Siapa Bilang Inai Yotowawa Hanya Boleh di Dapur ?

11:57 AM
Dalam perannya pada filem Titanic, Rose (Kate Winslet) di hari tua mengatakan "hati perempuan adalah lautan samudera yang paling dalam". Artinya terlampau banyak rahasia cerita kehidupan yang terpendam dalam batin seorang perempuan perkasa. Hal ini sangat mirip dengan ciri khas perempuan Maluku khususnya dalam diri seorang Inai Yotowawa.

Wunuhalono Dahoklory
Inai Yotowawa
Inai adalah gelar adat bagi seorang perempuan Maluku Barat Daya khususnya Kisar. Siapapun yang menyandang gelar ini berarti memikul tanggung jawab besar, tidak hanya sebatas urusan dapur dan beranak cucu, seorang Inai harus mampu menjalankan tanggung jawab sesuai mataruma yang ia pikul, bagaimana ia duduk dalam ritual adat, berjalan, menjamu, bahkan berbicara, semua ada aturannya. Hal ini adalah alasan mengapa seorang Inai sangat dihargai dan dihormati. Akan sangat berbahaya jika ia diperlakukan kasar oleh orang lain, bisa panjang proses bayar hartanya.

Lantas bagaimana semestinya peran seorang Inai dalam dunia globalisasi yang serba canggih ini ?

Eksistensi perempuan MBD yang kreatif dan survive dalam era digital ini memang sangat sulit ditemukan. Namun ternyata ada seorang Inai Yotowawa yang berhasil redaksi tahuribabunyi temukan dan berhasil diwawancarai untuk menjawab pertanyaan di atas. Dia adalah Wunuhalono Dahoklory, seorang pengusaha muda sekaligus ibu rumah tangga dari tiga orang anak.

Menjawab pertanyaan di atas memang tidak mudah, Kaka Ella (sapaan akrab Wunuhalono) mengatakan, Inai Yotowawa harus selalu ingat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan.

Ada banyak cara agar seorang Inai mampu berkompetisi dalam dunia globalisasi, syarat utamanya adalah keberanian. Seperti yang dibuktikan Wunuhalono di masa kecilnya, hingga saat ini tidak banyak orang yang mengetahui kalau penyanyi cilik yang menyanyikan lagu Yotowawa Daisuli adalah Kaka Ella. Lagu yang dilantungkan Wunuhalono di tahun 90an itu sering dikumandangkan dalam acara - acara besar Negeri Kalwedo.

Ini adalah momentum pertama Wunuhalono Dahoklory memberanikan diri untuk berkarya. Nilai - nilai budaya lokal mampu ia kemas dalam karya - karya berkelas yang mampu bersaing dalam dunia digital. Setelah menyanyikan lagu Yotowawa Daisuli, Kaka Ella menyelesaikan studi formal dan informal hingga menyandang gelar Master sambil mengembangkan CV. TheShiloh, usaha tempat pencucian motor dan mobil hingga penyewaan mobil dengan kapasitas lebih dari 10 unit yang dimilikinya untuk disewakan.

Nilai - nilai global dalam cangkupan brand besar jangan sampai mematikan komoditi dan usaha lokal. Misalnya brand besar minuman beralkohol yang populer lebih diminati dan menjamur di berbagai daerah di Maluku sementara sopi Koli terus tertekan. Jeruk - jeruk perkebudan yang disuply dari luar dijual pada banyak minimarket di Maluku sementara lemon Kisar tidak memiliki sistem kelola yang baik.

Agar setiap keinginan dalam diri seorang Inai bisa terwujud, tidak ada salahnya kalau kita bersatu, ajak Kaka Ella. Dengan kekuatan persekutuan, hak dan cita - cita perempuan yang selama ini terpendam akan lebih mudah diperjuangakan. Wunuhalono yakin, potensi yang ada dalam diri setiap Inai adalah potensi besar yang menjadi modal kelangsungan gunung, tanah dan laut yang sejatinya adalah tempat putus pusa. Jangan sampai kedepannya harta kita jatuh ke tangan kapitalis.

Ini adalah motivasi untuk perempuan, siapapun dia, seburuk dan sebaik apapun dia. Perempuan juga punya hak untuk berkarya. Bersatu dan berani, Inai Yotowawa adalah perempuan yang milenial dan smart.



#Inai
#Yotowawa
#tahuribabunyi
 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes