tetap baku kele dimanapun apalagi di perantauan.

Baku Kele atau dalam Bahasa Indonesia yang berarti 'Bergandengan' (tangan) dalam keseharian orang Maluku adalah sebuah tradisi yang mengarah pada orientasi tolong - menolong hanya saja tolong menolong versi orang Maluku memiliki makna yang sangat mendalam ketika ada sesama yang mengalami problem/kesusahan. 

Kembali ke kehidupan anak rantau. Di sini, PPKM tetap menjaga tradisi tersebut sehingga kondisi kekeluargaan terbentuk dan harmonis walaupun jauh dari basudara di Maluku. Baku Kele sendiri dapat diterapkan dalam banyak hal khususnya dalam hal - hal kecil yang dapat berdampak buruk saja semestinya katong harus tetap baku kele supaya jang ada yang 'jatuh'. Misal dalam Video Atmosfir Berikut yang menceritakan game dota sampe lupa kuliah.

(maaf channel youtube lama lenyap)
Fika, Nehemia, Jessica

Seng sabar voor iko akang acara puncak pada 2-3 Mei 2015 di Taman Dayu Jawa Timur nanti.
semangat buat teman - teman panitia Paskah PPKM 2015.

Note:
Cameraman, Video Editing, Script etc, By : Bung Gerard Gavin Jovian Brand



#tahuribabunyi
 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes