Siapa Bilang Inai Yotowawa Hanya Boleh di Dapur ?

11:57 AM
Dalam perannya pada filem Titanic, Rose (Kate Winslet) di hari tua mengatakan "hati perempuan adalah lautan samudera yang paling dalam". Artinya terlampau banyak rahasia cerita kehidupan yang terpendam dalam batin seorang perempuan perkasa. Hal ini sangat mirip dengan ciri khas perempuan Maluku khususnya dalam diri seorang Inai Yotowawa.

Wunuhalono Dahoklory
Inai Yotowawa
Inai adalah gelar adat bagi seorang perempuan Maluku Barat Daya khususnya Kisar. Siapapun yang menyandang gelar ini berarti memikul tanggung jawab besar, tidak hanya sebatas urusan dapur dan beranak cucu, seorang Inai harus mampu menjalankan tanggung jawab sesuai mataruma yang ia pikul, bagaimana ia duduk dalam ritual adat, berjalan, menjamu, bahkan berbicara, semua ada aturannya. Hal ini adalah alasan mengapa seorang Inai sangat dihargai dan dihormati. Akan sangat berbahaya jika ia diperlakukan kasar oleh orang lain, bisa panjang proses bayar hartanya.

Lantas bagaimana semestinya peran seorang Inai dalam dunia globalisasi yang serba canggih ini ?

Eksistensi perempuan MBD yang kreatif dan survive dalam era digital ini memang sangat sulit ditemukan. Namun ternyata ada seorang Inai Yotowawa yang berhasil redaksi tahuribabunyi temukan dan berhasil diwawancarai untuk menjawab pertanyaan di atas. Dia adalah Wunuhalono Dahoklory, seorang pengusaha muda sekaligus ibu rumah tangga dari tiga orang anak.

Menjawab pertanyaan di atas memang tidak mudah, Kaka Ella (sapaan akrab Wunuhalono) mengatakan, Inai Yotowawa harus selalu ingat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan.

Ada banyak cara agar seorang Inai mampu berkompetisi dalam dunia globalisasi, syarat utamanya adalah keberanian. Seperti yang dibuktikan Wunuhalono di masa kecilnya, hingga saat ini tidak banyak orang yang mengetahui kalau penyanyi cilik yang menyanyikan lagu Yotowawa Daisuli adalah Kaka Ella. Lagu yang dilantungkan Wunuhalono di tahun 90an itu sering dikumandangkan dalam acara - acara besar Negeri Kalwedo.

Ini adalah momentum pertama Wunuhalono Dahoklory memberanikan diri untuk berkarya. Nilai - nilai budaya lokal mampu ia kemas dalam karya - karya berkelas yang mampu bersaing dalam dunia digital. Setelah menyanyikan lagu Yotowawa Daisuli, Kaka Ella menyelesaikan studi formal dan informal hingga menyandang gelar Master sambil mengembangkan CV. TheShiloh, usaha tempat pencucian motor dan mobil hingga penyewaan mobil dengan kapasitas lebih dari 10 unit yang dimilikinya untuk disewakan.

Nilai - nilai global dalam cangkupan brand besar jangan sampai mematikan komoditi dan usaha lokal. Misalnya brand besar minuman beralkohol yang populer lebih diminati dan menjamur di berbagai daerah di Maluku sementara sopi Koli terus tertekan. Jeruk - jeruk perkebudan yang disuply dari luar dijual pada banyak minimarket di Maluku sementara lemon Kisar tidak memiliki sistem kelola yang baik.

Agar setiap keinginan dalam diri seorang Inai bisa terwujud, tidak ada salahnya kalau kita bersatu, ajak Kaka Ella. Dengan kekuatan persekutuan, hak dan cita - cita perempuan yang selama ini terpendam akan lebih mudah diperjuangakan. Wunuhalono yakin, potensi yang ada dalam diri setiap Inai adalah potensi besar yang menjadi modal kelangsungan gunung, tanah dan laut yang sejatinya adalah tempat putus pusa. Jangan sampai kedepannya harta kita jatuh ke tangan kapitalis.

Ini adalah motivasi untuk perempuan, siapapun dia, seburuk dan sebaik apapun dia. Perempuan juga punya hak untuk berkarya. Bersatu dan berani, Inai Yotowawa adalah perempuan yang milenial dan smart.



#Inai
#Yotowawa
#tahuribabunyi

Skuad Tomra MBD Juara Favorit di Liga Desa Nusantara Maluku

6:51 PM
Terpuruk dari segi perekonomian dan kemiskinan, kabupaten Maluku Barat Daya ternyata memiliki potensi atletik yang tidak kalah dengan kabupaten lain di Maluku bahkan Indonesia. Dalam liga desa nusantara 2019 kelas U-19, skuad desa Tomra bumi Kalwedo membuktikan keganasannya dengan meraih piala tim favorit.

skuad Tomra MBD
skuad desa Tomra MBD
Keseblasan Tomra dibawah komando kapten Godwin Makuku ini berkompetisi dengan perwakilan kabupaten lain yang tidak kalah hebatnya. Dari SBT 1 ada desa Angar, SBT2 ada desa Kilmury, SBB diwakili desa Hatusua dan Malteng diwakili desa Asilulu.

Sekalipun kurang mendapat perhatian dari Pemda MBD, skuad desa Tomra memberikan penampilan terbaik di setiap laganya. Dengan anggaran yang terbatas pula, anak - anak di bawah asuhan pelatih Salam Sangadji ini akhirnya membawa pulang gelar tim favorit.

Membawa pulang piala tim favorit adalah prestasi yang sangat membanggakan mereka bahkan kabupaten MBD, mengingat ini adalah kali pertama anak - anak MBD menunjukan taring dalam cabor sepak bola tingkat nasional skala provinsi.

Gagal memperoleh juara 1, tim Tomra gugur dalam adu penalti dengan Asilulu karena pada babak pertama dan kedua, skor tetap imbang 0-0. Pertandingan selesai dengan juara 1 Hatusua, Juara 2 Asilulu, Juara 3 Kilmury.

skuad Tomra MBD
ramah - tama skuad Tomra MBD dengan senior dan pemerhati MBD
Wunuhalono Dahoklory selaku pemerhati MBD menuturkan, dalam bidang olah raga, anak - anak muda Kalwedo punya banyak potensi, hanya saja belum adanya sistem pengelolaan terkait pemberdayaan masyarakat melalui kaderisasi figur baru dalam bidang olahraga khusnya sepak bola. Pemerintah daerah dan pihak terkait seharusnya bisa bekerjasama memfasilitasi potensi anak - anak muda dalam skema pengembangan SDM jangka panjang.

"Ajang Liga Desa Nusantara ini adalah momentum motifasi yang tidak boleh diabaikan begitu saja dan harus mendapat perhatian khusus bagi generasi muda MBD" lanjut Wunuhalono. Menurutnya, pengelolaan SDM dan SDA Maluku Barat Daya harus imbang sesuai ruang lingkup. Hal tersebut dapat membantu menekan angka pengangguran bahkan kemiskinan jika terus dikawal dengan sistem pengawasan yang terukur, terstruktur dan sistematis. 



#tahuribabunyi
#kalwedo

Konsep Trash Challenge Manurut Theria Salhuteru

2:14 PM
Gebrakan kampanye sampah plastik yang mendunia khususnya di Asia Tenggara masih tetap berlangsung hingga sekarang.  Tak terkecuali Maluku, berbagai komunitas peduli lingkungan pun ikut mengkampanyekan masa depan bangasa yang sangat fundamental dalam hal kebersihan dan kesehatan tersebut.

Theria Stefani Salhuteru
Ketua Molucas Coastal Care
Dengan tujuan mengubah mind set masyarakat akan pentingnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya, Theria Stefani Salhuteru selaku promotor komunitas Moluccas Coastal Care (MCC) mengambil tindakan kreatif peduli lingkungan khususnya pesisir dan laut dengan program kreatifnya yaitu Trash Challenge.

Pesisir pantai Negeri Batu Merah (Hatu Kauw) - Kota Ambon, menjadi titik sample MCC untuk mengkampanyekan kebersihan lingkungan pesisir pantai.

Menurut Theria, kondisi pesisir yang menjadi titik fokus trash challenge tersebut sangat memprihatinkan, banyak sampah yang bertebaran bahkan menumpuk menutupi pasir pantai. Tentu akan sangat berdampak buruk bagi ekosistem laut. Belum lagi jika anak - anak kecil bermain dan mandi di sekitar pantai tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada sabtu 27 April ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat, berbagai komunitas, hingga TNI dan POLRI. Semua melakukan kerja bakti pembersihan pantai dengan penuh semangat.

Sampah terbanyak yang ditemukan adalah sampah plastik berupa bungkusan makanan ringan, kresek, tali nilon, serta peralatan nelayan yang sudah rusak. Oleh karena itu, komunitas MCC telah menyiapkan sejumlah garpu rumput, parang, gergaji besi, hingga karung untuk mengangkut sampah dari pantai ke area jalan raya untuk dibawa ke TPS.

Molucas Coastal Care
Trash Challenge
Molucas Coastal Care
Aktivitas yang berlangsung selama kurang lebih lima jam ini, menurut Theria, semoga  dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat Kota Ambon akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta lebih peduli lagi akan kebersihan ekosistem laut. Lanjut Theria, Banyak negara maju yang sudah melakukan hal semacam ini, Indonesia selaku negara berkembang seharusnya tidak boleh diam, justru harus lebih gencar lagi menyuarakan program peduli lingkungan.

Satu pesan yang sangat menginspirasi dari Theria : "Mari katong kalesang pesisir dan laut Maluku"




#tahuribabunyi
#MoluccasCoastalCare
#TrashChallenge 

Maluku, Digital Industry & RI 4.0 (Part 2 Survivor)

10:16 AM
Hipotesa jiwa kemalukuan yang selalu survive dalam setiap perubahan zaman telah kita uji pada artikel sebelumnya Maluku, Digital Industry & RI 4.0 (Part I Introduction), namun menimbulkan pertanyaan baru yang sangat fundamental yaitu bagaimana cara Maluku survive di era Revolusi Industri 4.0 ? Mengingat sejumlah ketertinggalan daerah dalam berbagai bidang, maka untuk menjawab pertanyaan tersebut dibutuhkan suatu sudut pandang yang unik dan spesifik sebelum berkecimpung lebih jauh dalam era yang serba instant dan efisien seperti sekarang ini.

Maluku 4.0
Anak Maluku Kreatif

Berikut ini adalah beberapa contoh generasi Maluku baik yang baru dalam tahap start-up ataupun yang telah terbukti survive dalam dunia indusri digital.

#1. GAC 

Trio bersaudara yang sebelumnya biasa - biasa saja, sekarang sudah sangat mendunia karena konsep musik yang dikolaborasikan dengan fashion, sound editing, video graphic hingga branding dan marketing. Mereka tidak perlu menggunakan unsur sexualitas atau gosip LGBT yang terkesan alay untuk mendongkrak popularitas. Mereka bahkan bisa dikatakan menjual 100% kualitas dengan komposisi musik yang sangat pas. Jika Maluku dikenal dengan pita suara alami yang luar biasa, maka untuk berkecimpung dalam industri digital, dibutuhkan konsep kolaborasi bersama bidang lain.

Perilaku monoton seperti hanya menyanyi dan menyanyi tidaklah cukup untuk survive dalam skema RI 4.0 karena untuk jaman sekarang yang serba instant, siapapun bisa bernyanyi bahkan rekaman sendiri. Namun bagaimana dengan teknik pemasarannya ? itulah x factor yang sudah disadari GAC jauh sebelum mereka terkenal seperti sekarnag. Trio dengan pita suara emas ini memiliki masa depan yang sangat cemerlang dalam industri musik karena sangat unik dan berkualitas.


#2. Like Project (Haickal)

Dulu pekerjaan sampingan sebagai seorang Youtuber dipandang sebelah mata karena terkesan tidak ada gunanya. Namun seiring berkembangnya pola pikir dan kreatifitas manusia dari masa - ke masa, Youtuber justru merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan dalam hal pendapatan. Hal ini disadari oleh salah seorang Tanat Evav (Anak Kei) Haickal dengan chanel youtube Like Project.

Selain memilih konten "prank" sebagai senjata utama, anak muda ini juga sangat kreatif dalam video editing dan menajemen konten sehingga yang paling dicari orang dalam hal tontonan hiburan akan langsung menjadi subscribernya. Karena interaksi dan relasi dengan subscriber juga dijalinnya dengan baik maka tidak heran penggemar setia chanel Like Project sudah lebih dari 1.000.000 orang. Tidak gampang untuk tetap konsisten dalam hal semacam ini, apalagi jika dilakukan sambil sekolah/kuliah/kerja, tapi yang namanya passion tidak ada kata kompromi.


#3. KAPALABATEREK

Ini adalah akun instagram yang hanya berisikan quotes dengan bahasa Ambon yang dipadukan dengan latar belakang fotografi, akan tetapi followersnya lebih dari 60K dengan spesifik wilayah dan kemungkinan besar pengikutnya ini adalah anak muda Maluku dari seluruh belahan dunia. Apa yang membuat akun ini begitu populer ?. Ternyata keunikannya adalah orang yang berpikiran negatif akan menanggapi dengan negatif pula ketika membaca quotes dalam postingannya, tapi orang yang berpikir positif justru akan menanggapi dengan positif untuk setiap postingannya. Atau dengan kata lain, setiap kalimat yang diciptakan admin akun misterius tersebut menimbulkan makna ambigu, tergantung sudut pandang pembacanya.

Keuntungannya pun didapat dari endorse produk jika ada perusahaan yang mau mempromosikan produknya dengan targer market adak muda khususnya di daerah Maluku. Bagi orang awam marketing, hal ini sulit dipahami, namun jika anda seorang etrepreneur, anda akan sepakat bahwa dibalik akun ig @kapalabaterek ini ada orang yang sangat kreatif untuk mengelolanya.


#4. Steve Pattinama / Cameo Project

Jika Haickal adalah solo youtuber maka, berbeda dengan Steve. Nyong Ambon dengan tampang sangar sekaligus lucu ini berada dalam tim Cameo Project yang semua personelnya berasal dari daerah yang berbeda - beda. Yang unik dari Steve adalah bagaimana ia terlibat menyuarakan persatuan dan perdamaian khususnya dalam hal mempromosikan Maluku dalam tim Cameo. Ia juga tidak malu untuk sesekali menggunakan bahasa Ambon dalam berbagai scene video mereka. Bahkan ia pernah bersama tim Cameo Project liburan ke Ambon hingga mengajari mereka cara memakan papeda. Luar biasa sekali.


#5. VNshop

VNshop adalah industri perorangan yang menjual produk pakaian seperti topi, t-shirt, sweater dll yang menggunakan instagram sebagai sarana utama mempromosikan dan menjual produk mereka. Dulu, orang tidak terlalu mengerti menajemen dan keuntungan dibalik hanya menjual kaos sablon. Sekarang VNshop telah membuktikan bahwa industri konvensional yang jika di tune-up dengan kolaborasi social media, maka ada keuntungan yang sangat menjanjikan yang didapat. Jumlah pembeli setianya pun terbilang banyak dan terbagi atas berbagai kalangan.

Yang unik dari produk mereka adalah masih seputar mempromosikan Maluku lewat karya sablon maupun bordiran pada setiap produk yang dibuat. Bayangkan jika perusahaan ini memiliki pabrik tekstil sendiri, memiliki kariawan untuk mengurus produksi hingga perhitungan income. Dengan tetap memanfaatkan industri digital maka industri konvensional akan mampu bertahan dan beregenarasi selama permintaan pasar terus bertambah.


#6. Parker Casio Patty (PCP)

Dalam kategori kemungkinan terebesar untuk menyatakan populasi terbesar maka 92% - 100% adalah angka yang signifikan untuk menggambarkan minimnya popularitas PCP. Sederhananya, anda pasti tidak mengenal siapa orang ini dan apa hubungannya dengan Industri Digital dalam Skema RI 4.0 untuk membangun Maluku tercinta.

Kalau diperhatikan dengan baik, huruf yang dicetak tebal adalah faktor - faktor yang sangat fundamental seseorang akan mampu survive dalam RI 4.0 khususnya dalam sayap industri digital. Poin - poin beserta 5 contoh sample diatas tersebut didapat dari hasil interview bersama PCP.

Kategori industri digital adalah ranah kerjanya Parker yang disimpul dalam Branding & Digital Marketing. Sistem digital seperti database hingga perayap Search Engine mampu dimanfaatkan Parker untuk membangun Maluku agar bisa berkompetisi dalam RI 4.0 tentunya.

Sebagian besar dari anda akan bingung dan bertanya, pekerjaan model apa yang dikerjakan PCP ini. Untuk mempermudahnya, berikut ini adalah daftar prestasi Maluku yang tidak pernah diketahui orang banyak dikerjakan oleh entrepreneur muda Maluku sendiri.

a) Mangente Ambon 2016

Ini adalah ajang promosi Kota Ambon paling booming yang pernah ada. Logo dan teknik promosinya dikerjakan oleh Parker, kaos hingga piala bergilir belang arombae juga dikerjakan olehnya. Hal ini sangat berkontribusi untuk mendatangkan turis lokal maupun manca negara khususnya menjelang HUT kota Ambon tiap tahunnya.

b) Puteri Pariwisata Mentari Mahakena

Sampai sekarang Mentari masih tetap eksis mempromosikan daerah padahal ajang pemilihannya sudah selesai. Nona manis yang masih sangat muda itu di-branding sedemikian rupa oleh Parker agar tidak ketinggalan jaman, namun justru akan tetap dikenal sebagai puteri pariwisata Maluku terbaik sepanjang masa. Anda bisa membuktikannya dengan mencari di google dengan keyword "puteri pariwisata maluku" tanpa keterangan tahun. Sudah tahun 2019 tapi mentari masih mendominasi serach engine.

c) Anugerah Pesona Indonesia

Siapa sangka, Parker juga berperan dibalik prestasi juara satu Kei Evav sebagai karegori surga tersembunyi, Ora Beach sebagai destinasi wisata populer hingga tarian adat populer yaitu bambu gila. Tiga kategori sekaligus dikantongi Maluku dalam ajang pariwisata bergengsi tersebut. 


Kalau diulas semuanya, maka satu artikel saja tidak akan cukup. Tujuan utama dalam artikel ini adalah untuk merangsang pola pikir anak - anak Maluku agar lebih kreatif dan inovatif untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik. Jika keenam contoh di atas berani mengambil bagian dalam RI 4.0 lewat sayap industri digital maka tidak menutup kemungkinan di masa depan ada anak Maluku yang lebih kreatif dalam bekerja atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan ketimbang hanya mengeluh ketertinggalan Maluku.

Apakah anda termasuk survivor dalam Revolusi Industri 4.0 ?



#tahuribabunyi 

Maluku, Digital Industry & RI 4.0 (Part 1 Introduction)

7:53 AM
Industri digital bergerak sangat cepat. Teknologi konvensional perlahan mulai digantikan dengan teknologi sistem automasi atau robot. Pekerjaan yang bersifat rutinitas benar - benar tertinggal dibanding dengan cara kerja orang - orang yang berpikir kreatif dan inovatif.

Digital Industri Networking
Digital Industri Networking
image source : www.suaramerdeka.com

Lantas bagaimana dengan masa depan generasi Maluku milenial agar mampu survive dalam kanca revolusi industri 4.0 ? taukah anda bahwa Maluku tertinggal sangat jauh untuk berkompetisi dalam dunia industri digital ? 

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, terlebih dahulu kita akan menguji hipotesa "Maluku selalu survive dalam setiap perubahan zaman" berdasarkan fakta sejarah.

Mulai dari eksistensi Maluku di masa kejayaan Nusantara, hingga eksodus keturunan Mongolia ke Asia Tenggara, Maluku masih berdiri tegak. Dari masa berdirinya Palembang Parameswara hingga kejayaan Mataram, Maluku masih tetap berdiri tegak. 

Peperangan demi peperangan terus terjadi hingga masa kolonialisme, Maluku masih tetap eksis. Sebut saja negara - negara besar seperti Spanyol, Inggris, Jepang, Belanda, Arab, India (dan masih banyak lagi) terus bergantian berdatangan ke Maluku hingga terjadi banyak akulturasi social dan budaya. Sekali lagi, Maluku masih tetap eksis.

Pasca PD II hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia pun Maluku tetap terbukti survive dalam peperangan dunia terbesar dalam sejarah tersebut, bahkan salah satu basis pecah perang yaitu di Maluku sendiri dengan lokasi seperti di Morotai ataupun Saumlaki, orang Maluku sendiri yang berperang melawan penjajah.

Hingga yang terakhir propaganda dibalik kerusuhan Ambon berdarah 99 yang mengatas namakan agama, padahal hanya permainan politik dari orang - orang yang rakus harta dan kekuasaan.

MALUKU MASIH TETAP EKSIS !

Hipotesa "Maluku selalu survive dalam setiap perubahan zaman" telah terbukti dengan eksistensi Maluku hingga sekarang.

Kembali ke pertanyaan di atas. Apakah jiwa survive kemalukuan ini akan terus ada hingga era Revolusi Industri 4.0 dan masa depan ? apakah ada orang Maluku yang sudah mengerti industri digital dan survive di dalamnya ? atau bahkan genarasi Maluku milenial sendiri belum mengerti perubahan zaman modern RI 4.0 itu sendiri ?

Jawabannya tentu saja sudah ada orang Maluku yang berkecimpung dalam era industri digital dalam skema RI 4.0, bahkan beberapa di antaranya adalah anak - anak muda kreatif dan inovatif dalam berbagai kategori sayap industri.

Siapa saja mereka ? Mengapa mereka harus berpikir keras untuk melawan ketertinggalan Maluku dibanding hanya protes yang tak berujung ? Bagaimana cara mereka mampu meloncati ketertinggalan Maluku dan survive dalam industri digital ?

Jawabannya ada dalam artikel selanjutnya.




#tahuribabunyi #MalukuMilenial #MalukuRI4.0

Lopalopa : Tas Selempang Yang Terbuat Dari Pelepah Sagu

2:14 PM
Kerajinan tangan seperti perhiasan dari kerang atau anyaman bambu sudah sering kita jumpai di berbagai daerah, tapi bagaimana dengan tas selempang yang terbuat dari pelepah pohon sagu ? 

Tas Lopalopa
Tas Lopalopa
Lopalopa namanya, tas ini dikenal populer di Pulau Seram (Nusa Ina) pada berbagai negeri adat seperti Kamal, Manusela dan Supa Maraina, Maluku Tengah. Terlihat klasik, unik dan artistik, tas ini ternyata mampu bertahan dan bermetamorfosis seiring berjalannya waktu mengingat lopalopa adalah warisan leluhur yang diwariskan secara turun - temurun.

Tas Lopalopa
Tali Daun Sagu/ Daun Tikar
Untuk membuat satu buah lopalopa, dibutuhkan pelepah batang sagu kering dan daun sagu untuk anyaman, bisa juga menggunakan daun tikar atau tali nilon sebagai pengganti tali. Ukurannya pun berfariasi tergantung pelepah yang digunakan, umumnya hanya seukuran tas selempang. Dengan sedikit teknik anyaman lokal, batang sagu kering pun bisa disulap menjadi sebuah tas yang memiliki nilai seni yang tinggi.
Tas Lopalopa

Tas Lopalopa
penggemar tas lopalopa
Biasanya tas lopalopa digunakan sebagai wadah meletakan kapur sirih, pinang dan tabaku (tembakau) rokok linting, namun karena tas unik ini semakin digemari anak muda dan para pendatang, lopalopa juga bisa digunakan untuk meletakan barang-barang seperti sapu tangan, dompet dan handphone (disesuaikan dengan wadah). Untuk kondisi khusus, lopalopa juga bisa kita lihat dipakai pada seorang Kapitan yang siap melakukan cakalele.

 Tas Lopalopa
Lopalopa dipakai seorang Kapitan
Ternyata di Sumatra atau lebih tepatnya di daerah Mentawai lopalopa juga ada tapi dikenal dengan nama Tas Baklu. Wajar saja karena di Sumatera juga tumbuh pohon sagu.

Tas Baklu - Mentawai
Tas Baklu - Mentawai
image source: togatlaggaimentawai.wordpress.com
Sebagai salah satu brand lokal, sangat jarang kita temui kerajinan tangan dalam hal menciptakan tas selempang dengan bahan alami, biasanya hanya anyaman bakul atau anyaman tas perempuan, berbeda dengan tas lopalopa ini, bisa digunakan oleh pria ataupun wanita, anak-anak hingga orang dewasa. 



#lopalopa
#tahuribabunyi 

Mangente Bubu : Bekerja Sekaligus Wisata

10:34 AM
Kehidupan orang laut sangat bergantung dari hasil laut termasuk orang asli negeri Waturu Tanimbar Utara. Aktivitas menangkap ikan bisa kita saksikan setiap harinya jika berkunjung ke negeri pesisir Yamdena Timur ini.

aktivitas laut orang Waturu Tanimbar Utara
Patroli Bubu / Perangkap Ikan

Teknik menangkap ikan yang dipakai orang Waturu terbagi atas empat cara :

#1 Menjaring

Sesuai namanya, ini adalah teknik menangkap ikan yang paling umum digunakan semua orang laut yaitu dengan manggunakan jaring. Teknik ini biasa digunakan orang Waturu untuk menangkap ikan kecil di bibir pantai dalam jumlah banyak atau menangkap ikan di pertengahan laut biru jika laut bersahabat.

#2 Menembak
senapan tembak ikan
senapan tembak ikan by admin
Bukan menggunakan senjata api tapi menggunakan senapan rakitan dengan peluru kawat besi panjang, tentunya dengan peralatan snorkeling kacamata dan kaki katak. Ini adalah cara andalan orang muda dan anak anak.

#3 Mancing

Cara ini khusus untuk kondisi laut yang benar - benar tenang, biasanya pada malam hari dengan mendayung perahu tidak jauh dari bibir pantai. Kalau di area dangkal resiko kail tersangkut batu karang harus diatasi tengan turun langsung secara menyelam untuk melepaskan mata kail yang tersangkut.

#4 Bubu / Perangkap Ikan

Karena tidak mungkin tiap hari selama bertahun - tahun mandi air laut, bubu adalah teknik andalan karena bisa mendapatkan ikan pada siang maupun sore hari tanpa harus turun berenang. Cukup dayung atau tokong perahu, mengangkat bubu dengan tongkat bambu, mengambil ikan yang masuk perangkap kemudian meletakannya kembali.

Ada yang unik dengan metode patroli bubu ini karena untuk orang baru, aktivitas patroli bubu bisa menjadi alternatif wisata karena kita hanya perlu naik perahu, menikmati pemandangan laut dan desa dari jarak jauh, bahkan melihat langsung terumbu karang dari atas perahu karena air laut di Waturu sangat bersih dan jernih.

vlog patroli bubu

Bersama bapa Emu Ratuanik, admin, Deddy dan Egen mendapat sapaan langsung dari ikan samandar dan ikan sakuda yang sudah masuk perangkap di bubu yang pertama. Bubu langsung diangkat, ikan - ikan diambil, kemudian meletakan bubu kembali. Perjalanan pulang sangat menyejukan mata karena pemandangan atas bawah kiri kanan sangat indah.

Mangente Bubu : Bekerja Sekaligus Wisata

Hasil patroli pagi ini cukup untuk makan siang sedangkan ntuk makan malam, dilanjutkan patroli sore hari. Begitu setiap harinya. Jika ada kelebihan maka ikan - ikan biasa dijual di dalam kmapung.



#NegeriWaturu
#tahuribabunyi

Nasi Sepiring, Kepiting Satu Baskom

7:55 AM

Belum lengkap rasanya jika penggemar seafood belum mencicipi kepiting. Jika seafood lainnya bisa dinikmati dengan sendok dan garpu, maka kepiting justru dimakan menggunakan tangan atau dengan alat bantu seperti penjepit kepiting yang mirip dengan tang.

Kepiting Tanimbar
kepiting dengan nasi putih
Kepiting pada gambar di atas merupakan kepiting asli dari negeri Seira (Pulau Seira, Kecamatan Selaru, Maluku Tenggara Barat) disamping lobster dan kerapuhnya yang berlimpah. 

Dalam bahasa Yamdena (Tanimbar), Kepiting disebut sebagai karaka/keraka. Jenis kepiting pada gambar di atas tidak diketahui nama latinnya karena admin sudah mencari dan mencocokannya dengan berbagai refrensi namun tidak ada yang mirip dengan jenis kepiting pada gambar tersebut.

Bagi penduduk Tanimbar, karaka biasanya disantap dengan umbi - umbian, jagung atau nasi. Karena butuh perjuangan ekstra untuk menghancurkan cangkang dan capitnya, maka biasa masyarakat menggunakan batu kali atau cobek untuk meretakan kepiting sebelum diambil isinya. 

Untuk proses memasak tidak ada yang spesial, cukup dengan dikukus saja (tanpa bumbu apapun). Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan cita rasa asli karaka dengan perpaduan asin yang khas. Jika ingin kolaborasi rasa lain, cukup dengan membuat saos sambal sendiri secara terpisah.

Jika sedang musim karaka, seorang bisa memakan binatang ini sebanyak 6 hingga 10 karaka per harinya namun diimbangi dengan air putih dan vitamin dari buah - buahan yang cukup agar tidak sampai kelebihan kelsterol. 



#Karaka
#tahuribabunyi
 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes