Anak Rantau? pasti identik dengan 4 jenis kiriman ini

4:49 AM
Pagi bae basudara..
Tidak sedikit anak - anak Maluku yang merantau (sekolah/kerja) di berbagai daerah di skala nasional maupun internasional. Uang kos, nilai akademik, gaji perusahaan, diskriminasi suku, hang out hingga deadline libur panjang untuk pulang Ambon pun menjadi pengalaman pahit manis jojaro mungare semasa perantauan. Lama - kelamaan semua itu akan terasa biasa apalagi kalau mendapat kiriman (oleh - oleh ) dari daerah sendiri, ini merupakan moment paling menyenangkan. Khusus anak rantau asal Maluku, tentunya sangat kenal baik dengan 4 jenis kiriman di bawah ini ;

1. Sagu
Ini sudah seperti identitas orang Maluku, kiriman paling utama/wajib bagi kebanyakan anak rantau. Selain sagu, ada juga sarut, embal, bagea dll yang biasanya dipacking dalam satu karton/kardus. Jenis jajanan ini paling umum ditemukan di daerah Mardika. Selain tahan lama, jenis makanan ini sangat bermanfaat bagi kondisi fisik bahkan saluran pencernaan.

2. Ampas Tarigu
Ya.. ampas tarigu merupakan jenis kue dengan bahan dasar utama yaitu tepung terigu yang diolah sedemikian rupa setelah itu dibakar/ dipanggang dengan suhu tertentu. Memang proses pembuatannya cukup sederhana, kalau rasanya ?? memang rasanya sederhana juga tapi kue ini paling cocok di mulut semua kalangan mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.

3. Ikan Asar
Kalau jenis kiriman/oleh - oleh yang satu ini, kebanyakan buat anak rantau yang punya keluarga atau rumah lain di luar Maluku karena membutuhkan kompor untuk dimasak lagi. Ikan Asar merupakan jenis makanan berbahan dasar ikan cakalang (tuna) yang diasar/ diasap di atas para - para (sejenis perapian) sehingga dapat bertahan lama. Jenis kiriman ini mudah didapat di daerah Galala, di situ juga ada layanan packaging khusus bagi yang mau berangkat keluar daerah sehingga mudah dibawa (ditenteng).

4. Minyak Kayu Putih
Nah.. yang satu ini bukan kategori kuliner tapi wajib juga untuk kiriman anak rantau. Berbeda dengan minyak kayu putih lainnya yang terkesan modern, minyak kayu putih khas Ambon ini diolah dengan peralatan penyulingan yang masih sangat tradisional di berbagai kampung di Maluku sehingga lebih terasa khasiatnya. Khusus minyak kayu putih asal Pulau Buru, warnanya adalah biru, bukan hijau bening seperti biasa dan itu sangat jarang ditemui.

Keempat jenis kiriman untuk anak rantau di atas hanya sebagian kecil dari buah tangan orang Maluku secara umum. Bagi rekan - rekan anak rantau, jangan pernah sungkan untuk memperkenalkan Maluku di dunia luar yaa.. Salam.



#tahuribabunyi

Pesparawi Dan Dinamika Orang Basudara

12:59 AM
logo pesparawi
Shaloom Basudara ! !

06/10/2015 Pembukaan Pesparawi Nasional XI - Ambon.

Lihat bagaimana kehidupan orang islam dan kristen di Ambon di bawah naungan Pela Gandong. Menjelang kedatangan peserta, seluruh peseta Pesparawi dari 34 propinsi tinggal di rumah2 warga (tidak pandang agama). Ponolakan ?? Tidak. Setiap peserta yang datang disambut langsung oleh masing2 tuan rumah yang sudah ditentukan, disambut dengan doa, tarian adat, diatur oleh hukum adat (terlepas dari agenda panitia).

Ribuan orang dari luar tersebar di rumah - rumah warga selama beberapa minggu ke depan menjalani kehidupan layaknya orang Ambon selama mengikuti event nasional ini.

Terkesan memihak orang kristen ? No. Bisa dilihat ajang MTQ kemarin di Ambon juga dan bagaimana peran orang basudara dalam budaya laeng lia laeng, laeng sayang laeng.

Perang ? rasa Ambon seperti belum aman ? trauma kerusuhan ?
Kita semua tentunya pasti merasakan itu, TAPI Ambon sekarang sudah sangat maju dengan level paradigma masyarakat yang sudah pintar dan tidak mudah diprovokasi lagi demi kepentingan politik adu domba. Masyarakat lebih mencintai budaya Pela Gandong (satu - satunya di dunia) daripada pertikaian.

Lihat bagaimana manusia bersaksi memuji Tuhan dengan talenta2 amazing... kolaborasi suara yang mampu membuat setiap orang yang mendengarnya terkagum - kagum. mereka bukan dilatih pemusik duniawi, mereka dilatih oleh komposer2 ternama yang setia melayani Tuhan.

Event Pesparawi hanya satu dari sekian banyak kegiatan orang Maluku yang melambangkan kerukunan dalam persaudaraan yang merekat layaknya satu kandungan/ satu ibu.

Berita nasional dan media televisi ?? No, mereka hanya lebih mengutamakan profit dari setiap liputan. Pesparawi sudah berlangsung bertahun2 lamanya tapi tidak begitu terkenal di kalangan masyarakat Indonesia padahal ini adalah program pemerintah. Karena tujuan Pesparawi adalah untuk bersaksi dan memuji nama Tuhan seperti yang diajarkan Daud (pemasmur) dan Asaf (salah satu pemimpin biduan) dalam Kitab Mazmur.

Belum lengkap jika anda mengaku pemain atau pecinta musik khususnya musik rohani tetapi belum menyaksikan secara langsung PESTA PADUAN SUARA GEREJAWI.
Datanglah ke Ambon dan saksikan secara langsung bagaiman talenta - talenta amazing digunakan untuk bersaksi memuji Tuhan.


#TahuriBabunyi

Mengenal Jenis Pakaian Adat Perempuan Maluku

4:15 AM
pakaian tradisional perempuan maluku

Kita sepakat bahwa baju cele atau kain kebaya akan menjadi jawaban yang pertama dipikirkan ketika ditanyai mengenai pakaian adat orang Maluku. Padahal Maluku terdiri dari banyak daerah dengan ciri khas pakaian adat masing - masing, uniknya motif dan makna filosofis dari pakaian - pakaian tersebut memiliki arti yang mirip. kebanyakan melambangkan motif cengkeh dan pala, bunga melati, burung talang, geometri unik serta motif lainnya :

#1. Baju Cele Kain Salele

Pada umumnya berwarna dasar merah muda atau putih-krem dan bergaris - garis geometris berkotak - kotak yang berwarna merah.

pakaian tradisional perempuan maluku
baju cele dan ikat pinggang
image source: indonesiatimur.co
Baju cele ini sering digunakan dalam pementasan tarian tradisional seperti Tari Orlapei. Pada tahun 2014, pakaian ini dijadikan sebagai pakaian seragam siswa sekolah (khusus pada hari jumat). Untuk sedikit lebih formal, baju cele ini sering dikombinasikan dengan kain Salele yang disarung dari luar yang panjangnya hingga ke lutut.

pakaian tradisional perempuan maluku
formal : Baju Cele Kain Salele + Lenso
source
Untuk yang lengkap seperti ini, biasanya digunakan dalam upacara adat seperti panas pela dan pementasan tarian - tarian tradisional. Ketika pakaian ini dikenakan, tak lupa dikombinasikan dengan konde yang berbentuk bulan (semua konde Orang Maluku berbentuk Bulan) berhiaskan haspel atau tusukan konde yang terbuat dari emas atau perak (kadang rangkaian mutiara), uniknya penampilan ini seharusnya tidak beralas kaki tetapi selop sering menjadi alternatif mengingat jalanan di Ambon sudah banyak yang beraspal. Hingga akhir tahun 2008, penampilan seperti ini sering kita jumpai ketika melihat mama - mama atau oma - oma yang sedang berjualan di pasar.


#2. Kain Kebaya / Dalaman Cole

Kebaya putih, lengan panjang yang terbuat dari kain brokar warna putih dan memiliki kancing pada ujung lengan dan dikombinasikan dengan dalaman yaitu cole (kutang) yang panjangnya hingga ke sikut atau bahu dan pada bagian atasnya diberi renda, bagian belakang dibordir dan bagian depan diberi kancing. Untuk bawahan (Mulai dari perut hingga kaki) menggunakan kain silungkang berwarna merah dengan motif tertentu (biasanya motif bergaris/ bunga cengkeh) sedangkan untuk bagian kaki biasanya menggunakan selop berujung lancip dengan motif bunga melati atau bisa juga tidak beralas kaki.

pakaian adat perempuan maluku

Pakaian ini sering digunakan untuk pementasan Tarian Katreji, Tari Lenso, dansa dll. Dengan motif dan bahan kain yang hampir mirip, Fashion ini juga digunakan sebagai pakaian mempelai perempuan dalam pernikahan dengan sedikit fariasi bahan dan pernak - pernik.


#3. Kebaya Hitam

Pakaian ini hanya dikhususkan untuk pergi ke geraja (dianggap sakral) sehingga sering dipakai oleh anak perempuan anggora sidi baru dan majelis perempuan dengan bahan dasar kain brokar lengan panjang berwarna hitam dengan kombinasi kain pikul bermotifkan salib atau burung merpati atau bunga. Untuk bawahan, menggunakan cenela hitam dengan kaos kaki putih.

pakaian tradisional perempuan maluku
Kebaya Hitam + Kain Pikul
source
#4. Kain Tenun

Masih banyak jenis pakaian adat Maluku (khusus perempuan) dengan motif dan bahan - bahan khas lainnya seperti Maluku Tenggara Barat (MTB) yang kental dengan motif ornamen yang dirajut menggunakan alat tenun sehingga dikenal dengan kain tenun yang dikombinasikan dengan pernak - pernik mulai dari kepala hingga kaki.

pakaian adat perempuan tanimbar

pakaian adat perempuan tanimbar

pakaian adat perempuan tanimbar
pakaian adat tanimbar biasanya digunakan untuk menari
Mirip seperti daerah lainnya di Maluku, tiap pakaian memiliki maknanya sendiri baik dalam pementasan tari, upacara adat, pernikahan dll. Burung Cendrawasih dan pernak pernik lainnya dijadikan hiasan di atas kain tenun berpola khusus yang melambangkan setidaknya kebesaran, kemakmuran dan persaudaraan yang kuat yang dimiliki orang Tanimbar - Maluku Tenggara Barat.



#tahuribabunyi

Fakta Cakalele Dan Perang Orang Maluku

4:14 AM
Dunia mengenali Cakalele sebagai Tari Perang asal Maluku. Faktanya sejak jaman dahulu hingga sekarang, tarian ini digunakan oleh orang Minahasa, Maluku Utara, Maluku Tengah hingga Maluku Tenggara dengan nama tarian yang sama yaitu Cakalele.

Cakalele
source
Postingan kali ini akan penulis ulas sejelas - jelasnya mengenai Tari Cakalele yang dirangkum dari beberapa sumber tertulis ataupun dari cerita turun - temurun dari para tetua adat yang pernah penulis dengar hingga yang penulis saksikan sendiri dengan mata kepala.

Cakalele merupakan bahasa tanah yang terdiri dari dua kata yaitu "caka" yang berarti "roh" dan "lele" yang berarti "mengamuk" sehingga Cakalele dapat diartika sebagai roh yang mengamuk (Orang belanda menyebutnya Tjakalele). Lalu apa hubungannya dengan tari perang ?

Sejak jaman kerajaan Nunusaku Maluku (jauh sebelum masa penjajahan), bangsa Alifuru dikenal sangat kuat dalam sistem peperangan walau hanya dengan parang, tombak, salawaku dan busur beserta anak panah yang digunakan untuk menghadapi ancaman dari luar untuk tetap mempertahankan tanah, yang dikenal dengan bahasa  "Saka Mese Nusa" yang berarti "jaga baik - baik pulau/tanah ini" atau "Mena Muria" yang berarti "pasukan selalu siap depan blakang". Jaman dulu, sebelum berperang, bangsa Alifuru biasanya memainkan tarian Cakalele, memanggil roh leluhur agar merasuki mereka kemudian pergi berperang, setelah lawannya mati maka prajurit Alifuru akan meminum darahnya sebagai imbalan atas roh yang merasukinya yang sudah membantu dalam berperang. Darah merupakan simbol yang sangat identik dengan Orang Maluku baik dalam berperang maupun dalam menjalin persaudaraan. Sumpah pela gandong jaman dahulu pun ditandai dengan meminum darah untuk mendapat pengakuan persaudaraan yang mengikat.

Tarian Cakalele sendiri pernah penulis lihat dengan jelas dari sela - sela jendela semasa kecil pada kerusuhan Ambon 1998-2000. Mulanya prajurit berpakaian perang lengkap, Parang di tangan kanan, Salawaku di tangan kiri, Busur menyerong dari bahu ke pinggang, rangkaian Anak Panah diikat di punggung, pemusik atau yang bertugas memanggil roh membacakan doa sambil memainkan tifa untuk memanggil roh sedangkan prajurit mulai melakukan tarian (bukan sembarang tarian, ada polanya). Jika musik, tarian atau doa dilakukan dengan proses yang salah maka roh tidak akan datang. Beberapa saat kemudian, prajurit mulai berteriak - teriak, tak lama matanya mulai merah, tangan kanannya sendiri mulai bergerak tidak karuan memotong sana sini (apa saja ditebas) pertanda prajurit tersebut telah dirasuki dan siap untuk berperang. Tidak hanya itu, prajurit yang mencapai level ini pun memiliki badan yang kebal, anti peluru dan tidak bisa dipotong. Kejadian itu tidak pernah penulis lupakan.

Penjelasan senjata yang digunakan :
  1. Parang & Salawaku
    Parang atau pedang khas orang Maluku itu sangat berbeda dengan pedang pada umumnya. Bentuknya panjang, ujunngnya memiliki sudut.
    Parang & Salawaku
    source
    Sedangkan Salawaku digunakan sebagai tameng untuk menangkis serangan. Jika dalam pertempuran, bagian depan Salawaku biasanya dilumuri dengan pecahan piring/kaca atau benda - benda tajam.

  2. Busur dan Anak Panah
    Busur yang panjang, dengan anak panah yang panjang berujung besi yang diraut berlancip - lancip. kira - kira seperti ini
    Busur dan Anak Panah
    Busur dan Anak Panah
    source
  3. Tombak
    Bentuk Tombak khas Maluku ditunjukan dengan sangat jelas pada Patung Christina Martha Tiahahu di Karpan.

Setelah berakhirnya kerusuhan Ambon, selain pada pusaka masing - masing Negeri di Maluku, senjata - senjata ini kebanyakan disita oleh aparat sehingga sulit ditemukan oleh orang yang tidak berkepentingan. Hingga sekarang, tarian perang ini diperkenalkan pada dunia dengan nama Tari Cakalele atau Tari Hasa. Tari Hasa mirip dengan Tari Cakalele, akan tetapi penari Tari Hasa mementaskannya secara sadar sedangkan penari Cakalele akan dirasuki roh.

Tari Hasa dipertunjukan pada event kebudayaan atau penyambutan tamu, sedangkan Tari Cakalele yang asli hanya digunakan pada upacara adat atau saat mendesak seperti terjadinya perang.



#tahuribabunyi

Katreji di Kota Pahlawan

8:16 PM
penari katreji

Sebuah tarian tradisional yang dibawakan dengan perpaduan pakaian bahkan musik adat merupakan salah satu cara terbaik untuk tetap mempertahankan budaya daerah. 

Katreji meruakan tarian akulturasi dari daerah Maluku dan bangsa Portugis. tarian ini dimainkan oleh pasangan muda - mudi yang mengikuti komando dari sang pemimpin tarian (komando dalam bahasa portugis). Setiap komando gerakan yang dikatakan akan mengubah koreografi tarian sehingga adanya variasi gerakan, misalnya transisi dari kurung ayam, dansa ola - ola maupun lemon nipis sedangkan untuk kostumnya sendiri juga bervariasi, untuk pria, biasanya menggunakan bajua adat, jas, sabuk merah dan celana putih dan perempuan menggunakan kain kebaya dengan dalaman cole atau yang sesuai.

Tarian ini sendiri sering ditampilkan dalam acara pesta pernikahan hingga event - event perayuaan budaya.

Foto - foto berikut merupakan sebagian dari komunitas anak - anak Maluku di Surabaya (PPKM) yang dipesan untuk mengisi acara pernikahaan Keluarga Errol Lekatompessy yang bertempat di Restoran Tristar - Surabaya.

penari katreji
gerrard & agi

penari katreji
rey & julia

penari katreji
vanno & rani

dave & dennis

penari katreji - pentas pada event wedding @Surabya



#tahuribabunyi

FREQUENT ASK QUESTION

4:00 AM
#1 : Apa itu blog tahuri babunyi?
tahuribabunyi adalah sebuah blog yang bertujuan untuk mempromosikan Maluku pada dunia.


#2 : Kapan blog ini dibuat ?
singkatnya, pada awal tahun 2015, konsep blog ini telah dirancang dan direalisasikan dalam bentuk blogspot pada pertengahan tahun 2015. detailnya, silakan klik menu ABOUT.


#3 : Siapa yang menulis dan menerbitkan konten - kontennya ?
administrator dan kontributor (penulis lepas)


#4 : Bagaimana cara mendapat postingan terbaru blog ini ?
langsung akses ke www.tahuribabunyi.com, FB fanspage tahuribabunyi, follow akun twitter @tahuribabunyi atau subscribe via email tahuribabunyi[at]gmail.com


#5 : Berapa jumlah viewer blog per hari ?
tidak pasti, untuk kemungkinan terburuk (jarang posting) berada antara range 300 - 500 viewer per hari dengan target network spesifik orang Maluku.  Untuk beberapa kasus, viewer dapat mencapai  lebih dari 20.000 per hari ketika konten diminati banyak orang.


#6 : Apa tujuan spesifik blog ini dibuat ?
secara umum fokus pada sektor promosi sumber daya alam maupun manusia yang dimiliki Maluku demi pembangunan daerah yang lebih baik. Memberikan konten - konten yang bersifat edukatif  dan kreatif seputar Maluku pada dunia.


#7 : Apakah bisa menerbitkan artikel/ tulisan yang ditulis sendiri ke dalam blog ini ?
bisa. silahkan kirim artikel anda lewat email contact.


#8 : Apakah tahuri babunyi mempunyai saluran youtube ?
ya. anda bisa menonton videonya di saluran Youtube tahurbabunyi.


#9 : Siapa admin blog ini ?
adminnya adalah manusia kurang kerjaan yang suka melihat dengan mata tertutup.

Tarian Maluku Di Bulan Seni Budaya 2015

1:53 PM
Tarian Maluku

Minggu, 23 Mei 2015 merupakan saat dimana event penutupan Bulan Seni Budaya (BSB) diselenggarakan dan bertempat di Grand City Mall - Surabaya. Event yang difasilitasi Oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) U.K. Petra ini menjadi ajang dimana putra - putri daerah memperkenalkan budaya masing - masing daerah dalam hal busana adat dan  tarian gemulai yang diiringi alunan musik.

Dari Maluku Sendiri diperkenalkan 3 tarian daerah yaitu ;

Tari Tifa/ Tanempar
Oleh Sanggar Lelbutir
terdiri dari mahasiswa rantauan asal Saumlaki - Maluku Tenggara Barat


Tari Katreji
Oleh Persekutuan Pemuda Kristen Maluku (PPKM)
terdiri dari mahasiswa rantauan asal Ambon - Maluku


Tari Lenso (kolaborasi tarian daerah Maluku, Toraja, Kalimantan)
Oleh Persekutuan Pemuda Kristen Maluku (PPKM)
terdiri dari mahasiswa rantauan asal Ambon - Maluku


Tari Tifa Tanempar - Sanggar Lelbutir

Tari Katreji - PPKM

Budaya Maluku

Budaya Maluku

Budaya Maluku

Budaya Maluku

Budaya Maluku
Dengan Panitia

Banyak anak rantau asal Maluku yang berada di Surabaya (khususnya mahasiswa) yang menempuh perkuliahan di universitas yang berbeda - beda, akan tetapi budaya Pela Gandong tetap menjadi pemersatu orang Maluku.



#tahuribabunyi

Keharusan Promosi Maluku

11:56 PM
Keharusan Promosi Maluku
"Pantai Liang"

Di tahun 2015 ini, setiap daerah khususnya di Indonesia diharuskan untuk meningkatkan potensi masing - masing daerah baiki itu dalam hal pariwisata, kebuadaan, kuliner dll. beberapa daerah seperti Jogja dan Surabaya menerapkan hal tersebut dalam konsep City Branding yaitu konsep branding yang menawarkan atau mempromosikan suatu daerah berdasarkan konsep yang dirancang secara khusus untu mencapai tujuan khusus pula. Tujuan yang paling utama adalah untuk menarik minat investor untuk menanamkan modal sehingga arus perekonomian daerah tersebut dapat mengalami peningkatan. Berkaitan dengan perekonomian maka kesejahteraan serta pembangunan daerah akan berjalan beriringan.

Sampai saat ini Propinsi Maluku belum menerapkan konsep City Branding tetapi menggunakan konsep lain seputar promosi juga yang dikemas dalam program Pemerintah yakni Mangente Ambon. Program ini cenderung mepromosikan kebudayaan Maluku tapi belum ada konsep khusus dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Daerah yang maju tentunya memiliki dua pilar paling penting yaitu pilar keuangan dan pilar pendidikan. Di Maluku, kedua pilar ini diharapkan dapat kokoh dengan adanya program Mangente Ambon.

Oleh karena itu, adalah suatu kewajiban bagi warga Maluku juga untuk berpartisipasi dalam mempromosikan potensi yang ada di Maluku. Misal promosi seperti ;

  1. Membuat desain kaos atau jaket dengan tema Maluku
  2. Kreasi masakan baru berdasarkan rempah - rempah Maluku
  3. Bisnis kain tenun
  4. Bisnis cendra mata / oleh - oleh khas Maluku
  5. Membuat video tutorial tarian Maluku kemudian upload di youtube
  6. Foto pariwisata dan upload di media sosial
  7. Membawa nama Maluku di ajang lomba - lomba skala nasional hingga internasional
Tentunya masih banyak lagi cara - cara kreatif yang dapat dilakukan untuk memromosikan sekaligus menjaga nama baik Maluku. Apapun itu, budaya asing semakin menonjol dan kitalah yang berperan sebagai filter dengan tetap bersifat terbuka tetapi kuat dalam mempertahankan budaya daerah.


#TahuriBabunyi

JMP dan Zona Patahan di Pulau Ambon

12:51 PM
" Di Pulau Ambon terdapat 10 zona garis patahan. Tiga diantaranya berada pada daerah pemukiman padat penduduk. Jalan Pattimura Ambon naik sampai ke kawasan Batu Meja masuk dalam salah satu zona patahan itu. Yang lebih rawan lagi adalah daerah Poka-Rumah Tiga karena dilalui tiga garis patahan. Ketiga garis patahan itu berada di Tanjung Marthapons, di belakang Poka Rumah Tiga dari Waiyame melintang garis patahan sampai ke Telaga Kodok dan patahan dari Waiyame naik ke arah Utara Pulau Ambon. Dengan kondisi seperti itu membuat kawasan ini sangat rawan. Patahan-patahan ini akan aktif kalau terjadi gempa besar. " paragraf ini dikutip dari sumber kompasiana. 

Zona Patahan Indonesia
source image: http://www.politikindonesia.com/userfiles/aaaa10.jpg

Setelah ditelusuri dan menyocokan dari berbagai sumber, memang benar uraian di atas sekalipun agak kurang datail. Hanya saja maksud dari postingan ini di angkat untuk dibahas adalah karena berkaitan dengan Jembatan Merah Putih (JMP). 

Jangan menebak, tapi mari kita pikirkan berdasarkan fakta dan disiplin ilmu yang kita miliki khususnya dalam bidang fisika dan geografi (struktur tanah). Apa hubungan antara JMP dan struktur patahan di pulau Ambon ? 

Bukan potensi bencana, tetapi pendongkrak potensi bencana. 
Kenyataan sekarang adalah pulau Ambon berada di atas 10 patahan yang memiliki potensi gempa tektonik. Tiga patahan di antaranya berada pada area Poka-Rumah Tiga dan Tanjung Marthapons yang menjadi lokasi pembangunan JMP. Berikut merupakan dampak JMP sebagai potensi bencana gempa;

Perubahan pola arus
Akibat penanaman tiang pancang yang diawali dengan pengeboran, menyebabkan adanya lubang baru yang dapat dikategorikan besar di bawah laut (teluk) sehingga mempengaruhi pola arus laut. Belum diketahui secara pasti perubahan pola arus di sekitar area JMP bersifat permanen atau sesaat.

Struktur tanah
Sebagian besar Orang Ambon asli paham mengenai pantai Galala yang struktur tanahnya berasal dari kumpulan lumpur yang sangat tebal (akibat tsunami yang pernah terjadi: cek catatan Rumphius). Memang hal ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak Pembangunan JMP, Akan tetapi resikonya sangat besar untuk menentukan titik - titik tiang pancang yang bisa dilihat pada pola jembatan yang tidak segaris lurus (sedikit berkelok di daerah Galala) padahal panjang jembatan hanya 1.140 meter.

Vibrasi
Hal ini belum terjadi namun memiliki potensi yang sangat besar untuk memicu becana. Masih belum tau secara akurasi berapa kapasitas dari JMP tersebut dalam menampung total kendaraan (beban maksimal) akan tetapi hukum getaran tetap berlaku, baik dari alam maupun dari manusia. Getaran harmonik bisa saja timbul dari angin yang menerpa JMP dan mengakibatkan vibrasi (jika memiliki resonansi yang sama). Mungkin tidak seburuk Jembatan Tacoma ini; 


Youtube : Tacoma bridge collapse


Tetap saja ada vibrasi yang terjadi jika jembatan ini kelak sudah berfungsi dengan beban maksimal, baik karena vibrasi dari alam (angin) maupun aktivitas lalu - lintas di jembatan itu sendiri dan tentunya akan berpengaruh pada tiang pancang yang tadinya ditanam pada struktur tanah yang berdekatan dengan lumpur dan pola arus yang sudah mulai berubah. Belum lagi mengenai pesta malam pergantian tahun yang biasanya diadakan di atas JMP. Jumlah orang yang banyak yang berjalan di jembatan ini jika bersamaan dengan lalu - lintas kendaraan maka kemungkinan vibrasi yang terjadi di jalan raya akan semakin besar.

Karena memperhitungkan konstruksi JMP yang dikerjakan oleh perusahaan ternama maka jembatan yang dikhususkan untuk kendaraan ini sebaiknya digunakan sebagaimana fungsinya, jika kondisi cuaca sedang buruk, sebaiknya aktifitas lalu - lintas dibatasi.



#tahuribabunyi

Mengapa Susah Nelpon di Ambon ?

8:33 AM
Akhir - akhir ini banyak orang mengeluh karena susahnya telpon ke Ambon dengan fasilitas berbasis SIM Card-GSM. Baik dari luar kota yang melakukan telpon ke Ambon maupun di dalam Kota sendiri tetap saja ada rentan waktu dan kondisi khusus dimana susah sekali untuk melakukan telpon. Secara spontan, beberapa orang menganggap banyak orang yang melakukan telpon jadi sulit untuk melakukan kontak dan mengakibatkan line operator "nomor sibuk".

Sebenarnya sejak dulu, hal ini sudah sering terjadi. berikut dari segi teknis penyebab susahnya melakukan telpon ke Ambon :
  1. Limit Users
    Cellular
    Sumber: Google
    Key Word: Cellular Mobile Communication System
    Sistem cellular berarti ada sel - sel kecil yang berhimpitan dan tergabung satu sama lain yang dipetakan menurut pola tertentu. Masing masing cell dapat dibayangkan dengan wilayah tertentu yang dikelompokan menurut masing - masing provider. Dalam Cell inilah terdapat Limit Users yang berarti dalam area tertentu ada maximal total pengguna yang boleh melakukan telepon secara bersamaan. Misal Limit Users dalam suatu cell ada 35 maka hanya 35 user yang boleh melakukan telpon dalam waktu bersamaan, lebih dari itu maka line operator akan otomatis memberitahukan kepada penelpon lain "nomor sibuk" atau bahkan "nomor di luar jangkauan.
  2. Cell Phone Waiting
    Hal ini sangat identik dengan Limit Users dalam hal range waktu tertentu seperti, event tahun baru, lebaran, natal hingga yang baru - baru ini terjadi yaitu event Pentas Kebudayaan dalam program Pemkot Mangente Ambon. Jika Kondisi Limit Users terpenuhi maka pengguna lain (dalam satu provider) akan sulit melakukan kontak. sebaiknya tunggu beberapa saat lagi baru melakukan call.
  3. S/N Ratio
    Perbandingan Signal dan Nois (sinyal dan gangguan) merupakan faktor yang kadang dilupakan oleh pengguna Cellular. Semakin besar gangguan, maka akan sulit melakukan call dan sebaliknya semakin besar sinyal maka akan sangat lancar melakukan call. Di Ambon, dalam satu tower BTS (Base Transmiter Station) yang mirip menara eiffel itu saja bukan cuma terdiri dari satu pemancar provider, tapi ada beberapa pemancar provider GSM maupun CDMA sehingga antara masing - masing transmiter dapat mengindikasikan distorsi sinyal. Sekalipun dalam implementasinya sudah melalui perhitungan secara matematis, tetap saja ada noise yang dapat menyebabnyak lemahnya sinyal cellular.
SOLUSI :
Kita pasti sudah bisa memperkirakan solusi apa saja yang dapat membantu mengatasi maslah tersebut setelah membaca uraian di atas. Sesuai dengan kondisi Ambon, yang paling dibutuhkan adalah bertambahnya Limit Users agar meminimalisir kemungkinan Call Phone Waiting. Untuk melakukan hal ini, tidaklah mudah, ada sejumlah protokol dan ijin yang harus dilewati agar bisa memenuhi hal tersebut. Lebih dari pada itu, penambahan tower BTS dan adanya cell baru khususnya di daerah - daerah terpencil akan sangat membantu warga Maluku untuk bisa bekomunikasi jarak jauh.



#tahuribabunyi

Cherly Agnes Pattiasina

1:35 AM
INTEGRITAS.

Suatu kali, terlintas dalam pikiran mengenai realisasi Integritas seperti apa yang benar - benar sesuai dengan arti dari istilah itu sendiri. Menurut KBBI, integritas berarti mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran. Dalam hal kepribadian, penekanan lebih kepada kewibaan dan kejujuran.

Cherly Agnes Pattiasina
Cherly Agnes Pattiasina
Integritas memegang peran penting dalam penentuan final kepribadian seseorang. untuk lebih real, mari berkenalan dengan Cherly Agnes Pattiasina atau yang sering disapa Chey lewat wawancara singkat seputar integritas berikut ini;

"Bisakah anda mendikripsikan singkat tentang anda ?"Sambil ketawa, Chey menjawab "Saya Chey, orangnya cerewet, suka bergaul dan bercanda."

"Apa yang anda ketehaui mengenai integritas ?"
"Integritas adalah melakukan apa yang dikatakan sehingga antara perkataan dan perbuatan menjadi sejajar."

"Pada kenyataannya, apa ada tantangan dalam proses penerapan integritas ?"
"Sudah pasti ada, apalagi perempuan yang pada dasarnya lemah dalam hal integritas."

"Tantangan integritas seperti apa saja yang sering anda alami sebagai seorang perantau di kehidupan perkuliahan?"
"Banyak. misalnya ketika dari kos mau ke kampus trus tiba – tiba dalam perjalan diajak teman2 untuk jalan – jalan.. di situ kadang dilema"

"Bagaimana cara anda menghadapi hal tersebut ?"
"Harus tetap konsisten dengan tujuan ke kampus karena sebelum keluar kos sudah berdoa untuk ke kampus, bukan jalan – jalan."

"Apakah ada pesan khusus dalam hal integritas untuk perempuan muda Maluku ?"
"ya. Pada dasarnya perempuan itu lemah ketika berada dalam dilema integritas. Yang pasti ketika kita menjadi pribadi yang berintegritas maka kita akan dihargai, sebaliknya jika tidak maka kemungkinan besar tidak ada yang akan menghargai kita."

Wawancara singkat bersama Mahasiswa Teknik sipil itu menyisakan sedikit renungan mengenai realita godaan external dalam penerapan keyakinan akan suatu hal yang benar. Jadi, kita hanya punya dua pilihan dari keyakinan yang kita anggap benar yaitu memilih konsisten dan menerapkannya atau justru tidak melakukannya.



#tahuribabunyi

Filosofi Orang Ambon

6:30 AM
Di Indonesia, karakteristik orang Ambon cenderung dikenal dengan kesan kasar bahkan pemarah, lebih dari itu dianggap sebagai preman (bukan premanisme). Posting kali ini akan mengulas bebrapa hal mengenai karakteristik orang Ambon yang sebenarnya jauh dari ekspektasi masyarakat Indonesia pada umumnya.

Alifuru Bangsa Asli Maluku
Nahulu-Alifuru: Bangsa Asli Maluku

  1. hitam putih'
    ini adalah ungkapan yang sering digunakan dalam syair - syair daerah mengenai karakter orang muda khususnya laki - laki. hal ini tergambar dalam syair "ayam hitam, telurnya putih. mencari makan, di pinggir kali. sio nyong hitam, giginya putih, kalau tertawa manis sekali'. Penafsiran syair ini bukan pada orientasi kulit hitam (tidak ada kulit hitam di Maluku, yang ada hanya sawo matang) tetapi pada sisi keburukan seseorang tetap saja ada kebaikan yang nampak walaupun hanya sedikit (gignya putih) maka itu akan sangat baik. ungkapan sejenisnya seperti 'nona ambon hitam manis', 'hitam tapi manis manggustan' dll
  2. 'potong di kuku, rasa di daging' dan 'ale rasa, beta rasa'
    kedua ungkapan di atas memiliki arti yang sama yaitu saling membantu karena adanya keterikatan yang sangat kuat bahkan lebih dari hubungan keluarga. Jika seseorang sedang berduka, maka yang lain akan turut merasakannya begitupun ketika bahagia.
  3. filosofi pohon sagu
    pohon yang satu ini menjadi sumber makan utama orang timur pada jaman dahulu ketika datang musing kekeringan yang panjang. Pohon ini sekaligus sebagai simbol karakter orang Maluku yang kasar tetapi memiliki hati nurani (bagian terdalam) yang baik adanya (pohon sagu di luar, berduri tetapi di dalamnya ada sagu yang putih ketika diendapkan). Ini seperti filosofi padi pada umumnya.
  4. satu hati, satu jantong
    ini merupakan ungkapan dalam budaya Pela Gandong  yang mengarah pada hubungan kekeluargaan (bukan satu ibu) tetapi bersifat mengikat.
Setiap daerah pasti memiliki ciri khas masing - masing. Kalau di Maluku, lebih identik dengan hubungan persaudaraan.



#tahuribabunyi

Blog Maluku tahuribabunyi

4:37 AM
blog tahuri babunyi
anak - anak tiup tahuri

* TAHURI sebagai alat musik

Tahuri = kuli bia = fu = terompet kerang,  merupakan alat musik tradisional khas Maluku yang terbuat dari 100% bahan alami yaitu dari kerang laut yang dicuci bersih kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, setelah itu dilubangi bagian porosnya untuk menghasilkan nada - nada ketika ditiup. Semakin kecil bentuk tahuri, maka semakin nyaring bunyi yang dihasilkan dan sebaliknya semakin besar tahuri maka semakin redam suaranya (bass).

Alat musik ini sering digunakan pada upacara adat maupun pentas seni musik yang dikolaborasi dengan tifa, kolintang dan seruling. Namun jauh sebelum itu, tahuri merupakan alat komunikasi orang Alifuru yang digunakan para marinyo (penyalur pesan) untuk menyampaikan pesan dari raja kepada masyarakat. Dalam konteks cakalele, tahuri yang ditiup prajurit berarti 'memanggil' serta dapat memberikan semangat membara di dalam dada prajurit kabaressi.


* filosifi blog tahuribabunyi

Terinspirasi dari makna tahuri sebagai alat musik serta menyandingkannya dengan kata 'babunyi' yang berarti berbunyi, maka  blog tahuribabunyi diciptakan untuk menjadi media kreatif guna berbagi berita - berita menarik seputar Maluku. Oleh karena syarat utama konten atau artikel yang diterbitkan harus memiliki nilai edukatif, maka diharapkan seluruh elemen dari blog tahuribabunyi dapat memberikan dampak positif bagi Maluku.

Kegunaan suara tahuri ketika ditiup sama halnya blog tahuribabunyi ketika menyuarakan segala sesuatu tentang Maluku. Dengan demikian, setiap postingan dalam blog ini bersifat informatif berdasarkan fakta, wawancara, cerita turun - temurun, opini, hingga data statistik yang terbagi dalam setiap kategori/label sesuai kebutuhan pembaca.


* sosial media 

twitter @tahuribabunyi | instagram @tahuribabunyi | facebook fanspage @tahuribabunyi

Awalnya, blog ini hanya menggunakan facebook fanspage sebagai indikator pembaca setia blog, namun seiring berkembangnya tingkat pengguna sosial media twitter dan instagram di Maluku, maka lahirlah akun ig dan twitter yang telah terintegrasi untuk menyebarluaskan setiap konten blog.


* sejarah singkat lahirnya blog tahuribabunyi

Hobi admin yang sering berurusan dengan komputer (harware & software) sejak SD terus meningkat tiap tahunnya. Hobi ini pun mengantar admin untuk belajar menggunakan blog dengan platform blogger pada masa SMP sehingga sering menghabiskan waktu di warnet untuk belajar coding dan tampilan blog (waktu friendster masih berkuasa). Pada masa itu, jumlah warnet di Ambon hanya dua lokasi dengan kecepatan internet yang sangat memprihatinkan.

Seiring bertambah luasnya network pengguna sosial media, kebiasaan chating mIRC dengan orang luar pun akhirnya membuat admin berpikir untuk mempromosikan Maluku pada dunia. Blog yang tadinya menulis hal - hal pribadi akhirnya dipenuhi dengan tulisan - tulisan mengenai Maluku. Fase ini terus berlangsung di masa SMA dengan alamat blog ddevan39.blogspot.com. 

Setelah keluar merantau dan bisa berkenalan dengan beberapa blogger di daerah lain barulah admin paham seluk beluk dunia blogging yang baik dan benar disamping membaca tutorial di internet (yang kebanyakan hanya tutorial abal - abal). Dengan sedikit merasa malu karena masih menggunakan tulisan alay (huruf angka, tulisan besar kecil, permintaan meninggalkan komen dll) akhirnya blog lama pun dihapus secara permanen. 

Lahirlah konsep GoBlog For Maluku yang sekaligus mejadi alamat situsnya goblogformaluku.blogspot.com karena masih seputar merancang blog demi mempromosikan Maluku. Menyadari alamatnya terlalu panjang dan kurang branded, maka dibuat blog yang baru lagi dengan nama GoMoluccas.blogspot.com. GM mampu bertahan selama hampir dua tahun dengan konten - konten yang sangat diminati oleh pembaca karena meliput kegiatan sehari - hari orang Maluku.

Yakin dengan transformasi gaya bahasa yang sudah mulai interaktif dan konsisten, akhirnya admin memodifikasi GoMoluccas menjadi blog baru dengan menambahkan unsur branding dan teknik sosial networking. Dengan antusias, akhirnya domain berbayar pun di beli dengan alamat  situs tahuribabunyi.com. Iya, dot com, Top Level Domain (TLD) dimana terdapat resiko yang cukup besar jika blog ini gagal lagi.

Konsep tahuribabunyi lahir pada tahun 2012 berupa rancangan jangka panjang sambil menjalankan blog GoMoluccas. Akhirya pada tahun 2015, admin memutuskan untuk tetap konsisten dengan hanya satu blog yaitu tahuribabunyi sebagai media untuk mempromosikan Maluku, dihapuslah domain lama dan melakukan repost di alamat blog yang baru. Berbagai teknik optimasi, labelisasi dan basis data menjadi kekuatan khusus untuk admin berjuang mempertahankan blog ini tetap eksis. Terbukti, berbagai konten blog tahuribabunyi banyak diperbincangkan oleh pengguna sosial media (dalam dan luar Maluku) dan mampu menjangkau viewer dengan range kisaran 600 - 1000 pengunjung tiap harinya. 


* last words


Menyadari sungguh bahwa blog ini punya banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, maka admin memohon maaf yang sebesar - besarnya jika ada postingan yang tidak berkenan di hati pembaca, serta bersedia menerima kritikan demi memperbaiki apa yang harus diperbaiki dalam blog ini sehingga blog tahuribabunyi akan terus eksis sebagai Blog Maluku terbaik serta menjadi media independen yang berintegritas dalam skema membangun Maluku dengan cara - cara yang kreatif.



Hormat,


admin

Denissa Alfiany Luhulima

5:56 AM
KEPRIBADIAN PEREMPUAN.


Salam Basudara !
Kepribadian seorang perempuan paling umum digambarkan melalui aspek pikiran, tingkah laku, dan ucapan. Profil kali ini menganggat seorang sahabat yang punya cara  bergaul yang khas dengan orang baru maupun orang lama, orang tua dan anak muda, dosen dan sesama mahasiswa, dll dalam hal memberi pengaruh yaitu Denissa Alfiany Luhulima. 

Denissas Alfiany Luhulima
Denissa Alfiany Luhulima, S.Kom.
Bermula dari iseng menunjukan Blog Tahuri Babunyi dan meminta mengomentarinya, ternyata berujung pada wawancara singkat untuk mengetahui pandangan dari Alumni Teknik Informatika itu mengenai kepribadian seorang perempuan.

"Bisakah perempuan digambarkan dengan lima kata ?"
Dengan Cepat, Denis menjawab "Perempuan tidak bisa digambarkan dengan lima kata karena perempuan itu rumit"

"Dalam hal apa perempuan bisa dikatakan rumit?"
"Seorang perempuan rumit dalam hal pikiran, tingkah - laku dan ucapan"

"Kapan ketiga hal itu menjadi sederhana?"
"tidak ada yang sederhana, segalanya dipertimbangkan, misalanya; berpakaian, memasak, persiapan sebelum ke ecara event, dll. jadi jangan heran kalau perempuan punya persiapan yang matang sebelum menghadiri undangan acara"

"Apakah semua  hal tersebut dapat mewakili kepribadian perempuan muda   Maluku?"
"Kalau dulu dan sekarang sama saja, tetapi berbeda dalam hal berbicara ketika mau menyampaikan suatu maksud. Kalau dulu, perempuan lebih terkesan berwibawa, tapi kalau sekarang paling sulit untuk mengontrol ucapan"

"Kalau begitu, karakter seperti apa yang harus dimiliki perempuan muda Maluku?"
"Sedikit lebih ramah. Seperti pahlawan Christina Martha Tiahahu yang kuat, pintar dan mandiri (bukan berarti tidak membutuhkan laki - laki). jangan hanya kuat dalam perkataan saja tetapi otak juga"

Deretan jawaban dari ahli analisa Sistem Informasi Bisnis itu seperti makna pepatah lama dalam syair Huhate;

"Orang muda huhate, bae-bae
jangan sampai dapat kulit durian
Pasang mata telinga, kalau mencari teman
jangan sampai dapat kulit durian"

Dari segi perempuan,  syair tersebut mengajarkan seorang perempuan untuk berhati - hati dalam memilih, apalagi soal pasangan hidup.


#tahuribabunyi

Ikalesang Ia Rumai Ea

6:00 AM
Tentunya kita tidak asing lagi dengan istilah 'kalesang' tapi bagaimana dengan judul di atas ?. Kalimat yang menggunakan bahasa asli dari Maluku ini mempunyai arti 'saling peduli dang saling mengasihi' yang merupakan realisasi dari kehidupan orang Maluku dalam kesehariannya. terbukti dari tradisi terkait yaitu 'Pela Gandong', 'laeng lia laeng' dan 'laeng sayang laeng', 'potong di kuku, rasa di daging', 'ale rasa, beta rasa', 'satu hati, satu jantong', 'sayang dilale' dll. semuanya dapat dirangkum dengan kalimat bahasa tanah 'Ikalesang Ia Rumai Ea' karena memiliki satu makna yang mirip.

Panas Pela Lemdesar Timur dan Sifnana
( Panas Pela Lemdesar Timur dan Sifnana 2012 )
Bukan kebetulan bahwa tradisi yang banyak di Maluku memiliki makna yang sama karena begitulah kehidupan orang Maluku hingga sekarang dan semoga akan tetap terus terjaga. Lantas, realisasi seperti apa yang ada dalam makna 'Ikalesang Ia Rumai Ea' ?

Tentu saja berkisar dari artinya. Orang Maluku juga mengalami jaman tidak ada uang yang dikenal dengan 'Barter' misal orang desa pesisir pantai yang melakukan barter dengan desa  bagian pegunungan, hal ini saja merupakan realisasi sederhana dari makna kalimat tersebut.

Di jaman modern sekarang ini, 'Ikalesang Ia Rumai Ea' sering diimplementasikan dengan cara tolong menolong antara sesama yang sangat erat dengan kekeluargaan (tetap sama dengan jaman dulu) seperti menegur/menasehati teman layaknya adik/saudara serta sangat mendalam. Segala hal yang mengacu pada kepedulian, dilakukan orang Maluku secara mendalam sehingga terjalin hubungan kekeluargaan yang sangat kental. Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh sesama umur, tetapi juga semua kalangan mulai dari anak - anak, muda - mudi, orang tua hingga oma opa. hal ini dikenal dengan istilah 'sayang dilale' yang juga mempunyai makna yang sama dengan tradisi Maluku lainnya.

Semua tradisi tersebut diturunkan melalui nasehat, lagu, tarian, permainan, ornamen dll agar tradisi manis ini tetap terjaga.


#tahuribabunyi

Ilmu Hidup: Nasehat Paling Populer

5:22 AM
Berbicara mengenai nasehat atau petuah dari orang yang lebih tua maka ada satu nasehat yang sangat terkenal di Maluku yaitu Ilmu Hidup.

Ya. Ilmu Hudip.
Rendah HatiPoin dari nasehat ini adalah mengenai kemampuan seseorang untuk bisa hidup dengan cara masing - masing pribadi. Nasehat ini menuturkan kalimat yang berbunyi "Semua Ilmu yang ada di dunia ini bisa kamu pelajari lewat buku, tetapi untuk hidup, kamu harus menemukan caranya sendiri' artinya bukan makan untuk bisa tetap hidup tetapi bagaiman seorang individu bisa disegani/diharmati orang lain, bisa diterima, bisa berproses dan berkembang bersama orang lain sehingga menjadikan hidup lebih bermakna. Itulah hidup yang dipahami mayoritas orang Maluku.

Apa yang membuat nasehat ini begitu terkenal ?
Nasehat ini selalu diceritakan turun - temurun ke setiap generasi dan untuk diterapkan sehingga nasehat yang satu ini selalu terniang di pikiran orang Maluku.

Namanya nasehat berarti pesan khusus dari orang yang sudah berpengalaman yang diturunkan agar penerusnya tidak mengulangi kesalahan, apalagi dalam konteks kehidupan sosial tentunya ada resiko yang harus ditanggung ketika nasehat ini dipandang sebelah mata. Seorang yang berpendidikan tinggi saja tidak menggangap remeh nasehat ini karena mereka paham betul resikonya jika tidak diindahkan.

Resiko terburuk dari menentang nasehat ini adalah masalah sosial yang berkaitan dengan kepribadian seseorang yang akan mengalami penolakan karena mengganggap diri selalu benar dengan caranya sendiri. Tetapi ketika memahami nasehat ini dan mau mengaplikasikannya, maka akan timbul kerendahan hati yang sangat mendalam sebagai start awal untuk mengarungi sebuah kehidupan yang baru.


#TahuriBabunyi

Kebiasaan Lempar Melempar

6:30 AM
Stereotip kali ini membahas tentang ungkapan 'Lempar Mangga'
sebenarnya termasuk semua buah yang enak dan bisa dilempari.

Apa yang aneh dengan ungkapan tersebut ?
Kata 'lempar mangga' berarti ada kata kerja dan subjek pelempar serta mangga itu sendiri. Kalau di daerah lain di Indonesia, lempar+objek berarti memegang objek tersebut dan melemparinya misal lempar mangga berarti memegang mangga dan melemparnya atau lempar batu yang berarti memegang batu dan melemparinya.

Di Maluku, ada kecenderungan fokus objek yang berbeda dalam ungkapan kata kerja seperti pada ungkapan 'lempar mangga' sehingga ungkapan tersebut dapat berarti memegang benda lain yang digunakan untuk melempar mangga, misal batu, sandal, ranting dll.

Apakah ini suatu kekeliruan kesalahpahaman makna kata kerja ? tidak, karena ini murni anomali yang cenderung menjadi stereotip khususnya pada makanan atau benda hidup.

Orang Maluku memiliki budaya khusus terhadap makanan yang dikenal dengan istilah 'jang buang - buang makanan' artinya 'jangan membuang - buang makanan' atau dengan makna yang mendalam; nasehat agar tidak menyisakan makanan yang dimakan. Oleh karena itu jangan heran kalau ungkapan 'lempar' digabung dengan objek makanan atau benda hidup maka akan berarti memegang benda mati dan melempari benda hidup, namun ketika ungkapan lempar digabung dengan objek benda mati maka itu akan berarti kata kerja memegang objek benda mati itu sendiri dan melempar benda mati

Lempar Mangga
benda lain untuk melempar
Lee Min Ho Lempar Jambu
(K-Drama 2011) City Hunter (SBS) Lee Min Ho Lempar Jambu
cek ini :

Objek Makanan/Benda Hidup > memegang benda mati untuk melempari benda hidup;
lempar mangga            
lempar kedondong
lempar burung
lempar ayam
lempar anjing
lempar orang

Objek Benda Mati: langsung memegang objeknya untuk dilempar
lempar kayu
lempar bola
lempar piring
lempar topi
lempar baju
lempar sepatu
lempar tipex
lempar pensil

Intinya adalah kalau di Ambon (Maluku), kalimat kerja untuk melempari benda hidup/makanan berarti memegang benda mati lalu melempar benda hidup. Sebaliknya jika melempari benda mati, maka digunakan benda mati itu sendiri untuk melempari benda mati.



#tahuribabunyi

Baku Kele di Perantauan

6:30 AM
Salam Manis voor basudara samua dari anana rantau di Surabaya yang tergabung dalam komunitas Persekutuan Pemuda Kristen Maluku (PPKM)

Balom sampe 5tahun dari pertama kali join di komunitas ini, tapi rasanya banyak skali pengalaman manis yang bata dapa ketika ada dalam lingkaran ini. Tahun ini, ada pelajaran bagus dan unik yaitu kegiatan syukuran Paskah dengan tema Baku Kele.

Baku Kele Bukan saja terjadi di daerah to, katong jua mesti tetap baku kele dimanapun apalagi di perantauan.

Baku Kele atau dalam Bahasa Indonesia yang berarti 'Bergandengan' (tangan) dalam keseharian orang Maluku adalah sebuah tradisi yang mengarah pada orientasi tolong - menolong hanya saja tolong menolong versi orang Maluku memiliki makna yang sangat mendalam ketika ada sesama yang mengalami problem/kesusahan. 

Kembali ke kehidupan anak rantau. Di sini, PPKM tetap menjaga tradisi tersebut sehingga kondisi kekeluargaan terbentuk dan harmonis walaupun jauh dari basudara di Maluku. Baku Kele sendiri dapat diterapkan dalam banyak hal khususnya dalam hal - hal kecil yang dapat berdampak buruk saja semestinya katong harus tetap baku kele supaya jang ada yang 'jatuh'. Misal dalam Video Atmosfir Berikut yang menceritakan game dota sampe lupa kuliah.

(maaf channel youtube lama lenyap)
Fika, Nehemia, Jessica

Seng sabar voor iko akang acara puncak pada 2-3 Mei 2015 di Taman Dayu Jawa Timur nanti.
semangat buat teman - teman panitia Paskah PPKM 2015.

Note:
Cameraman, Video Editing, Script etc, By : Bung Gerard Gavin Jovian Brand



#tahuribabunyi

Perekonomian vs Infrastruktur

6:30 AM
Perekonomian Infrastruktur Maluku
Turun Tantui-Batu Merah

Salam Bae Bsudara !

Pernah kah kita berpikir sejenak mengenai lonjakan kendaraan di daerah kita ? hubungannya dengan perputaran perekenomian dan infrastruktur ? mungkin sebagian besar dari kita lebih memilih untuk tetap berperan sebagai pengguna jalan raya yang sibuk dengan kepentingan masing - masing dibandingkan menyalurkan aspirasi lewat media ataukan mungkin porsi Pemerintah khususnya Dinas Perhubungan menjadi mutlak tanpa aspirasi rakyat ? 

Harus kita akui bahwa pertambahan penduduk kota sangat signifikan mulai dari anggka kelahiran hingga anggka transmigrasi dll, sejak tahun 2008 yang menitikberatkan perputaran perekonomian mengalami lonjakan berdasarkan jenis lapangan pekerjaan dan ketersediaannya. Ketika suatu daerah yang ada dalam taraft pertumbuhan atau perkembangan mengalami histerisis makan secara otomatis infrastruktur daerah tersebut haruslah di-upgrade secara periodik agar pemerataan pembangunan tetap terjaga dalam keselarasan pertumbuhan daerah.

Kota Ambon termasuk dalam kasus tersebut, dimana dalam hal infrastruktur khususnya akses ke Pusat Kota mengalami ketidakselarasan dengan lonjakan kendaraan yang terus meningkat. Berbicara mengenai infrastruktur (dalam hal ini, jalan raya) yang semestinya harus di-upgrade berarti memberikan ruang pada pembangunan agar tidak menimbulkan dampak buruk. Sebagai contoh untuk topik kali ini, orientasi kita adalah pada pusat kota Ambon mulai dari daerah Latuhalat sampai ke Daerah Galala (fokus pada jalan raya). Batas kedua daerah tersebut adalah untuk menjadi tolak ukur perbedaan lebar jalan raya dibandingkan dengan jalur luar khususnya dari Galala ke Passo hingga daerah Tawiri yang memiliki luas jalan yang lebih lebar. Bukankan semestinya pada Pusat Kota, jalan raya harus lebih lebar ? bisa ya, bisa tidak tergantung status Jalan Raya raya tersebut. Akan tetapi jika ditinjau dari kondisi Kota mulai pada tahun 2008, maka semestinya pembenahan jalan khususnya untuk jenis jalan arteri semestinya sudah harus dilakukan, bukan hanya sekedar perbaikan aspal saja. Apa akibatnya ketika lebar jalan dari Latuhalat-Galala lebih kecil dibandingkan Galala-Passo-Tawiri dalam konteks lonjakan Bisnis dan Transportasi ? sudah pasti macet parah dapat dilihat di Jalan sekitar Batu Merah yang terbagi du jalur, belum lagi ditambah pedagang kaki lima di daerah tersebut.

Perekonomian Infrastruktur Maluku
turun - turun Batu Merah 

Apresiasi untuk pemerintah yang telah menjalankan Proyek Jembatan Merah Putuh yang dikhususkan untuk Mahasiswa tapi bagaimana dengan jalan di Pusat Kota sendiri ? atau apakah perhatian pembanggunan hanya fokus di bagian timur ambon dibandingkan dengan daerah barat yaitu Benteng - Latuhalat ? 

Bagaimanapun juga, pemerataan pembangunan harus tetap harmonis bukan saja dari segi Infrastruktur tetapi mencangkup segala aspek.



#tahuribabunyi

Yang Paling Dicari di Kota Ambon

6:47 AM

yang paling dicari di Ambon
Lapangan Merdeka
Ambon merupakan Ibu Kota Provinsi Maluku sekaligus menjadi pusat perputaran perekonomian skala daerah yang memberikan sumbangsi bagi berbagai aspek kehidupan warga kota. Kondisi ini tentunya tidak terjadi begitu saja, layaknya daerah - daerah lain di Indonesia yang memiliki ciri khas masing - masing, Ambon  tentunya memiliki kelebihan yang tidak kalah menarik dan tentu saja memiliki daya saing baik secara sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

Ketertarikan yang dimiliki Kota Ambon tidak hanya berpengaruh pada warga kota ataupun sekitarnya tetapi juga mampu menarik wisatawan manca Negara dan Investor skala internasional. Lalu apa saja yang membuat Ambon begitu menarik ?  atau apa saja yang paling dicari di Kota Manise  ini ?
  1. Spot Pariwisata
    Mungkin Indonesia dikenal dunia dengan Pulau Bali, tapi jangan salah lho, Ambon Memiliki satu pantai yang sering dikunjungi wisatawan luar  negeri yaitu Pantai Natsepa. Juga Pantai lainnya seperti Pantai  Santai, Liang, bahkan Pantai Ora
  2. Kuliner
    Makanan yang paling dicari di Ambon sangat bervariasi, mulai dari Nasi Kuning, Ikan Kedondong, Ikan Asar dan Colo-colo,  Papeda dan Ikan Kuah Kuning, dan berbagai olahan lainnya, tentunya dengan rempah, rempah khas Maluku.
  3. Belut Raksasa
    Kita pasti tau belut di daerah lain  yang ukurannya normalnya kalah jauh dibandingkan dengan belut yang ada di  Ambon tepatnya di Desa Waai. Ada sebuah kolam namanya Kolam Waiselaka yang merupakan tempat adanya belut raksasa yang dikenal dengan sebutan Morea itu. Anehnya binatang tersebut sangat jinak dan wisatawan bisa langsung turun ke kolam untuk memegangnya.
  4. Sopi (arak khas daerah)
    Ini merupakan minuman keras dengan racikan yang sangat tradisional yang berasal dari Pohon Sageru maka tidak heran kalau banyak wisatawan asing khususnya pria yang  menyempatkan diri untuk mencicipi minuman yang  satu ini. Jangan coba kalau belum terbiasa, anda bisa mabuk berat walau  hanya 1/4 gelas.
  5. Yang terakhir ini jarang ada di daerah  asal. Pasti sudah bisa menebaknya. Ya, Bung Glen Fredly.  Penyanyi asal Ambon dengan pita suara yang sangat merdu. Pastinya  banyak orang yang tidak ingin melewati tiap konsernya.


#tahuribabunyi

Kesetaraan Gender di Maluku

5:20 AM
Perkembangan kesetaraan gender di dunia sangat mengindikasikan pada pemahaman feminisme yang cenderung radikal atau dengan kata lain, persamaan hak wanita yang  paradox. Kesetaraan gender atau persamaan hak memberikan ruang bagi kaum perumpuan (khususnya di belahan bumi bagian barat) untuk berkreasi layaknya pria dalam hal tugas dan tanggung jawab, tentu hal ini sangat baik akan tetapi bagaimana jika ruang itu mengindikasikan perempuan untuk bisa mengatasi pria bahkan berkuasa atasnya ? ya, inilah pergeseran yang terjadi secara bertahap dan menjadi pembahasan dalam seminar - seminar kesetaraan  gender.

Perempuan Tanimbar
Perempuan Tanimbar
Indonesia termasuk negara yang merasakan dampak persamaan hak antara pria dan wanita, hal ini dibuktikan dengan orientasi perempuan yang mulai terjun dalam dunia politik, pertahanan dan militer, pemerintahan dll. Contohnya, mantan Presiden Megawati. Akan tetapi belum ada hal - hal khusus yang mengarah pada feminisme bahkan feminisme radikal. feminisme merupakan paham yang menyatakan bahwa  perempuan lebih dari laki - laki. Setidaknya itu yang dapat dinilai melalui pemberitaan media masa seperti TV, koran, majalah, medsos dll. Lalu, bagaimana dengan konteks kesetaraan gender di Indonesia bagaian Timur ? 

Sebagai sampel, mari kita lihat dari kondisi Orang Maluku.
Pada kenyataannya, hal kesetaraan gender seperti suatu hal yang baru bagi orang Maluku ketika konteks ini dibahas di daerah tersebut tetapi, setelah menelusuri lebih lanjut, justru merupakan hal yang lazim untuk diterapkan di Maluku. Hal ini dipengaruhi oleh budaya yang sangat kental selain solidaritas saling menghargai antara  pria dan wanita, begitu juga antara keluarga dan sesama. Sejak jaman dahulu bahkan sebelum  Indonesia merdeka, hampir tidak ada  batasan bagi perempuan untuk berkarya dalam hal melakukan pekerjaan laki - laki. Sebagai contoh di Maluku, perempuan juga bisa panjat kelapa, tebang pohon, belah kayu bakar, menyelam untuk memanah ikan, bahkan memikul barang - barang berat hingga pada zaman penjajahan pra  kemerdekaan pun perempuan terlibat dalam Peperangan taktik maupun fisik (yang  paling  terkenal adalah Christina Martha Tiahahu). Apakah kesetaraan gender merupakan hal baru di Maluku ? tentu saja tidak. Lalu  bagaimana dengan  kaum pria ? apa ayang mereka sering kerjakan ?

Kebebasan pada perempuan untuk berkarya bukan menjadi alasan untuk kaum pria menjadi pemalas, tentu saja tetap ada hal - hal khusus yang harus dikerjakan laki - laki seperti berburu, membangun rumah, menjaga keamanan dan tetap mengawasi keluarga. Budaya orang Maluku yang sangat menjunjung tinggi solidaritas dan persaudaraan itu nyata dalam adat Pela Gandong karena tentu saja kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa dan mengikat masyarakat secara turun temurun maka, akan sangat sulit untuk munculnya kemungkinan feminisme radikal di Maluku, layaknya kaum pria yang tidak menindas kaum wanita, begitupun sebaliknya.

Tentunya budaya orang Maluku ini sangat manis dan tetap terjaga, akan tetapi tidak menutup kemungkinan eksternal masuknya budaya asing yang tidak disaring secara bijak yang mampu untuk menggeser perlahan identitas Pela Gandong. Secara keseluruhan kesetaraan gender orang Maluku tentunya dapat diukur dengan jenis pekerjaan yang digeluti baik formal maupun  non formal.




#tahuribabunyi

Ambon Manise vs Ambon Berdarah

8:24 PM
Salam Bae, Gandong Manise !

Ambon Manise vs Ambon Berdarah

15 Tahun berlalu setelah kenangan pahit harus ditelan sebagian besar basudara di Ambon karena tragedi Ambon Berdarah sekaligus menjadi pelajaran penting karena bermula dari hal kecil yaitu percecokan antara preman pasar dan supir angkot saja bisa menimbulkan perang yang besar dengan memakan ribuan korban jiwa. Semoga kejadian semacam ini tidak terulang lagi karena melihat raut wajah, tatapan dan air mata dari setiap korban kehilangan tentunya lebih menyakitkan dari tikaman sebuah parang.

Berbagai cara diupayakan warga kota tercinta untuk memendam kenangan pahit itu atau  bahkan mengantisipasinya. Pemerintah pun tidak segan -  segan untuk melepas sejumlah personel kepolisian termasuk intelijen untuk berjaga di tiaip titik rawan kerusuhan. Cap Ambon Manise yang  berarti maju, aman, nyaman, indah  dan sejahtera itu seakan hilang begitu saja dan kisah dibalik semua itu seakan sulit untuk diceritakan dan justru memilih untuk dipendam. Namun dari semua keterpurukan itu, ada banyak perubahan yang  terjadi di Kota Ambon tercinta yang mencangkup banyak aspek yaitu;
  1. Lokasi vs lokalisasi
    karena perang yang terjadi adalah perang agama maka sekarang tempat tinggal warga kota terpetakan berdasarkan agama mayoritas kristen dan muslim padahal sebelum pasca kerusuhan, warga cenderung berbaur satu sama lain walaupun beda agama, ras  maupun soa tertentu. sebagai contoh; daerah Batu Merah, Pohon Pule,  Taman Makmur dll cenderung mayoritas muslim dan daerah Benteng, Kudamati, Batu Gantong dll, cenderung mayoritas kristen. Tapi mau bagaimana lagi, ujung - ujungnya juga semua akan bertemu dan berbaur seperti di pasar mardika atau mall, bahakan mudah untuk dibedakan dari cara sapaannya. yang kristen cenderung menggunakan kata "kaka" dan "uci" dan yang muslim cenderung menggunakan kata "abang" dan "caca".
  2. Taman Kota vs Taman Pelita
    Kalau sekarang, jika ditanyakan pada jujaro mungare "dimana letak gong perdamaian?" semua akan sepakat  menjawab "di taman kota" tapi coba saja tanyakan kepada opa - opa apalagi yang sudah veteran,  pasti mereka akan menjawab "di daerah taman pelita". Ya, taman kota yang kita kenal sekarang adalah area taman pelita pada jaman dahulu dan juga merupakan pusat jajanan malam sepanjang jalan A.Y. Patty. Semoga dengan adanya Gong Perdamaian di tempai ini, diharapkan tidak adalagi konflik - konflik yang terjadi.
  3. Identitas Pela Gandong
    Hal ini yang paling tragis karena sebelum tahun 1990an Pela Gandong dikenal tidak memandang agama, ras, bulu, suku bangsa dll, tetapi justru sebagai media pemersatu berdasarkan perjanjian yang mengikat dan diturunkan secara terus menerus di setiap generasi. Namun ketika melewati area 1990an khususnya pasca Ambon Berdarah, pela gandong seperti tidak mampu untuk atasi peristiwa pahit tersebut bahkan hingga sekarang ada beberapa desa yang sudah putus hubungan pela sehingga tidak ada setikitpun  aktifitas seperti panas pela (yang terkesan sakral). misal pada desa Passo yang memiliki hubungan pela dengan desa Batu Merah dimana daerah Passo sendiri mayoritas kristen dan daerah Batu Merah yang mayoritas muslim.
3 hal di atas mungkin sedikit dari banyak perubahan yang terjadi yang dapat mengancam identitas orang Ambon sendiri pasca perang Ambon Berdarah. Agar kemungkinan buruk itu tidak terjadi, mari katong sama - sama jaga katong pung hubungan Pela Gandong supaya bisa buktikan lae voor dunia kalo Ambon yang dong tau waktu dolo tu akang masi sama yaitu AMBON MANISE yang berarti Ambon  yang maju, aman, nyaman, indah  dan sejahtera.


#TahuriBabunyi
 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes