5 Tahyul Di Maluku Yang Sebenarnya Logis

Selain kental dengan budaya dan hal - hal mistis, ternyata orang Maluku juga memiliki beberapa tahyul yang masih dipercayai hingga sekarang ini. Ada tahyul yang hanya ada di Maluku dan ada juga yang mirip dengan tahyul daerah lain. Berikut ini adalah beberapa tahyul yang masih dipercayai yang sebenarnya memiliki penjelasan secara logis ;

mitos atau fakta di maluku

1. untuk anak - anak : jangan keluar rumah jika sedang hujan panas

tahyul yang paling populer di Maluku ini sering diajarkan pada anak - anak untuk tidak bermain atau keluar rumah saat hujan panas (hujan rintik tetapi cuaca cerah) karena akan diculik nenek luhu, hilang di jalan ataupun diculik tete momo (karakter hantu orang tua). tapi sebenarnya ini adalah upaya agar anak tidak sakit demam karena pada saat cuaca panas, pori - pori tubuh cenderung terbuka termasuk di bagian kepala untuk proses penguapan dari dalam tubuh, oleh karena itu jika kemasukan banyak air melalui pori - pori tersebut maka kemungkinan besar tubuh akan terserang penyakit karena antibody yang lemah. Hal ini mirip ketika sedang berkeringat tetapi tidak boleh langsung mandi.

2. binatang - binatang raksasa yang dianggap keramat

banyak sekali hal yang berbau keramat dalam kehidupan orang Maluku khususnya dalam hal memperlakukan binatang - binatang tertentu misalnya ada ular atau buaya tembaga raksasa yang merupakan wujud nenek moyang beberapa Mata Rumah (Marga) sehingga ditakuti, begitupun dengan gurita, paus dan kura - kura raksasa yang konon sering mengamuk menciptakan ombak besar di beberapa lautan Maluku. Sudah bukan rahasia lagi kalau di laut - laut terdalam Maluku hidup binatang - binatang raksasa. Anehnya masyarakat sering mengganggap binatang - binatang tersebut sebagai representasi dari kekuatan supranatural.

3. tidak boleh menyapu rumah di malam hari

ketika seseorang menyapu rumah di malam hari, hal tersebut dianggap seperti membuang rejeki atau ketika sedang menyapu tepat di pintu rumah bagian depan yang berarti menantang roh jahat. Sebenarnya hal semacam ini hanyalah upaya untuk tidak menebarkan debu mengingat malam hari itu orang - orang sudah tidur supaya tidak bernafas dalam keadaan banyak debu beterbangan.

4. jangan kawaja pada orang hamil, nanti mata bilolo

serius, banyak sekali orang yang mempercayai tahyul karena takut mata akan bilolo. Mata bilolo sendiri adalah sejenis penyakit mata yang mengeluarkan banyak lendir akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan berprotein tinggi sehingga pada masanya, banyak sekali orang yang terserang penyakit ini. Bayangkan, setiap pagi, siang dan malam, hampir semua orang Maluku mengkonsumsi ikan karena sudah menjadi makanan pokok. Lalu apa hubungannya dengan jangan kawaja (pelit) dengan orang hamil ? tentu saja itu hanya anjuran yang sebenarnya baik agar orang hamil yang sedang mengidam dapat memenuhi keinginannya. 

5. taruh piring di atas kepala kalau tasangko tulang ikan

masih ingat dengan kebiasaan ini ? Masa jika ada tulang ikan tersendak di tenggorokan harus langsung letakan piring makanan di atas kepala ? hal ini kadang berkhasiat tapi kadang juga sia - sia. Dari semua tahyul orang Maluku, mungkin ini yang paling tidak masuk akal atau mungkin saja hanya cara bercanda orang dewasa pada anak - anak. Belum ada penjelasan yang cukup logis untuk menjelaskan hal ini selain hanya mengalihkan kepanikan orang yang tersendak agar tidak panik dan dengan sendirinya tulang ikan akan keluar atau masuk ke lambung.

- - -
Sekalipun jaman sudah sangat moderen, masyarakat masih mengikuti beberapa tahyul bahkan tidak sedikit yang fanatik dengan tahyul - tahyul tersebut padahal tradisi yang semestinya dipelihara jutru dilanggar. Oleh karena itu ada baiknya jika kita pandai - pandai menilai antara tahyul, mitos, legenda atau bahkan sejarah negri kita sendiri.



#tahuribabunyi

Share this:

 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes