Kopi Maluku dan Identitas Kepulauan Rempah

6:00 AM

Dengan ambruknya neraca perdagangan negara - negara petarung dalam revolusi industri 4.0 pasca pandemi Covid-19, tidak sedikit inovasi dari berbagai sektor pembangunan perlahan mulai dirintis dengan penuh ketelitian terhadap ramalan perekonomian masa depan. Industri makanan dan minuman cepat saji pun turut melebarkan sayap dalam pengembangan (termasuk temuan baru) yang tentunya memiliki daya saing yang kompetitif.

Baru - baru ini telah ditemukan suatu potensi perdagangan rempah khususnya biji kopi yang diteliti berdasarkan kajian historikal serta kualitas biji kopi itu sendiri. Jelas saja, dunia kopi digegerkan dengan eksistensi Kopi Tuni yaitu kopi (diduga) endemik Maluku yang 'terpendam' bahkan terabaikan berabad - abad lamanya.

Perbandingan Kopi Maluku

Yang unik dari jenis kopi ini adalah ukuran bijinya yang lebih kecil daripada kopi robusta, pohonnya bisa tumbuh di pinggir pantai, memiliki banyak citarasa sesuai tanaman (pohon) lain yang ada di samping pohon kopi itu sendiri sehingga Kopi Tuni bisa memiliki citarasa mangga ketika tumbuh di dekat pohon mangga, memiliki citarasa cengkeh ketika tumbuh di dekat pohon cengkeh dan seterusnya.

Jika ditinjau dari kajian masa kolonial (hongitochten), ternyata salah satu butir Proklamasi Haria pada tahun 1817 oleh rakyat Maluku dibawah kepemimpinan Pattimura menolak menanam kopi serta menolak menyetorkan biji kopi ke Belanda karena Haria dan beberapa pulau lainnya sudah memiliki kopi sendiri yaitu Kopi Tuni, konon rempah ini sangat khusus dan hanya dikonsumsi oleh kalangan para raja dan tua - tua adat.

Dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Paguyuban Darah Juang pada Jumat 25/09/2020, Amril Buamona selaku pegiat kopi dan rempah Maluku memaparkan materi yang sangat runtun mengenai konektifitas antara Kopi Maluku, Jalur Rempah, Ekonomi hingga Sosial Budaya pada masa kolonial.

Diskusi Paguyuban Darah Juang
 

Tidak hanya itu, diskusi yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut disambut oleh berbagai peserta dengan pertanyaan yang mengerucut ke entitas kopi tuni  hingga implikasi tata kelolanya dalam skema pembangunan daerah maupun nasional.

Amril mengajak seluruh kalangan baik pemerintah, swasta maupun para pemangku kepentingan untuk bersama bersinergi dalam memproyeksikan potensi kopi Maluku melalui koperasi petani yang telah dibentuk yaitu Koperasi (produksi) Seribu Negeri Kopi Maluku dibawah naungan Yayasan Kopi Maluku.

Melalui program tersebut, diharapkan Maluku bisa kembali berjaya dalam dunia rempah sesuai identitasnya yaitu "The Spice Islands".



#tahuribabunyi

Pilkada Maluku : Titik Terang Rekomendasi Partai Politik

1:00 PM
Dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan lagi, Maluku akan memasuki atmosfer pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) khususnya pada empat kabupaten yaitu; Buru Selatan, Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya. Mulai dari proses kampanye hingga waktu pencoblosan pada tanggal 9 Desember 2020.

Pilkada Maluku
Image Pilkada 2020
Source :CNNINDONESIA
Pergerakan konsolidasi mulai nampak baik dari sisi kandidat, tim sukses, partai politik, hingga pihak penyelenggara yaitu KPU, Bawaslu serta TNI-POLRI. Sinergitas dari pihak - pihak terkait tersebut merupakan faktor penting dalam menyukseskan kelancaran Pilkada demi keberlangsungkan kehidupan dan pertumbuhan daerah ke arah yang lebih baik di tengah transisi perubahan zaman (masa pandemi).

Terlihat jelas bahwa para kandidat yang menempuh jalur Parpol sudah dan sedang memperjuangkan rekomendasi guna kelengkapan pendaftaran di KPUD yang jatuh pada tanggal 4 September nanti.

Lantas, bagaimanakah cara atau teknik setiap kandidat dan timses dalam memperjuangkan rekomendasi parpol ? masihkah teknik politik transaksional yang diunggulkan ? atau masih adakah harapan untuk para pendatang baru memasuki arena pesta demokrasi ?

Menurut Mahfud MD dalam pidatonya, beliau mengajak setiap petarung agar tidak bermain curang. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa senda gurau politik yang dikemas dalam sebuah pantun yang berbunyi ;

"Naik kuda ke cianjur dengan maksud membeli kencur. Lakukan Pilkada dengan jujur agar Anda tidak hancur. Kalau Anda curang, sekarang berjaya, suatu saat akan hancur..."

Sangat sederhana namun berbahaya jika ultimatum ini diabaikan apalagi dilanggar. Bagaimana tidak, ini adalah pesan seorang mantan Mentri Pertahanan yang sekarang menjabat sebagai Menkopolhukam.

Dengan realita transisi zaman yang terjadi sekarang, setiap elemen baik pemerintah, koorporasi, akademisi hingga rakyat jelata, mengalami tekanan luar biasa akibat pandemi Covid-19. Setiap orang harus ekstra berpikir keras untuk mengeksekusi setiap alternatif solusi agar mampu mempertahankan diri maupun kelompok jaringan demi tujuan masa depan yang sudah direncanakan sebelumnya. Sehingga masa pandemi yang merupakan kengerian ini dapat diubah menjadi batu loncatan untuk bisa selamat dan mampu berkolaborasi dengan tatanan dunia baru kelak.

Mengingat Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia termasuk empat kabupaten di Maluku, maka taktik dan strategi politik transaksional sudah pasti tidak menjamin kelancaran memenangkan pemilihan. Konektifitas oknum - oknum yang menjagokan masing - masing kandidatnya pun mengalami kesulitan dalam menjalankan komunikasi politik guna mendapat rekomendasi Parpol. 

Sementara dari tensi politik lapangan yang sangat erat dengan masyarakat pun mau tidak mau terjerumus dalam ketidakpastian arah pandangan politik, bingung memilih kandidat mana yang tepat dan layak sebagai seorang pemimpin. Misalnya seperti di daerah Maluku Barat Daya (MBD) yang baru - baru ini masih dalam eforia pawai di Kota Tiakur dalam rangka menyambut rekomendasi Partai Golkar dan Demokrat dimana menurut rumor, kedua partai tersebut telah memberikan rekomendasi final ke kandidat yang mereka (massa pawai) jagokan. Tidak tanggung - tanggung, anggota kepolisian kurang lebih 3 personel terlihat sedang mengawal massa yang sedang bergembira ria tersebut.

Selang dua hari kemudian, tidak ada seorangpun di Kota Tiakur atau bahkan MBD yang bisa menjamin bukti fisik bahwa rekomendasi FINAL kedua partai besar tersebut ada dan nyata telah diberikan guna kelengkapan pendaftaran di KPUD. Ini sangat berbahaya jika masyarakat terus - menerus berada dalam pusaran arus informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak - pihak yang sengaja menyebarkannya.

Dalam hal ini, rakyat juga semestinya harus cerdas dalam menanggapi berbagai issue yang beredar. Berbeda pilihan bukan berarti membangun permusuhan. Setiap tumpang - tindih kepentinggan dalam proses memasuki pesta demokrasi ini harus berdampak baik dalam pembangunan daerah,  jangan sampai justru menambah memperburuk keadaan. Rakyat sudah sangat menderita dengan pandemi Covid-19.



#tahuribabunyi
#Pilkada2020

Skuad Tomra MBD Juara Favorit di Liga Desa Nusantara Maluku

8:51 PM
Terpuruk dari segi perekonomian dan kemiskinan, kabupaten Maluku Barat Daya ternyata memiliki potensi atletik yang tidak kalah dengan kabupaten lain di Maluku bahkan Indonesia. Dalam liga desa nusantara 2019 kelas U-19, skuad desa Tomra bumi Kalwedo membuktikan keganasannya dengan meraih piala tim favorit.

skuad Tomra MBD
skuad desa Tomra MBD
Keseblasan Tomra dibawah komando kapten Godwin Makuku ini berkompetisi dengan perwakilan kabupaten lain yang tidak kalah hebatnya. Dari SBT 1 ada desa Angar, SBT2 ada desa Kilmury, SBB diwakili desa Hatusua dan Malteng diwakili desa Asilulu.

Sekalipun kurang mendapat perhatian dari Pemda MBD, skuad desa Tomra memberikan penampilan terbaik di setiap laganya. Dengan anggaran yang terbatas pula, anak - anak di bawah asuhan pelatih Salam Sangadji ini akhirnya membawa pulang gelar tim favorit.

Membawa pulang piala tim favorit adalah prestasi yang sangat membanggakan mereka bahkan kabupaten MBD, mengingat ini adalah kali pertama anak - anak MBD menunjukan taring dalam cabor sepak bola tingkat nasional skala provinsi.

Gagal memperoleh juara 1, tim Tomra gugur dalam adu penalti dengan Asilulu karena pada babak pertama dan kedua, skor tetap imbang 0-0. Pertandingan selesai dengan juara 1 Hatusua, Juara 2 Asilulu, Juara 3 Kilmury.

skuad Tomra MBD
ramah - tama skuad Tomra MBD dengan senior dan pemerhati MBD
Wunuhalono Dahoklory selaku pemerhati MBD menuturkan, dalam bidang olah raga, anak - anak muda Kalwedo punya banyak potensi, hanya saja belum adanya sistem pengelolaan terkait pemberdayaan masyarakat melalui kaderisasi figur baru dalam bidang olahraga khusnya sepak bola. Pemerintah daerah dan pihak terkait seharusnya bisa bekerjasama memfasilitasi potensi anak - anak muda dalam skema pengembangan SDM jangka panjang.

"Ajang Liga Desa Nusantara ini adalah momentum motifasi yang tidak boleh diabaikan begitu saja dan harus mendapat perhatian khusus bagi generasi muda MBD" lanjut Wunuhalono. Menurutnya, pengelolaan SDM dan SDA Maluku Barat Daya harus imbang sesuai ruang lingkup. Hal tersebut dapat membantu menekan angka pengangguran bahkan kemiskinan jika terus dikawal dengan sistem pengawasan yang terukur, terstruktur dan sistematis. 



#tahuribabunyi
#kalwedo

Konsep Trash Challenge Manurut Theria Salhuteru

4:14 PM
Gebrakan kampanye sampah plastik yang mendunia khususnya di Asia Tenggara masih tetap berlangsung hingga sekarang.  Tak terkecuali Maluku, berbagai komunitas peduli lingkungan pun ikut mengkampanyekan masa depan bangasa yang sangat fundamental dalam hal kebersihan dan kesehatan tersebut.

Theria Stefani Salhuteru
Ketua Molucas Coastal Care
Dengan tujuan mengubah mind set masyarakat akan pentingnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya, Theria Stefani Salhuteru selaku promotor komunitas Moluccas Coastal Care (MCC) mengambil tindakan kreatif peduli lingkungan khususnya pesisir dan laut dengan program kreatifnya yaitu Trash Challenge.

Pesisir pantai Negeri Batu Merah (Hatu Kauw) - Kota Ambon, menjadi titik sample MCC untuk mengkampanyekan kebersihan lingkungan pesisir pantai.

Menurut Theria, kondisi pesisir yang menjadi titik fokus trash challenge tersebut sangat memprihatinkan, banyak sampah yang bertebaran bahkan menumpuk menutupi pasir pantai. Tentu akan sangat berdampak buruk bagi ekosistem laut. Belum lagi jika anak - anak kecil bermain dan mandi di sekitar pantai tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada sabtu 27 April ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat, berbagai komunitas, hingga TNI dan POLRI. Semua melakukan kerja bakti pembersihan pantai dengan penuh semangat.

Sampah terbanyak yang ditemukan adalah sampah plastik berupa bungkusan makanan ringan, kresek, tali nilon, serta peralatan nelayan yang sudah rusak. Oleh karena itu, komunitas MCC telah menyiapkan sejumlah garpu rumput, parang, gergaji besi, hingga karung untuk mengangkut sampah dari pantai ke area jalan raya untuk dibawa ke TPS.

Molucas Coastal Care
Trash Challenge
Molucas Coastal Care
Aktivitas yang berlangsung selama kurang lebih lima jam ini, menurut Theria, semoga  dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat Kota Ambon akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta lebih peduli lagi akan kebersihan ekosistem laut. Lanjut Theria, Banyak negara maju yang sudah melakukan hal semacam ini, Indonesia selaku negara berkembang seharusnya tidak boleh diam, justru harus lebih gencar lagi menyuarakan program peduli lingkungan.

Satu pesan yang sangat menginspirasi dari Theria : "Mari katong kalesang pesisir dan laut Maluku"




#tahuribabunyi
#MoluccasCoastalCare
#TrashChallenge 
 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes