Nasi Sepiring, Kepiting Satu Baskom


Belum lengkap rasanya jika penggemar seafood belum mencicipi kepiting. Jika seafood lainnya bisa dinikmati dengan sendok dan garpu, maka kepiting justru dimakan menggunakan tangan atau dengan alat bantu seperti penjepit kepiting yang mirip dengan tang.

Kepiting Tanimbar
kepiting dengan nasi putih
Kepiting pada gambar di atas merupakan kepiting asli dari negeri Seira (Pulau Seira, Kecamatan Selaru, Maluku Tenggara Barat) disamping lobster dan kerapuhnya yang berlimpah. 

Dalam bahasa Yamdena (Tanimbar), Kepiting disebut sebagai karaka/keraka. Jenis kepiting pada gambar di atas tidak diketahui nama latinnya karena admin sudah mencari dan mencocokannya dengan berbagai refrensi namun tidak ada yang mirip dengan jenis kepiting pada gambar tersebut.

Bagi penduduk Tanimbar, karaka biasanya disantap dengan umbi - umbian, jagung atau nasi. Karena butuh perjuangan ekstra untuk menghancurkan cangkang dan capitnya, maka biasa masyarakat menggunakan batu kali atau cobek untuk meretakan kepiting sebelum diambil isinya. 

Untuk proses memasak tidak ada yang spesial, cukup dengan dikukus saja (tanpa bumbu apapun). Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan cita rasa asli karaka dengan perpaduan asin yang khas. Jika ingin kolaborasi rasa lain, cukup dengan membuat saos sambal sendiri secara terpisah.

Jika sedang musim karaka, seorang bisa memakan binatang ini sebanyak 6 hingga 10 karaka per harinya namun diimbangi dengan air putih dan vitamin dari buah - buahan yang cukup agar tidak sampai kelebihan kelsterol. 



#Karaka
#tahuribabunyi

Share this:

Bisa Papua said...

Booo enak apalai, Karaka memang enak.

Kunjungan tahun baru, salam blogger.

Hormat.

tahuri babunyi said...

hehehh.,,
hormat pace, salam blogger !!

 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes