Udah tau Forum Anak Maluku ?

11:35 AM

Sekarang, anak - anak sudah bisa berorganisasi layaknya orang dewasa. Diakui dan resmi dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Struktur organisasi anak ini sangat rapih dan terorganisir. Mulai dari Forum Anak Nasional (FAN), Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan.

Organisasi ini bertujuan untuk meningkatan kapasitas anak di bidang penanaman nilai-nilai luhur budaya bangsa, nasionalisme, patriotisme, serta pengembangan karakter bangsa yang disampaikan dalam suasana bermain, partisipatif dan rekreatif berdasarkan tema-tema yang ditentukan (dikutip dari website resmi forumanak.id).

Forum Anak Maluku
(Pengurus Forum Anak Maluku Manise dalam kegiatan workshop lingkungan dan penanaman mangrove bertempat di Amrican Corner Universitasn Pattimura 19/06/2023)
 
Kini kepengurusan resmi organisasi Forum Anak Maluku Manise (FAMM) dinahkodai oleh @abimanyu.daniel Abimanyu Daniel Sembiring yang dibantu oleh @jano.limba Jano Primus Limba - Wakil Ketua I, @joysharo_o Joy Sharon Kotalewalae - Wakil Ketua II.

Layaknya organisasi lainnya, FAMM juga memiliki sejumlah divisi yang berperan aktiv dalam perumusan dan eksekusi program kerja, terdiri dari;

Divisi Keuangan
Cardinalia Gan @naligan23

Divisi Kelembagaan & Humas
Aurel Eunike Sopulatu @aurelleunike.s

Divisi Kesekretariatan
Genna D Ayal
Gloria Stella Huwae @gloriahwe

Divisi Kreatif
Asafita Tuanger @asftachr._

Divisi PPA
Eka Salsabila Sangadji @eka_sangadji

Puteri Anak Indonesia Lingkungan
Forum Anak Maluku
(Audiensi FAMM bersama Kepala DP3A dan DLH Provinsi Maluku)

Salah satu program sukses mereka adalah kegiatan PENDEKAR pada 19-20 Juni 2023. Workshop lingkungan dan tutorial menanam mangrove yang diekseskusi besoknya di pesisir pantai Dusun Weti, Desa Tawiri, Ambon.

Tidak tanggung - tanggung, sejumlah proses layaknya organisasi ekspert, mampu mereka lalui bahkan dengan sangat profesional. Mulai dari perencanaan program, Budgeting, Surat-menyurat, Audiensi dengan para Kepala Dinas, Pemerintah Desa Tawiri, RT, Kepala Soa hingga Anak - anak di Dusun Weti pun berhasil mereka koordinir dengan rapih.

Hal ini dibuktikan dengan terkumpulnya 48 Jumbo Trash Bag yang terisi penuh dengan berbagai kategori mulai dari limbah medis, plastik, organik, logam dll dipungut dan dikumpul dengan rapih di lokasi kegiatan. Bahkan sampah - sampah ini pun diangkut dan dibawa ke tempat pembuangan sampah untuk ditindaklanjuti oleh penanggungjawab persampahan.

Bukan itu saja, mereka pun melanjutkan menanam 200 anakan mangrove yang lubangnya sudah digali oleh warga Dusun Weti. Kerjasama lintas jaringan yang patut diapresiasi. 

tanam mangrove ambon
(FAMM bersama anak - anak Dusun Weti, Desa Tawiri, IG @mrsthlrw_)


Maraknya kasus kekerasan, pergaulan bebas dan kriminalitas yang tinggi terhadap anak membuat banyak orang tua harus ekstra hati - hati melakukan pengawasan. Dengan adanya forum anak ini, alternatif pengaduan ancaman dan mitigasi dapat terlaksana apalagi difasilitasi oleh anak - anak itu sendiri. STOP KEKERASAN PADA ANAK, STOP ROKOK PADA ANAK.

 

 

#forumanaknasional
#forumanakmalukumanise






  

7 Komunitas Paling Aneh di Ambon

2:19 PM

Nah, Ambon sekarang sudah beda jauh dibanding sepuluh tahun lalu. Perkembangan teknologi, mudahnya akses informasi, hingga trend fashion dan kuliner sangat mempengaruhi karakter orang Ambon yang semulanya terkesan jahat - jahat, kini sudah mulai beralih ke open minded dan lebih mudah berinteraksi lintas jaringan.

Katogori komunitas yang tadinya hanya sebatas seni, baca tulis, musik dan lingkungan, kini sudah mulai menjamur berbagai komunitas dengan bidang yang bisa dibilang cukup aneh, mulai dari :

#1 PENDEKAR 2023

Bukan komunitas bela diri. Pendekar adalah kependekan dari Penjaga Daerah Sekitar yang bergerak di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak termasuk lingkungan. Uniknya, Komunitas ini hanya terdiri dari anak - anak usia di bawah 18 tahun. Yang paling luar biasa dari komunitas ini adalah ketika mereka belum memahami betul sistem birokrasi dan keterbatasan pengalaman, justru mereka mampu merencanakan dan mengeksekusi program - program besar tanpa backup orang belakang dan anggaran proyek. Salah satu program sukses mereka adalah Workshop dan eksekusi pembersihan pantai serta tanam 200 mangrove di Pantai Desa Tawiri unik memulihkan ekosistem pantai di sana. Total partisipan lebih dari 250 bocah dan perangkat Desa mulai dari RT, Kepala Zoa hingga Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Tawiri. Lebih dari 40 kantong besar berisi sampah berhasil mereka kumpulkan dan mengangkutnya ke tempat sampah.

#2 Komunitas kontes nyanyi, fashion, kecantikan dan ketampatan

Dulu kita hanya mengenal Indonesia Idol dan Bintang Radio. Sekarang banyak sekali kontes yang dipromosikan di Maluku hingga melahirkan agency yang membina calon - calon peserta. Tidak sedikit anak - anak kecil, remaja hingga dewasa yang berminat mendaftar dan mengikuti kontes-kontes tersebut, mungkin karena anak - anak jaman sekarang lebih tertarik dengan kegiatan ekstrakurikuler dan panggung untuk mengasah bakat walaupun ternyata ekspektasi mereka akhirnya sangat berbeda dengan realita yang dihadapi. Menajemen abal - abal, tumpang tindih kepentingan, hingga kena tipu, sering kali membuat para kontestan kecewa yang akhirnya membuat beberapa ajang bergengsi terkesan tidak professional.

#3 Komunitas LGBT

Tanpa disadari, kampanye hitam kaum 'pelangi' mulai diperbincangkan secara diam - diam. Hal yang dianggap tabuh ini tentu saja ditolak 100% orang Maluku apalagi seiring bertambahnya kasus HIV/AIDS. Waspada lingkungan sekitar anda, mulai dari tetangga, koskosan, teman kantor, atau bahkan diri anda sendiri tanpa anda sadari.

#4  Komunitas Politik Lapangan

Bagi yang sering nongkrong di pos ojek, kafe, rumah kopi atau restoran pasti pernah merasakan risihnya orang sebelah yang bicara panjang lebar soal politik bak asisten pribadi Socrates dengan suara yang sengaja dikeraskan. Orang - orang ini biasanya punya komunitas politik yang ditugaskan untuk menggiring issue atau mengumpulkan informasi di lapangan demi kepentingan tertentu. Walaupun pada ujungnya sudah pasti yang didapat orang - orang seperti ini hanyalah gigit jari.

#5 Panggel Pulang

Kampung panggel pulang, sekolah panggel pulang, teman masa kecil panggel pulang, kompleks panggel pulang, pokoknya hampir semua jaringan ada panggil pulangnya. Setelah pulang, biasanya ada pesta, silaturahmi, update silsilah keluarga dan jumlah jiwa, ujung-ujungnya ada kepentingan politiknya juga. Hmm

#6 Komunitas Mancing

Perilaku komunitas mancing bukan lagi naik perahu lalu mancing di sekitar saharu. Sekarang hampir di tiap jembatan ada saja orang yang mancing, di pinggir - pinggir pengeringan pantai ada juga yang mancing, di atas kapal yang lagi bebas jadual pun ada yang mancing, di atas tebing - tebing batu karang ada juga yang mancing. Walaupun hanya bawa pulang sisa umpan tanpa hasil, besoknya si tukang mancing ini akan balik lagi ke tempat yang sama. Begitu seterusnya sampai entah kapan mereka berhenti mancing.

#7 KOMA

Kalau tidak ada yang mengucapkan kata KOMA, maka komunitas ini akan terus mimun kopi hingga bergelas - gelas. KOMA adalah singgatan dari Kopi Maluku sekaligus kata penutup untuk mengakhiri pertemuan minum kopi. Yang membedakan dari peminum kopi lain adalah setiap personel KOMA mampu minum lebih dari lima gelas berturut - turut SETIAP HARI. Anehnya mereka tetap sehat dan tidak terkena penyakit asam lambung ataupun jantung. Konon mereka ini adalah orang - orang yang sangat memahami dunia kopi.



#komunitasambon
#komunitasmaluku
#komunitas

Desa Tawiri : Kolam Pemandian Air Panas Tapi di Pantai

11:29 AM

Pemandian air panas di pegunungan sudah biasa, di hutan juga sudah biasa, yang luar biasa ada pemandian air panas di Dusun Weti, Desa Tawiri, Ambon yang belum banyak diketahui orang.

kerusakan lingkungan Ambon
lokasi kolam pemandian air panas yang tertutup bangkai kapal

Luar biasa ! adalah kata - kata yang tepat untuk mendeskripsikan lokasi pantai yang unik ini. Menurut tuturan warga Dusun Weti, pantai ini adalah tempat untuk mencari bia, nelayan buang jaring untuk menangkap ikan dan udang hingga anak - anak yang biasanya mandi di pantai tapi di sebelah kolam karena itu tempat air panas alami.

Sudah puluhan tahun pantai ini terbengkalai dan tercemar karena ada bangkai kapal dan sampah laut 'kiriman dari orang' yang tidak bertanggungjawab.

Anda hanya bisa memasuki pantai ini melalui jalan lorong masuk perbatasan daerah Riang dan Tawiri, tidak jauh dari Bandar Udara Pattimura Ambon. Dari jalan raya, cukup berjalan kaki selama satu menit, anda akan melihat tempat penangkaran mangrove, kolam air panas, bangkai kapal yang tidak terurus dan tentu saja pantai indah dengan pemandangan teluk Ambon.

Sayang sekali lokasi potensi pariwisata ini tidak terlalu diminitai oleh instansi pemerintah yang menangani bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baik dari warga, RT, Kepala Soa dan perangkat Desa Tawiri khususnya sekitaran Dusun Weti sangat mengharapkan adanya penanganan khusus terkait pengembangan pariwisata di lokasi ini.

kolam air panas Desa Tawiri
bocah Dusun Weti di kolam air panas tepi pantai

 

Selai Roti Buah Tomitomi

10:17 AM

Kabar baik buat para pecinta roti oles. Kini ada pilihan selai dengan citarasa buah tomitomi yang siap menemani pagi anda.

Selai roti sara buah tomitomi

Buah tomitomi berbentuk seperti kelereng yang rasanya asam kecut dengan sensasi manis. Semakin langkanya buah tomitomi membuat buah ini tidak banyak dikenal orang, bahkan mungkin ada yang belum pernah melihat buah ini secara langsung.

Di tangan Ibu Amanda (Owner), buah merah yang tadinya hanya tumbuh di beberapa pekarangan rumah orang Ambon pada umumnya ini, kini disulap menjadi selai roti dengan value yang sangat kuat, kwalitas terjamin dan tanpa menggunakan pengawet bahan kimia. 

Buah yang belakangan sudah mulai langka di Maluku ini memiliki citarasa asam manis yang segar dan sangat pas untuk dikolaborasikan dengan karbohidtrat roti tawar.

Ala-ala homade UMKM, selai unik dan langka ini perlahan mulai dikenal dan diminati oleh para pecinta selai roti. Tak jarang, sekarang mulai berdatangan orderan seperti halnya UMKM dengan produk lain.

Pemesanan bisa langsung menghubungi owner melalui IG @radelfei.homemade atau via WA 081334940448.

Selain terampil dalam menciptakan resep selai roti, Ibu Amanda juga aktif dalam forum UMKM yang difasilitasi Bank Indonesia KPw Maluku.

 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes