Seni dan Matematika Arsitektur Kuno Dari Batang Sagu

Melihat lebih jauh dalam ruang lingkup desain interior dan arsitektur, tidak terlepas dari seni dan kreatifitas manusia yang terus - menerus mengalami tranformasi. Seni memang tidak ada batasnya karena bergantung persepsi para pencipta maha karya itu sendiri, ibarat satu karya sama dengan seribu kata, begitulah penilaian yang mendalam dan abstrak atas suatu karya seni.

Untuk seni arsitektur dan bangunan sekarang ini yang paling terkenal adalah jajaran menara pencakar langit, menara Dubai, Twin Tower dll. Keseluruhan metode pembangunan maha karya tersebut merupakan hasil ekspansi dari masa arsitektur kuno seperti struktur Piramida Giza ataupun menara Pizza.

Eksistensi arsitektur kuno memang sangat sulit untuk mengalami pergeseran karena memiliki nilai seni dan perhitungan matematis yang high level sekalipun beda masa dan penggunaan teknologi. 

Di Ambon misalnya, atau lebih tepatnya bagian Utara Ambon, Negri Kaitetu, kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terdapat bangunan masjid kuno yaitu masjid Wapauwe yang arsitekturnya terbuat dari pelepah pohon sagu.

Interior dalam Masjid Wapauwe.

Masjid ini dinamakan Wapauwe karena terletak di bawah pohon mangga. Dalam bahasa setempat, "wapa" berarti bawah, dan "uwe" berarti mangga. Dibangun pada tahun 1414, masjid ini masih berdiri kokoh hingga sekarang, uniknya tidak ada paku/ pasak yang digunakan untuk menyambung masing - masing elemen bangunannya.

Meru atau puncak masjid lama yang ditaruh di teras masjid. Juga kayu-kayu masjid yang berusia ratusan tahun.
Keunikan tersebut mirip dengan pembuatan maket interior atau arsitektur bangunan yang hanya membutuhkan peralatan maket dan lem perekat (karena tidak menggunakan paku). Atau dengan kata lain, masjid Wapauwe ini merupakan maket raksasa dengan pondasi yang real

masjid Wapauwe
Karena jaman dulu teknik membuat lengkungan masih sulit, maka tak heran terdapat banyak sudut dalam arsitektur bangunan ini. Dengan demikian, jika terdapat banyak sudut dalam bangunan (bangunan utama) berukuran 10x10 meter ini maka perhitungan titik berat juga pastinya rumit, konstruksi yang tidak imbang akan membuat bangunan ini mudah roboh diterpa angin. Tetapi buktinya masjid ini masih eksis hingga sekarang, sungguh sangat mengagumkan.

Semacam perisai di ujung sudut masjid berlafalkan Muhammad. Seusia tua Masjid Wapauwe. 
Hingga kini, masjid Wapauwe masih terawat dengan baik. Tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah warga muslim, tapi juga sebagai galeri yang berisi barang  - barang antik peninggalan kebudayaan muslim Maluku kuno diantaranya; Bedug yang berumur ratusan tahun, Al-quran antik yang ditulis tangan, sebuah kaligrafi tulisan arab yang ditaruh di sebuah lempengan metal dan sebuah timbangan kayu yang digunakan untuk menimbang zakat.

Mushaf Al Quran karya tulis tangan Imam Muhammad Arikulapessy. Tertua di Nusantara. 

Asli dari Kekhalifahan Utsmaniyah di Turki.

Pemberat timbangan untuk mengukur zakat fitrah dan diotorisasi oleh Kesultanan Demak. Seberat 2,5 kg.
image source : 
http://diasporaiqbal.blogspot.co.id/2015/03/hikayat-masjid-tertua-nusantara-telusur.html



#tahuribabunyi

Share this:

 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes