9 Instrumen Dibalik Kepiawaian Perang Orang Maluku

Akal budi merupakan unsur makhluk hidup yang hanya dimiliki manusia, oleh karena itu manusia berada pada tingkat tertinggi dalam rantai makanan disamping unsur - unsur lainnya. Keberadaan manusia yang memiliki akal budi ini tidak serta - merta menjamin kesejahteraan dalam keberagaman budaya antar bangsa sehingga perang secara transparan maupun secara tersembunyi masih kerap terjadi bahkan di dalam negara sendiri. 

Seni Perang Orang Maluku
Wakasihu, Kapitan Wate Aru
image source : http://rudyalan.blogspot.co.id/p/wakasihu.html

Dengan demikian, otomatis setiap bangsa memiliki sistem pertahanan baik skala moderen maupun tradisional yang kental dengan adat. Misalnya di Maluku yang telah terbukti melahirkan banyak pahlawan pemberani dan perkasa. Kepiawaian dalam seni perang orang Maluku umumnya memiliki 9 instrumen utama yaitu ;

#1. Parang
Parang secara umum merupakan senjata/ perkakas yang digunakan dengan cara dipegang dan diayunkan untuk menebas musuh. Yang unik dengan parang khas Maluku pada umumnya adalah memiliki ukuran yang panjang layaknya parang Kapitan dan sudut lancip di bagian depan, beberapa negri adat memiliki parang yang sangat unik. Jenis parang yang paling berbahaya adalah parang yang ditempah bukan dari besi, tapi dari sejenis batu karang yang kaya akan unsur besi. Parang jenis ini tidak bisa patah ataupun berkarat.

#2. Salawaku
Lazimnya disebut perisai, merupakan instrumen yang digunakan bersamaan dengan parang. Jika parang melambangkan 'serang' maka salawaku melambangkan 'pertahanan'. Biasanya dipegang menggunakan tangan kiri, berguna untuk menangkis serangan serta mengatur keseimbangan prajurit adat. Ukuran salawaku yang ideal disesuaikan dengan postur prajurit dan memiliki berat yang seimbang dengan parang. Akan tetapi untuk level Kabaresi (prajurit adat dengan pakaian tempur lengkap) salawaku biasanya berukuran sangat besar dan panjang, begitupun dengan  parangnya.

#3. Tombak
Jika parang digunakan untuk menebas, maka tombak digunakan untuk menusuk. Tombak terbuat dari kayu besi yang panjang dan ujungnya terdapat logam tajam dengan beraneka bentuk, umumnya berbentuk trisula. Tombak memiliki makna patokan perbatasan wilayah, prajurit yang menggunakan tombak adalah prajurit yang benar - benar piawai dalam strategi duel jarak dekat ataupun jarak jauh untuk tetap mempertahankan wilayah yang sementara diserang.

#4. Busur & Kalawai
Sama halnya dengan bangsa lain, Maluku juga menggunakan busur dan kalawai/ anak panah untuk menghalau musuh jarak jauh. Senjata ini paling umum digunakan oleh orang Maluku Tenggara atau lebih tepatnya orang Kei Evav. Prajurit adat yang bertugas memegang instrument ini adalah prajurit yang sangat bisa mengendalikan diri dan mampu berkonsentrasi dalam situasi sesulit apapun, mulai dari memperkirakan kelembaman udara, kecepatan dan arah angin, membidik hingga menembak harus benar - benar diperhitungkan dengan baik. 

#5. Tifa & Tahuri
Kedua unsur ini merupakan alat musik khas Maluku. Tifa dipukul dan tahuri/ terompet kerang ditiup. Gunanya adalah sebagai penyemangat dan menjaga agar prajurit tetap berada pada irama/ tempo. Misalnya emosi setiap prajurit harus berada pada tempo yang sama, setiap pergerakan prajurit pun harus sesuai dengan suara tifa dan suara tahuri yang terus - menerus membakar semangat setiap prajurit. Tifa tahuri sering digunakan untuk ritual cakalele sebelum para prajurit turun perang.

#6. Bambu
Tidak ada yang spesial dengan instrumen ini, akan tetapi bambu sangat berbahaya jika digunakan dalam berperang. Bagi para kapitan ataupun tetua adat level tinggi, mereka biasanya tidak mau menginterfensi perang secara langsung, cukup memerintahkan bambu untuk terbang dan menikam lawan maka bambu tersebut akan langsung terbang dan menikam lawan secara mistis.

#7. Sandi
Setiap negri adat memiliki pasukan militernya sendiri, sementara antar negri saja menggunakan bahasa mereka masing - masing. Sesama prajurit Alifuru bisa saling mengetahui mana kawan dan mana lawan dari jenis simbol kakehan yang ada pada tubuh ataupun hiasan pada salawaku mereka. Bagi sebagian prajurit yang lain, warna kain berang dan ikat kepala memiliki arti tersendiri seperti pada Maluku Tenggara yang menggunakan ikat kepala dengan motif - motif rahasia. Semua itu merupakan bagian dari sistem sandi Alifuru disamping bahasa Tanah.

#8. Senjata Rakitan
Inilah yang jarang sekali diketahui banyak orang luar. Hanya dengan modal perkakas, korek api dan pipa besi, anak - anak Agas sudah bisa membuat bom dengan skala ledak tinggi. Tidak ada yang mengetahui bagaimana anak - anak kecil di Maluku bisa merakit senjata, bom, longser dan TNT, yang jelas mereka ada dan tersebar di hampir seluruh Maluku tanpa diketahui banyak orang. Anak - anak ini memiliki tugas khusus dalam berperang yaitu membakar dan meledakan atau lazimnya disebut 'pasukan sapu rata'. Bayangkan skill anak - anak saja sudah begitu, bagaimana dengan orang dewasa ?

#9.  Leluhur & Tuhan
Inilah kunci kepiawaian strategi perang orang Maluku. Kami kental dengan adat, menghormati leluhur/ pendahulu dan menyembah Tuhan yang benar. 
- - -

Sejarah merupakan saksi bisu kepiawaian orang Maluku dalam berperang yang tidak pernah kalah melawan bangsa lain kecuali karena di adu domba (politik adu domba). Mulai dari jaman dulu hingga jajaran Kapitan bahkan hingga sekarang ini, eksistensi seni perang orang Maluku mutlak dan rapih untuk melindungi tanah tumpah darah. Oleh karena itu, penting bagi generasi penerus (Anak Alifuru) agar pandai menilai dan menghadapi isu profokatif.



#tahuribabunyi

Share this:

 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes