PARIWISATA

OPINI

TRADISI

Latest Updates

Konsep Trash Challenge Manurut Theria Salhuteru

2:14 PM
Gebrakan kampanye sampah plastik yang mendunia khususnya di Asia Tenggara masih tetap berlangsung hingga sekarang.  Tak terkecuali Maluku, berbagai komunitas peduli lingkungan pun ikut mengkampanyekan masa depan bangasa yang sangat fundamental dalam hal kebersihan dan kesehatan tersebut.

Theria Stefani Salhuteru
Ketua Molucas Coastal Care
Dengan tujuan mengubah mind set masyarakat akan pentingnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya, Theria Stefani Salhuteru selaku promotor komunitas Moluccas Coastal Care (MCC) mengambil tindakan kreatif peduli lingkungan khususnya pesisir dan laut dengan program kreatifnya yaitu Trash Challenge.

Pesisir pantai Negeri Batu Merah (Hatu Kauw) - Kota Ambon, menjadi titik sample MCC untuk mengkampanyekan kebersihan lingkungan pesisir pantai.

Menurut Theria, kondisi pesisir yang menjadi titik fokus trash challenge tersebut sangat memprihatinkan, banyak sampah yang bertebaran bahkan menumpuk menutupi pasir pantai. Tentu akan sangat berdampak buruk bagi ekosistem laut. Belum lagi jika anak - anak kecil bermain dan mandi di sekitar pantai tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada sabtu 27 April ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat, berbagai komunitas, hingga TNI dan POLRI. Semua melakukan kerja bakti pembersihan pantai dengan penuh semangat.

Sampah terbanyak yang ditemukan adalah sampah plastik berupa bungkusan makanan ringan, kresek, tali nilon, serta peralatan nelayan yang sudah rusak. Oleh karena itu, komunitas MCC telah menyiapkan sejumlah garpu rumput, parang, gergaji besi, hingga karung untuk mengangkut sampah dari pantai ke area jalan raya untuk dibawa ke TPS.

Molucas Coastal Care
Trash Challenge
Molucas Coastal Care
Aktivitas yang berlangsung selama kurang lebih lima jam ini, menurut Theria, semoga  dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat Kota Ambon akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta lebih peduli lagi akan kebersihan ekosistem laut. Lanjut Theria, Banyak negara maju yang sudah melakukan hal semacam ini, Indonesia selaku negara berkembang seharusnya tidak boleh diam, justru harus lebih gencar lagi menyuarakan program peduli lingkungan.

Satu pesan yang sangat menginspirasi dari Theria : "Mari katong kalesang pesisir dan laut Maluku"




#tahuribabunyi
#MoluccasCoastalCare
#TrashChallenge 

Maluku, Digital Industry & RI 4.0 (Part 2 Survivor)

10:16 AM
Hipotesa jiwa kemalukuan yang selalu survive dalam setiap perubahan zaman telah kita uji pada artikel sebelumnya Maluku, Digital Industry & RI 4.0 (Part I Introduction), namun menimbulkan pertanyaan baru yang sangat fundamental yaitu bagaimana cara Maluku survive di era Revolusi Industri 4.0 ? Mengingat sejumlah ketertinggalan daerah dalam berbagai bidang, maka untuk menjawab pertanyaan tersebut dibutuhkan suatu sudut pandang yang unik dan spesifik sebelum berkecimpung lebih jauh dalam era yang serba instant dan efisien seperti sekarang ini.

Maluku 4.0
Anak Maluku Kreatif

Berikut ini adalah beberapa contoh generasi Maluku baik yang baru dalam tahap start-up ataupun yang telah terbukti survive dalam dunia indusri digital.

#1. GAC 

Trio bersaudara yang sebelumnya biasa - biasa saja, sekarang sudah sangat mendunia karena konsep musik yang dikolaborasikan dengan fashion, sound editing, video graphic hingga branding dan marketing. Mereka tidak perlu menggunakan unsur sexualitas atau gosip LGBT yang terkesan alay untuk mendongkrak popularitas. Mereka bahkan bisa dikatakan menjual 100% kualitas dengan komposisi musik yang sangat pas. Jika Maluku dikenal dengan pita suara alami yang luar biasa, maka untuk berkecimpung dalam industri digital, dibutuhkan konsep kolaborasi bersama bidang lain.

Perilaku monoton seperti hanya menyanyi dan menyanyi tidaklah cukup untuk survive dalam skema RI 4.0 karena untuk jaman sekarang yang serba instant, siapapun bisa bernyanyi bahkan rekaman sendiri. Namun bagaimana dengan teknik pemasarannya ? itulah x factor yang sudah disadari GAC jauh sebelum mereka terkenal seperti sekarnag. Trio dengan pita suara emas ini memiliki masa depan yang sangat cemerlang dalam industri musik karena sangat unik dan berkualitas.


#2. Like Project (Haickal)

Dulu pekerjaan sampingan sebagai seorang Youtuber dipandang sebelah mata karena terkesan tidak ada gunanya. Namun seiring berkembangnya pola pikir dan kreatifitas manusia dari masa - ke masa, Youtuber justru merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan dalam hal pendapatan. Hal ini disadari oleh salah seorang Tanat Evav (Anak Kei) Haickal dengan chanel youtube Like Project.

Selain memilih konten "prank" sebagai senjata utama, anak muda ini juga sangat kreatif dalam video editing dan menajemen konten sehingga yang paling dicari orang dalam hal tontonan hiburan akan langsung menjadi subscribernya. Karena interaksi dan relasi dengan subscriber juga dijalinnya dengan baik maka tidak heran penggemar setia chanel Like Project sudah lebih dari 1.000.000 orang. Tidak gampang untuk tetap konsisten dalam hal semacam ini, apalagi jika dilakukan sambil sekolah/kuliah/kerja, tapi yang namanya passion tidak ada kata kompromi.


#3. KAPALABATEREK

Ini adalah akun instagram yang hanya berisikan quotes dengan bahasa Ambon yang dipadukan dengan latar belakang fotografi, akan tetapi followersnya lebih dari 60K dengan spesifik wilayah dan kemungkinan besar pengikutnya ini adalah anak muda Maluku dari seluruh belahan dunia. Apa yang membuat akun ini begitu populer ?. Ternyata keunikannya adalah orang yang berpikiran negatif akan menanggapi dengan negatif pula ketika membaca quotes dalam postingannya, tapi orang yang berpikir positif justru akan menanggapi dengan positif untuk setiap postingannya. Atau dengan kata lain, setiap kalimat yang diciptakan admin akun misterius tersebut menimbulkan makna ambigu, tergantung sudut pandang pembacanya.

Keuntungannya pun didapat dari endorse produk jika ada perusahaan yang mau mempromosikan produknya dengan targer market adak muda khususnya di daerah Maluku. Bagi orang awam marketing, hal ini sulit dipahami, namun jika anda seorang etrepreneur, anda akan sepakat bahwa dibalik akun ig @kapalabaterek ini ada orang yang sangat kreatif untuk mengelolanya.


#4. Steve Pattinama / Cameo Project

Jika Haickal adalah solo youtuber maka, berbeda dengan Steve. Nyong Ambon dengan tampang sangar sekaligus lucu ini berada dalam tim Cameo Project yang semua personelnya berasal dari daerah yang berbeda - beda. Yang unik dari Steve adalah bagaimana ia terlibat menyuarakan persatuan dan perdamaian khususnya dalam hal mempromosikan Maluku dalam tim Cameo. Ia juga tidak malu untuk sesekali menggunakan bahasa Ambon dalam berbagai scene video mereka. Bahkan ia pernah bersama tim Cameo Project liburan ke Ambon hingga mengajari mereka cara memakan papeda. Luar biasa sekali.


#5. VNshop

VNshop adalah industri perorangan yang menjual produk pakaian seperti topi, t-shirt, sweater dll yang menggunakan instagram sebagai sarana utama mempromosikan dan menjual produk mereka. Dulu, orang tidak terlalu mengerti menajemen dan keuntungan dibalik hanya menjual kaos sablon. Sekarang VNshop telah membuktikan bahwa industri konvensional yang jika di tune-up dengan kolaborasi social media, maka ada keuntungan yang sangat menjanjikan yang didapat. Jumlah pembeli setianya pun terbilang banyak dan terbagi atas berbagai kalangan.

Yang unik dari produk mereka adalah masih seputar mempromosikan Maluku lewat karya sablon maupun bordiran pada setiap produk yang dibuat. Bayangkan jika perusahaan ini memiliki pabrik tekstil sendiri, memiliki kariawan untuk mengurus produksi hingga perhitungan income. Dengan tetap memanfaatkan industri digital maka industri konvensional akan mampu bertahan dan beregenarasi selama permintaan pasar terus bertambah.


#6. Parker Casio Patty (PCP)

Dalam kategori kemungkinan terebesar untuk menyatakan populasi terbesar maka 92% - 100% adalah angka yang signifikan untuk menggambarkan minimnya popularitas PCP. Sederhananya, anda pasti tidak mengenal siapa orang ini dan apa hubungannya dengan Industri Digital dalam Skema RI 4.0 untuk membangun Maluku tercinta.

Kalau diperhatikan dengan baik, huruf yang dicetak tebal adalah faktor - faktor yang sangat fundamental seseorang akan mampu survive dalam RI 4.0 khususnya dalam sayap industri digital. Poin - poin beserta 5 contoh sample diatas tersebut didapat dari hasil interview bersama PCP.

Kategori industri digital adalah ranah kerjanya Parker yang disimpul dalam Branding & Digital Marketing. Sistem digital seperti database hingga perayap Search Engine mampu dimanfaatkan Parker untuk membangun Maluku agar bisa berkompetisi dalam RI 4.0 tentunya.

Sebagian besar dari anda akan bingung dan bertanya, pekerjaan model apa yang dikerjakan PCP ini. Untuk mempermudahnya, berikut ini adalah daftar prestasi Maluku yang tidak pernah diketahui orang banyak dikerjakan oleh entrepreneur muda Maluku sendiri.

a) Mangente Ambon 2016

Ini adalah ajang promosi Kota Ambon paling booming yang pernah ada. Logo dan teknik promosinya dikerjakan oleh Parker, kaos hingga piala bergilir belang arombae juga dikerjakan olehnya. Hal ini sangat berkontribusi untuk mendatangkan turis lokal maupun manca negara khususnya menjelang HUT kota Ambon tiap tahunnya.

b) Puteri Pariwisata Mentari Mahakena

Sampai sekarang Mentari masih tetap eksis mempromosikan daerah padahal ajang pemilihannya sudah selesai. Nona manis yang masih sangat muda itu di-branding sedemikian rupa oleh Parker agar tidak ketinggalan jaman, namun justru akan tetap dikenal sebagai puteri pariwisata Maluku terbaik sepanjang masa. Anda bisa membuktikannya dengan mencari di google dengan keyword "puteri pariwisata maluku" tanpa keterangan tahun. Sudah tahun 2019 tapi mentari masih mendominasi serach engine.

c) Anugerah Pesona Indonesia

Siapa sangka, Parker juga berperan dibalik prestasi juara satu Kei Evav sebagai karegori surga tersembunyi, Ora Beach sebagai destinasi wisata populer hingga tarian adat populer yaitu bambu gila. Tiga kategori sekaligus dikantongi Maluku dalam ajang pariwisata bergengsi tersebut. 


Kalau diulas semuanya, maka satu artikel saja tidak akan cukup. Tujuan utama dalam artikel ini adalah untuk merangsang pola pikir anak - anak Maluku agar lebih kreatif dan inovatif untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik. Jika keenam contoh di atas berani mengambil bagian dalam RI 4.0 lewat sayap industri digital maka tidak menutup kemungkinan di masa depan ada anak Maluku yang lebih kreatif dalam bekerja atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan ketimbang hanya mengeluh ketertinggalan Maluku.

Apakah anda termasuk survivor dalam Revolusi Industri 4.0 ?



#tahuribabunyi 

Maluku, Digital Industry & RI 4.0 (Part 1 Introduction)

7:53 AM
Industri digital bergerak sangat cepat. Teknologi konvensional perlahan mulai digantikan dengan teknologi sistem automasi atau robot. Pekerjaan yang bersifat rutinitas benar - benar tertinggal dibanding dengan cara kerja orang - orang yang berpikir kreatif dan inovatif.

Digital Industri Networking
Digital Industri Networking
image source : www.suaramerdeka.com

Lantas bagaimana dengan masa depan generasi Maluku milenial agar mampu survive dalam kanca revolusi industri 4.0 ? taukah anda bahwa Maluku tertinggal sangat jauh untuk berkompetisi dalam dunia industri digital ? 

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, terlebih dahulu kita akan menguji hipotesa "Maluku selalu survive dalam setiap perubahan zaman" berdasarkan fakta sejarah.

Mulai dari eksistensi Maluku di masa kejayaan Nusantara, hingga eksodus keturunan Mongolia ke Asia Tenggara, Maluku masih berdiri tegak. Dari masa berdirinya Palembang Parameswara hingga kejayaan Mataram, Maluku masih tetap berdiri tegak. 

Peperangan demi peperangan terus terjadi hingga masa kolonialisme, Maluku masih tetap eksis. Sebut saja negara - negara besar seperti Spanyol, Inggris, Jepang, Belanda, Arab, India (dan masih banyak lagi) terus bergantian berdatangan ke Maluku hingga terjadi banyak akulturasi social dan budaya. Sekali lagi, Maluku masih tetap eksis.

Pasca PD II hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia pun Maluku tetap terbukti survive dalam peperangan dunia terbesar dalam sejarah tersebut, bahkan salah satu basis pecah perang yaitu di Maluku sendiri dengan lokasi seperti di Morotai ataupun Saumlaki, orang Maluku sendiri yang berperang melawan penjajah.

Hingga yang terakhir propaganda dibalik kerusuhan Ambon berdarah 99 yang mengatas namakan agama, padahal hanya permainan politik dari orang - orang yang rakus harta dan kekuasaan.

MALUKU MASIH TETAP EKSIS !

Hipotesa "Maluku selalu survive dalam setiap perubahan zaman" telah terbukti dengan eksistensi Maluku hingga sekarang.

Kembali ke pertanyaan di atas. Apakah jiwa survive kemalukuan ini akan terus ada hingga era Revolusi Industri 4.0 dan masa depan ? apakah ada orang Maluku yang sudah mengerti industri digital dan survive di dalamnya ? atau bahkan genarasi Maluku milenial sendiri belum mengerti perubahan zaman modern RI 4.0 itu sendiri ?

Jawabannya tentu saja sudah ada orang Maluku yang berkecimpung dalam era industri digital dalam skema RI 4.0, bahkan beberapa di antaranya adalah anak - anak muda kreatif dan inovatif dalam berbagai kategori sayap industri.

Siapa saja mereka ? Mengapa mereka harus berpikir keras untuk melawan ketertinggalan Maluku dibanding hanya protes yang tak berujung ? Bagaimana cara mereka mampu meloncati ketertinggalan Maluku dan survive dalam industri digital ?

Jawabannya ada dalam artikel selanjutnya.




#tahuribabunyi #MalukuMilenial #MalukuRI4.0

Lopalopa : Tas Selempang Yang Terbuat Dari Pelepah Sagu

2:14 PM
Kerajinan tangan seperti perhiasan dari kerang atau anyaman bambu sudah sering kita jumpai di berbagai daerah, tapi bagaimana dengan tas selempang yang terbuat dari pelepah pohon sagu ? 

Tas Lopalopa
Tas Lopalopa
Lopalopa namanya, tas ini dikenal populer di Pulau Seram (Nusa Ina) pada berbagai negeri adat seperti Kamal, Manusela dan Supa Maraina, Maluku Tengah. Terlihat klasik, unik dan artistik, tas ini ternyata mampu bertahan dan bermetamorfosis seiring berjalannya waktu mengingat lopalopa adalah warisan leluhur yang diwariskan secara turun - temurun.

Tas Lopalopa
Tali Daun Sagu/ Daun Tikar
Untuk membuat satu buah lopalopa, dibutuhkan pelepah batang sagu kering dan daun sagu untuk anyaman, bisa juga menggunakan daun tikar atau tali nilon sebagai pengganti tali. Ukurannya pun berfariasi tergantung pelepah yang digunakan, umumnya hanya seukuran tas selempang. Dengan sedikit teknik anyaman lokal, batang sagu kering pun bisa disulap menjadi sebuah tas yang memiliki nilai seni yang tinggi.
Tas Lopalopa

Tas Lopalopa
penggemar tas lopalopa
Biasanya tas lopalopa digunakan sebagai wadah meletakan kapur sirih, pinang dan tabaku (tembakau) rokok linting, namun karena tas unik ini semakin digemari anak muda dan para pendatang, lopalopa juga bisa digunakan untuk meletakan barang-barang seperti sapu tangan, dompet dan handphone (disesuaikan dengan wadah). Untuk kondisi khusus, lopalopa juga bisa kita lihat dipakai pada seorang Kapitan yang siap melakukan cakalele.

 Tas Lopalopa
Lopalopa dipakai seorang Kapitan
Ternyata di Sumatra atau lebih tepatnya di daerah Mentawai lopalopa juga ada tapi dikenal dengan nama Tas Baklu. Wajar saja karena di Sumatera juga tumbuh pohon sagu.

Tas Baklu - Mentawai
Tas Baklu - Mentawai
image source: togatlaggaimentawai.wordpress.com
Sebagai salah satu brand lokal, sangat jarang kita temui kerajinan tangan dalam hal menciptakan tas selempang dengan bahan alami, biasanya hanya anyaman bakul atau anyaman tas perempuan, berbeda dengan tas lopalopa ini, bisa digunakan oleh pria ataupun wanita, anak-anak hingga orang dewasa. 



#lopalopa
#tahuribabunyi 
 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes