Ikalesang Ia Rumai Ea

Tentunya kita tidak asing lagi dengan istilah 'kalesang' tapi bagaimana dengan judul di atas ?. Kalimat yang menggunakan bahasa asli dari Maluku ini mempunyai arti 'saling peduli dang saling mengasihi' yang merupakan realisasi dari kehidupan orang Maluku dalam kesehariannya. terbukti dari tradisi terkait yaitu 'Pela Gandong', 'laeng lia laeng' dan 'laeng sayang laeng', 'potong di kuku, rasa di daging', 'ale rasa, beta rasa', 'satu hati, satu jantong', 'sayang dilale' dll. semuanya dapat dirangkum dengan kalimat bahasa tanah 'Ikalesang Ia Rumai Ea' karena memiliki satu makna yang mirip.

Panas Pela Lemdesar Timur dan Sifnana
( Panas Pela Lemdesar Timur dan Sifnana 2012 )
Bukan kebetulan bahwa tradisi yang banyak di Maluku memiliki makna yang sama karena begitulah kehidupan orang Maluku hingga sekarang dan semoga akan tetap terus terjaga. Lantas, realisasi seperti apa yang ada dalam makna 'Ikalesang Ia Rumai Ea' ?

Tentu saja berkisar dari artinya. Orang Maluku juga mengalami jaman tidak ada uang yang dikenal dengan 'Barter' misal orang desa pesisir pantai yang melakukan barter dengan desa  bagian pegunungan, hal ini saja merupakan realisasi sederhana dari makna kalimat tersebut.

Di jaman modern sekarang ini, 'Ikalesang Ia Rumai Ea' sering diimplementasikan dengan cara tolong menolong antara sesama yang sangat erat dengan kekeluargaan (tetap sama dengan jaman dulu) seperti menegur/menasehati teman layaknya adik/saudara serta sangat mendalam. Segala hal yang mengacu pada kepedulian, dilakukan orang Maluku secara mendalam sehingga terjalin hubungan kekeluargaan yang sangat kental. Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh sesama umur, tetapi juga semua kalangan mulai dari anak - anak, muda - mudi, orang tua hingga oma opa. hal ini dikenal dengan istilah 'sayang dilale' yang juga mempunyai makna yang sama dengan tradisi Maluku lainnya.

Semua tradisi tersebut diturunkan melalui nasehat, lagu, tarian, permainan, ornamen dll agar tradisi manis ini tetap terjaga.


#tahuribabunyi

Share this:

 
Copyright © tahuribabunyi. Designed by OddThemes